السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Humas STAIN SAR Kepri Torehkan Prestasi Nasional sebagai Satu-satunya Perempuan di Tim Formatur Forum Humas PTKIN 2025–2027

  • 30 Oktober 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 167
Berita Utama

Depok, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Humas Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Luluk Fatimah, M.Pd., mencatat capaian membanggakan di kancah nasional. Ia terpilih sebagai satu-satunya keterwakilan perempuan dalam Tim Formatur Forum Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Masa Bhakti 2025–2027, yang dibentuk dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Humas PTKIN se-Indonesia Tahun 2025, Kamis (30/10/2025), di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok.

Kegiatan berskala nasional yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia ini dihadiri oleh para pejabat dan pengelola humas dari seluruh PTKIN di Indonesia. Rakornas menjadi forum strategis untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan kolaborasi antarunit kehumasan, sekaligus menyatukan arah komunikasi publik di lingkungan Kementerian Agama.

Dalam forum tersebut, Zidnie Ilman Elfikri, S.S., M.Pd. (UIN Salatiga) terpilih sebagai Ketua Umum Forum Humas PTKIN Se-Indonesia, didampingi oleh sejumlah wakil ketua, sekretaris, dan bendahara dari berbagai PTKIN. Sementara itu, Luluk Fatimah, M.Pd. (STAIN SAR Kepri) dipercaya sebagai Wakil Sekretaris II, sekaligus menjadi satu-satunya perempuan dalam tim formatur nasional, yang terdiri atas Zidnie Ilman Elfikri, S.S., M.Pd. (UIN Salatiga), Ibnu Amin, S.Ag., M.A. (IAIN Curup), Dr. Moh. Nor Afandi, M.Pd.I. (UIN KHAS Jember), Luluk Fatimah, M.Pd. (STAIN SAR Kepri), dan Muhammad Hajiji, S.Ud. (UIN Dato Karama Palu). Kelima formatur ini akan menyusun struktur kepengurusan dan merumuskan arah strategis Forum Humas PTKIN untuk periode 2025–2027.

Menurut salah satu peserta Rakornas perwakilan UIN Semarang, keterlibatan perempuan dalam struktur kepemimpinan Forum Humas PTKIN menjadi bukti nyata penguatan prinsip inklusivitas dalam tata kelola komunikasi publik.

“Peran perempuan di forum nasional ini diharapkan dapat memperkaya perspektif dan memperkuat nilai-nilai etika, empati, serta keislaman dalam setiap kebijakan komunikasi kelembagaan,” ujarnya.


Rakornas Humas PTKIN 2025 juga menghasilkan sejumlah capaian strategis, antara lain terbentuknya kepengurusan Forum Humas PTKIN Se-Indonesia Masa Bhakti 2025–2027 secara demokratis, penyusunan struktur lengkap forum, serta rumusan program kolaboratif untuk memperkuat jejaring komunikasi publik yang profesional, adaptif, dan berintegritas di seluruh PTKIN.

Dalam keterangannya, Luluk Fatimah menyampaikan rasa syukur dan komitmennya atas amanah yang diberikan. Ia menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam kepengurusan nasional Forum Humas PTKIN bukan semata-mata persoalan representasi gender, melainkan bentuk kontribusi substantif dalam memperkuat peran strategis kehumasan perguruan tinggi Islam.

“Keterlibatan perempuan di forum nasional ini merupakan ruang pengabdian untuk menghadirkan praktik komunikasi publik yang lebih humanis, kolaboratif, dan berlandaskan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia berharap keberadaan Forum Humas PTKIN Se-Indonesia dapat menjadi wadah sinergi dan kolaborasi yang produktif bagi seluruh humas di lingkungan PTKIN dalam memperkuat identitas kelembagaan, meningkatkan profesionalitas, serta membangun citra positif perguruan tinggi Islam di mata publik nasional maupun internasional.

Rakornas Humas PTKIN 2025 menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem komunikasi kelembagaan yang profesional, kredibel, dan berdaya saing. Kehadiran Humas STAIN SAR Kepri dalam kepengurusan nasional ini mempertegas peran aktif kampus dalam membangun tata kelola komunikasi publik yang inovatif, inklusif, dan sejalan dengan visi Kementerian Agama menuju Pendidikan Islam yang unggul, transparan, dan berintegritas. (Humas)