السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Vatikan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu - STAIN Kepri memberikan apresiasi atas kunjungan kerja Menteri Agama Republik Indonesia, Prof Dr. KH. Nasarudin Umar, MA ke Kota Vatikan, Roma, pada 28 Oktober 2025. Dalam kunjungan tersebut, Menteri Agama menghadiri pertemuan tokoh-tokoh agama bersama Paus Leo XIV dan membahas tindak lanjut Deklarasi Istiqlal–Vatikan sebagai dokumen penting bagi kerja sama antaragama dan kemanusiaan.
Menurut laporan, Menteri Agama menyampaikan bahwa Deklarasi Istiqlal–Vatikan telah ditandatangani di Masjid Istiqlal, Jakarta, pada September 2024, saat kunjungan almarhum Paus Fransiskus ke Indonesia. Deklarasi tersebut mengusung visi bersama bahwa “tidak ada lagi perang suci, yang kita perkenalkan adalah kedamaian suci.”
Dalam pertemuan di Roma, Paus Leo XIV dan para tokoh agama menyambut positif usulan untuk menindaklanjuti deklarasi tersebut. Sebagai langkah konkret, Vatikan berencana mengirimkan tim khusus ke Indonesia pada Desember 2025 untuk melakukan diskusi lanjutan.
Menanggapi hal itu, Ketua STAIN Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag, menyatakan bahwa pihaknya menyambut baik inisiatif tersebut dan siap mendukung implementasi nilai-nilai perdamaian serta kemanusiaan yang terkandung dalam deklarasi itu.
“STAIN Kepri berkomitmen untuk menginternalisasi semangat Deklarasi Istiqlal–Vatikan di lingkungan kampus dan masyarakat. Kami ingin memastikan nilai-nilai perdamaian dapat tumbuh dan memberi manfaat nyata bagi kehidupan beragama di Indonesia,” ujarnya.
Lebih lanjut, menurut Dr. H. Muhammad Faisal menegaskan bahwa STAIN Kepri bertekad menjadi bagian aktif dalam agenda internasional keagamaan dan perdamaian dengan mengangkat perspektif Melayu Islam.
“Sebagai lembaga yang berada di wilayah serumpun Melayu, kami ingin memastikan bahwa tradisi, budaya, dan nilai-nilai kemelayuan turut mengambil peran dalam dialog global tentang perdamaian,” tambahnya.
Dalam rangka mendukung hal tersebut, STAIN Kepri akan mendorong mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika untuk mengembangkan berbagai kegiatan akademik dan sosial, seperti diskusi lintas agama, pengembangan materi pembelajaran tentang kemanusiaan dan kerukunan, serta publikasi karya ilmiah bertema perdamaian dan identitas Melayu.
STAIN Kepri berharap tindak lanjut dari Deklarasi Istiqlal–Vatikan tidak berhenti pada tataran seremonial, tetapi benar-benar diwujudkan dalam kerja nyata bersama antara Indonesia dan Vatikan, serta antarumat beragama. Melalui pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat, STAIN Kepri siap berkontribusi dalam mewujudkan visi perdamaian dan kerukunan yang berdampak luas, baik di tingkat lokal maupun internasional. (Gby/LF)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN