السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Depok, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam rangka memperkuat peran kehumasan di lingkungan Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN), Humas Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Luluk Fatimah, M.Pd., menghadiri Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Humas PTKIN se-Indonesia yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia pada 29–31 Oktober 2025 di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok.
Kegiatan
berskala nasional ini menghadirkan Dr. Ismail Cawidu, M.Si., Staf Khusus
Menteri Agama Bidang Kebijakan Publik, Media/Hubungan Masyarakat, dan
Pengembangan Sumber Daya Manusia, sebagai narasumber utama. Dalam paparannya,
beliau menekankan pentingnya transformasi digital dan penguatan strategi
komunikasi publik sebagai langkah adaptif Humas PTKIN dalam menghadapi dinamika
informasi di era global.
“Agar PTKIN mampu bersaing secara global dan menjadi pilihan utama masyarakat, Humas harus tampil dengan narasi yang kuat, terukur, dan mampu menonjolkan keunggulan spesifik lembaga,” tegas Ismail Cawidu.


Rakornas
Humas PTKIN tahun 2025 menjadi forum strategis bagi seluruh pengelola kehumasan
di lingkungan Kemenag RI untuk memperkuat sinergi kelembagaan, profesionalitas,
serta posisi strategis Humas sebagai wajah publik perguruan tinggi Islam.
Kegiatan ini menegaskan empat fungsi utama Humas PTKIN, yakni membangun
pemahaman publik melalui sosialisasi yang efektif dan edukasi kebijakan,
mengelola reputasi serta citra positif lembaga, menjadi jembatan komunikasi dua
arah antara institusi dan masyarakat, serta memobilisasi sumber daya dan
kemitraan strategis lintas sektor.
Selain
itu, materi Rakornas juga menyoroti pentingnya strategic communication
planning dalam mendukung efektivitas program kelembagaan. Setiap Humas
PTKIN didorong untuk melakukan riset opini publik, media monitoring secara
rutin, serta menyiapkan strategi manajemen isu dan krisis agar lembaga mampu
menjaga kepercayaan dan kredibilitas publik di tengah arus informasi digital
yang semakin cepat dan terbuka.
Dalam kesempatan yang sama, Dr. Ismail Cawidu menegaskan bahwa 90 persen keberhasilan program kelembagaan ditentukan oleh efektivitas komunikasi publik, sedangkan sebagian besar kegagalan justru disebabkan oleh miskomunikasi. Oleh karena itu, Humas memiliki peran krusial tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai penjaga reputasi, pengarah opini publik, dan penguat citra kelembagaan.


Rakornas
Humas PTKIN 2025 menghasilkan sejumlah rekomendasi strategis yang berorientasi
pada penguatan kelembagaan dan profesionalitas pengelolaan komunikasi publik.
Rekomendasi tersebut mencakup penguatan kapasitas sumber daya manusia (SDM)
Humas melalui pelatihan komunikasi digital, manajemen krisis, dan strategi
konten; pembentukan pusat data dan analisis media terpadu di bawah koordinasi
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam; serta penetapan standar nasional branding
PTKIN agar seluruh lembaga memiliki identitas komunikasi yang konsisten,
kredibel, dan berdaya saing di tingkat nasional maupun global.
Keikutsertaan
Humas STAIN SAR Kepri dalam forum nasional ini menjadi bagian dari upaya
berkelanjutan untuk memperkuat kapasitas kelembagaan, mengembangkan komunikasi
strategis berbasis nilai-nilai Islam, serta memperluas jejaring kolaboratif
antar-PTKIN di Indonesia.
Dengan
mengedepankan prinsip transparansi, kolaborasi, dan inovasi komunikasi, Humas
STAIN SAR Kepri berkomitmen menjadi garda terdepan dalam membangun kepercayaan
publik dan memperkuat posisi kampus sebagai institusi Islam yang profesional,
humanis, dan berkelas dunia. (LF)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN