السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Tim Dosen STAIN SAR Kepri Gagas Penerapan Deep Learning untuk Wujudkan Pembelajaran Holistik Anak Usia Dini

  • 29 Oktober 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 94
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Tim dosen lintas program studi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau memperkuat kiprah pengabdian masyarakat dengan menjadi narasumber pada kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Sumber Daya Tenaga Pendidik PAUD/TK Sederajat yang diselenggarakan oleh Kelurahan Sungai Lekop, Kecamatan Bintan Timur, pada Rabu, 29 Oktober 2025.

Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kelurahan Sungai Lekop tersebut diikuti oleh 50 pendidik PAUD se-Kelurahan Sungai Lekop dan turut dihadiri oleh Lurah Sungai Lekop beserta jajaran pemerintah kelurahan.

Tim dosen STAIN SAR Kepri yang terlibat terdiri atas Lina Eka Retnaningsih, M.Pd. (Prodi PIAUD), Muslena Layla, M.Si. (Prodi Tadris Bahasa Inggris), dan Mahfuzah Saniah, M.Hum. (Prodi PAI). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas dan kompetensi tenaga pendidik PAUD dalam menghadirkan proses pembelajaran yang kreatif, inovatif, serta bermakna bagi anak usia dini.

Dalam kesempatan tersebut, Lina Eka Retnaningsih menyampaikan materi bertajuk “Penerapan Deep Learning di PAUD dan Penataan Lingkungan Main”. Ia menjelaskan bahwa Deep Learning bukan sekadar metode, melainkan paradigma pendidikan yang berfokus pada pembentukan enam kompetensi global (6C), yakni character, citizenship, collaboration, communication, creativity, dan critical thinking.

“Pembelajaran mendalam menuntut pendidik untuk menciptakan suasana belajar yang holistic, yang mengasah olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga secara terpadu,” jelasnya.


Lebih lanjut, Lina menegaskan bahwa esensi Deep Learning adalah menghadirkan proses belajar sebagai pengalaman hidup yang utuh. Anak tidak hanya diajak memahami pengetahuan, tetapi juga diajak untuk bereksplorasi, berpikir kritis, serta mengekspresikan diri secara kreatif.

Pada sesi Penataan Lingkungan Main, Lina menekankan empat prinsip utama yang harus diterapkan dalam penyusunan lingkungan belajar anak usia dini. Pertama, lingkungan belajar perlu kaya akan rangsangan sensori dan imajinatif melalui pemanfaatan warna, tekstur, serta bahan-bahan alami yang dapat mendorong anak untuk bereksplorasi. Kedua, berpusat pada anak, yakni memberikan kebebasan bagi anak untuk memilih, bereksperimen, dan mengambil keputusan secara mandiri. Ketiga, lingkungan belajar harus fleksibel dan terbuka, dengan menghargai setiap proses serta kreativitas anak tanpa menuntut hasil yang seragam. Keempat, mengintegrasikan ruang dalam dan luar agar anak memiliki kesempatan berinteraksi langsung dengan alam sebagai sumber belajar yang hidup dan inspiratif.

“Ruang bermain tidak harus mewah, tetapi harus memberi ruang bagi anak untuk berimajinasi, bereksperimen, dan mengekspresikan diri,” tegasnya.


Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik reflektif, di mana peserta diminta merancang kegiatan pembelajaran berbasis Deep Learning sesuai tema yang relevan dengan lingkungan PAUD masing-masing. Sesi ini menjadi ajang berbagi pengalaman dan ide kreatif antarpendidik dalam merancang kegiatan yang menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak.

Melalui kegiatan ini, Lina berharap para pendidik PAUD semakin memahami pentingnya membangun pembelajaran yang menyentuh seluruh dimensi perkembangan anak intelektual, emosional, sosial, dan spiritual.

Kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Sumber Daya Pendidik PAUD/TK Sederajat ini diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru-guru PAUD di wilayah Bintan Timur dalam menerapkan pendekatan Deep Learning, serta menciptakan lingkungan belajar yang berkarakter, kreatif, dan berkesadaran bagi generasi masa depan. (LF/Lina)