السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Hangatkan Kebersamaan di Bulan Syawal, Civitas Academica STAIN SAR Kepri Gelar Salam-Salaman Pasca Idulfitri

  • 30 Maret 2026
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 180
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Suasana kebersamaan dan kekeluargaan terasa hangat di lingkungan Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman (SAR) Kepulauan Riau melalui kegiatan salam-salaman pasca Hari Raya Idulfitri 1447 H yang dilaksanakan di halaman Rektorat STAIN SAR Kepri pada Senin (30/03/2026), setelah pelaksanaan apel pagi.

Kegiatan tersebut diikuti oleh seluruh unsur pimpinan, dosen, dan tenaga kependidikan STAIN SAR Kepri sebagai bentuk tradisi silaturahmi di bulan Syawal. Momen saling bersalaman dan bermaaf-maafan menjadi simbol kebersamaan serta upaya memperkuat ukhuwah di lingkungan kampus setelah menjalani ibadah Ramadan.

Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag, menyampaikan bahwa momentum Syawal menjadi kesempatan penting bagi seluruh civitas academica untuk mempererat hubungan dan membangun semangat baru dalam menjalankan tugas kelembagaan.


“Momentum Syawal ini menjadi langkah awal bagi kita untuk melangkah lebih baik ke depan, saling memaafkan, memperkuat kebersamaan, dan menjalankan tugas dengan penuh tanggung jawab demi kemajuan STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau,” ungkapnya.

Ia juga menegaskan bahwa kegiatan salam-salaman tidak hanya menjadi tradisi seremonial, tetapi juga memiliki makna mendalam sebagai sarana memperkuat komunikasi, membangun solidaritas, serta menciptakan suasana kerja yang harmonis dan produktif di lingkungan kampus.


Melalui kegiatan ini, diharapkan seluruh civitas academica STAIN SAR Kepri dapat kembali menjalankan aktivitas akademik dan kelembagaan dengan semangat baru, hati yang bersih, serta komitmen bersama dalam mewujudkan kampus yang unggul, profesional, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman.

Kegiatan salam-salaman pasca Idulfitri ini menjadi bagian dari upaya STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dalam membangun budaya kerja yang humanis, religius, dan penuh kebersamaan di bulan Syawal. (LF)