السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Depok, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Humas Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Luluk Fatimah, M.Pd., mencatat capaian membanggakan di kancah nasional. Ia terpilih sebagai satu-satunya keterwakilan perempuan dalam Tim Formatur Forum Humas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) se-Indonesia Masa Bhakti 2025–2027, yang dibentuk dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Humas PTKIN se-Indonesia Tahun 2025, Kamis (30/10/2025), di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok.
Kegiatan
berskala nasional yang diinisiasi oleh Direktorat Jenderal Pendidikan Islam
Kementerian Agama Republik Indonesia ini dihadiri oleh para pejabat dan
pengelola humas dari seluruh PTKIN di Indonesia. Rakornas menjadi forum
strategis untuk memperkuat koordinasi, sinergi, dan kolaborasi antarunit
kehumasan, sekaligus menyatukan arah komunikasi publik di lingkungan Kementerian
Agama.
Dalam
forum tersebut, Zidnie Ilman Elfikri, S.S., M.Pd. (UIN Salatiga) terpilih
sebagai Ketua Umum Forum Humas PTKIN Se-Indonesia, didampingi oleh sejumlah
wakil ketua, sekretaris, dan bendahara dari berbagai PTKIN. Sementara itu, Luluk
Fatimah, M.Pd. (STAIN SAR Kepri) dipercaya sebagai Wakil Sekretaris II,
sekaligus menjadi satu-satunya perempuan dalam tim formatur nasional, yang
terdiri atas Zidnie Ilman Elfikri, S.S., M.Pd. (UIN Salatiga), Ibnu Amin,
S.Ag., M.A. (IAIN Curup), Dr. Moh. Nor Afandi, M.Pd.I. (UIN KHAS Jember), Luluk
Fatimah, M.Pd. (STAIN SAR Kepri), dan Muhammad Hajiji, S.Ud. (UIN Dato Karama
Palu). Kelima formatur ini akan menyusun struktur kepengurusan dan merumuskan
arah strategis Forum Humas PTKIN untuk periode 2025–2027.
Menurut
salah satu peserta Rakornas perwakilan UIN Semarang, keterlibatan perempuan
dalam struktur kepemimpinan Forum Humas PTKIN menjadi bukti nyata penguatan
prinsip inklusivitas dalam tata kelola komunikasi publik.
“Peran perempuan di forum nasional ini diharapkan dapat memperkaya perspektif dan memperkuat nilai-nilai etika, empati, serta keislaman dalam setiap kebijakan komunikasi kelembagaan,” ujarnya.


Rakornas
Humas PTKIN 2025 juga menghasilkan sejumlah capaian strategis, antara lain
terbentuknya kepengurusan Forum Humas PTKIN Se-Indonesia Masa Bhakti 2025–2027
secara demokratis, penyusunan struktur lengkap forum, serta rumusan program
kolaboratif untuk memperkuat jejaring komunikasi publik yang profesional,
adaptif, dan berintegritas di seluruh PTKIN.
Dalam
keterangannya, Luluk Fatimah menyampaikan rasa syukur dan komitmennya atas
amanah yang diberikan. Ia menegaskan bahwa keterlibatan perempuan dalam
kepengurusan nasional Forum Humas PTKIN bukan semata-mata persoalan
representasi gender, melainkan bentuk kontribusi substantif dalam memperkuat
peran strategis kehumasan perguruan tinggi Islam.
“Keterlibatan
perempuan di forum nasional ini merupakan ruang pengabdian untuk menghadirkan
praktik komunikasi publik yang lebih humanis, kolaboratif, dan berlandaskan
nilai-nilai keislaman,” ujarnya.
Lebih
lanjut, ia berharap keberadaan Forum Humas PTKIN Se-Indonesia dapat menjadi
wadah sinergi dan kolaborasi yang produktif bagi seluruh humas di lingkungan
PTKIN dalam memperkuat identitas kelembagaan, meningkatkan profesionalitas,
serta membangun citra positif perguruan tinggi Islam di mata publik nasional
maupun internasional.
Rakornas
Humas PTKIN 2025 menjadi momentum penting dalam membangun ekosistem komunikasi
kelembagaan yang profesional, kredibel, dan berdaya saing. Kehadiran Humas
STAIN SAR Kepri dalam kepengurusan nasional ini mempertegas peran aktif kampus
dalam membangun tata kelola komunikasi publik yang inovatif, inklusif, dan
sejalan dengan visi Kementerian Agama menuju Pendidikan Islam yang unggul,
transparan, dan berintegritas. (Humas)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN