السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan,
Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Tim dosen lintas
program studi Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman
Kepulauan Riau memperkuat kiprah pengabdian masyarakat dengan menjadi
narasumber pada kegiatan Pembinaan dan Peningkatan Sumber Daya Tenaga
Pendidik PAUD/TK Sederajat yang diselenggarakan oleh Kelurahan Sungai
Lekop, Kecamatan Bintan Timur, pada Rabu, 29 Oktober 2025.
Kegiatan
yang dipusatkan di Aula Kelurahan Sungai Lekop tersebut diikuti oleh 50
pendidik PAUD se-Kelurahan Sungai Lekop dan turut dihadiri oleh Lurah Sungai
Lekop beserta jajaran pemerintah kelurahan.
Tim
dosen STAIN SAR Kepri yang terlibat terdiri atas Lina Eka Retnaningsih, M.Pd.
(Prodi PIAUD), Muslena Layla, M.Si. (Prodi Tadris Bahasa Inggris), dan Mahfuzah
Saniah, M.Hum. (Prodi PAI). Kegiatan ini bertujuan memperkuat kapasitas dan
kompetensi tenaga pendidik PAUD dalam menghadirkan proses pembelajaran yang
kreatif, inovatif, serta bermakna bagi anak usia dini.
Dalam
kesempatan tersebut, Lina Eka Retnaningsih menyampaikan materi bertajuk “Penerapan
Deep Learning di PAUD dan Penataan Lingkungan Main”. Ia menjelaskan bahwa Deep
Learning bukan sekadar metode, melainkan paradigma pendidikan yang berfokus
pada pembentukan enam kompetensi global (6C), yakni character,
citizenship, collaboration, communication, creativity, dan critical
thinking.
“Pembelajaran mendalam menuntut pendidik untuk menciptakan suasana belajar yang holistic, yang mengasah olah pikir, olah rasa, olah hati, dan olah raga secara terpadu,” jelasnya.


Lebih
lanjut, Lina menegaskan bahwa esensi Deep Learning adalah menghadirkan
proses belajar sebagai pengalaman hidup yang utuh. Anak tidak hanya diajak
memahami pengetahuan, tetapi juga diajak untuk bereksplorasi, berpikir kritis,
serta mengekspresikan diri secara kreatif.
Pada
sesi Penataan Lingkungan Main, Lina menekankan empat prinsip utama yang
harus diterapkan dalam penyusunan lingkungan belajar anak usia dini. Pertama,
lingkungan belajar perlu kaya akan rangsangan sensori dan imajinatif melalui
pemanfaatan warna, tekstur, serta bahan-bahan alami yang dapat mendorong anak
untuk bereksplorasi. Kedua, berpusat pada anak, yakni memberikan kebebasan bagi
anak untuk memilih, bereksperimen, dan mengambil keputusan secara mandiri.
Ketiga, lingkungan belajar harus fleksibel dan terbuka, dengan menghargai
setiap proses serta kreativitas anak tanpa menuntut hasil yang seragam.
Keempat, mengintegrasikan ruang dalam dan luar agar anak memiliki kesempatan
berinteraksi langsung dengan alam sebagai sumber belajar yang hidup dan
inspiratif.
“Ruang bermain tidak harus mewah, tetapi harus memberi ruang bagi anak untuk berimajinasi, bereksperimen, dan mengekspresikan diri,” tegasnya.


Kegiatan
kemudian dilanjutkan dengan sesi praktik reflektif, di mana peserta diminta
merancang kegiatan pembelajaran berbasis Deep Learning sesuai tema yang
relevan dengan lingkungan PAUD masing-masing. Sesi ini menjadi ajang berbagi
pengalaman dan ide kreatif antarpendidik dalam merancang kegiatan yang
menyenangkan dan bermakna bagi anak-anak.
Melalui
kegiatan ini, Lina berharap para pendidik PAUD semakin memahami pentingnya
membangun pembelajaran yang menyentuh seluruh dimensi perkembangan anak
intelektual, emosional, sosial, dan spiritual.
Kegiatan
Pembinaan dan Peningkatan Sumber Daya Pendidik PAUD/TK Sederajat ini
diharapkan dapat memperkuat kapasitas guru-guru PAUD di wilayah Bintan Timur
dalam menerapkan pendekatan Deep Learning, serta menciptakan lingkungan
belajar yang berkarakter, kreatif, dan berkesadaran bagi generasi masa depan.
(LF/Lina)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN