السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam STAIN Kepri menggelar Workshop Internasional Kemelayuan Bicara & Bengkel Nazam (Puisi) Melayu bertajuk Menulis dengan Irama Jiwa: Penguatan Tradisi Nazam dalam Khazanah Keislaman dan Kemelayuan. Kegiatan ini berlangsung di gedung SBSN Perkuliahan Terpadu, pada Rabu (29/10).
Workshop ini dihadiri oleh sejumlah tokoh penting dari kalangan akademisi dan sastrawan Melayu, di antaranya Romi Aqmal, M.Si (Ketua Studi Bidang Kemelayuan), Dr. Zulhamdan, M.Pd.I (Ketua Program Studi Pendidikan Agama Islam), Bahran Fahrozi (Ketua HMPS PAI), serta para delegasi dari Persatuan Penulis Johor (PPJ) yakni Datok Amiruddin Bin Md Ali Hanafiah (Ketua Satu PPJ), Datok Munsyi Haji Mohd Rosli Bakir (Ketua Penerangan PPJ), dan Datok Mohd Khatim Usman (Setiausaha Dua PPJ). Turut hadir pula panitia dan para peserta dari berbagai kalangan mahasiswa.
Dalam laporannya, Raihan Saputra menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan lanjutan dari seminar internasional yang sebelumnya diselenggarakan oleh HMPS PAI. Ia menekankan bahwa workshop ini bukan sekadar teori, tetapi juga memberi ruang praktik bagi peserta untuk menulis dan membacakan Nazam. Selain itu, acara ini juga menjadi ajang silaturahmi antara STAIN Sultan Abdurrahman dan Persatuan Penulis Johor.
Datok Amiruddin Bin Md Ali Hanafiah menjelaskan bahwa Nazam merupakan salah satu bentuk puisi tradisional Melayu yang berakar dari tradisi Arab-Islam, berisi ajaran agama dan pesan moral. Ia berharap melalui kegiatan ini dapat lahir generasi penulis Nazam baru, terutama dari Kepulauan Riau yang dikenal sebagai wilayah beridentitas Melayu.
Sementara itu, Romi Aqmal, M.Si, selaku Ketua Studi Bidang Kemelayuan sekaligus membuka secara resmi acara tersebut, menyampaikan apresiasinya terhadap kegiatan ini. Beliau mengingatkan bahwa identitas Melayu tidak hanya terbatas di Indonesia, tetapi juga meluas hingga Malaysia dan wilayah Asia Tenggara lainnya. Kegiatan seperti ini, lanjutnya, sejalan dengan visi kampus STAIN Kepri untuk menjadi perguruan tinggi yang unggul dalam keislaman dan kemelayuan.
Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa oleh Jahikmat, serta penyerahan cenderamata dari Persatuan Penulis Johor kepada Dr. Zulhamdan, M.Pd.I.
Sesi materi utama disampaikan oleh Datok Munsyi Haji Mohd Rosli Bakir, yang memperkenalkan teori dan praktik penulisan Nazam. Beliau menekankan bahwa Nazam merupakan warisan sastra Melayu yang kini mulai terlupakan, berbeda dengan pantun atau gurindam yang masih populer.
Ia juga menjelaskan struktur penulisan Nazam, mulai dari pola sajak a-a, b-b, c-c, jumlah perkataan dan suku kata, hingga keharusan memulai dengan pujian kepada Allah dan selawat kepada Nabi Muhammad SAW. Selain memberikan modul ajar, beliau juga mempraktikkan cara melagukan Nazam di hadapan peserta.
Di penghujung kegiatan, para peserta berkesempatan untuk menulis Nazam bertema Gotong Royong dan Pendidikan. Peserta yang berhasil menyelesaikan Nazam dengan cepat dan tepat mendapat hadiah berupa buku dari Persatuan Penulis Johor.
Salah satu peserta, Muhammad Syafiq, menyampaikan kesannya bahwa kegiatan ini sangat berkesan karena tidak hanya menambah pengetahuan tentang Nazam, tetapi jugamemberikan pengalaman langsung dalam menulis dan melagukannya sesuatu yang baru baginya.



Melalui kegiatan ini, diharapkan para mahasiswa, khususnya Himpunan Mahasiswa Program Studi Pendidikan Agama Islam, dapat meningkatkan wawasan kemelayuan serta mengintegrasikannya dalam dunia pendidikan. Penulisan Nazam diharapkan menjadi salah satu media kreatif yang dapat digunakan dalam proses pembelajaran agar lebih menarik dan bermakna. (Gby/Fahrul)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN