السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Depok, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam upaya memperkuat kontribusi akademik pada ranah internasional, Dosen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Zulfah, M.Pd., tampil sebagai presenter pada ajang ilmiah bergengsi Annual International Conference on Islam, Science, and Society (AICIS+) 2025 yang diselenggarakan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia di Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) Depok, pada 29–31 Oktober 2025.
Konferensi
internasional ini mengusung tema besar “Islam, Ecotheology, and
Technological Transformation: Multidisciplinary Innovation for a Just and
Sustainable Future” dan diikuti oleh ribuan akademisi, peneliti, serta
praktisi dari berbagai negara. Dari total lebih dari 2.400 abstrak yang masuk
dari 31 negara, hanya 230 karya ilmiah yang terpilih untuk dipresentasikan,
termasuk penelitian yang diangkat oleh dosen STAIN SAR Kepri.
Dalam kesempatan tersebut, Zulfah memaparkan hasil risetnya yang berjudul “Measuring Spiritual and Environmental Harmony: Developing an Ecotheological Awareness Questionnaire Instrument Based on Fazlun Khalid’s Thoughts.” Penelitian ini mengangkat isu strategis tentang pengembangan instrumen pengukuran kesadaran ekoteologis berbasis pemikiran ekologis Islam, sebagai upaya membangun kesadaran spiritual terhadap lingkungan hidup.

Menurut
Zulfah, krisis ekologi global dewasa ini tidak hanya disebabkan oleh faktor
lingkungan, tetapi juga oleh krisis spiritual manusia yang kehilangan kesadaran
akan posisinya sebagai khalifah di bumi.
“Islam
tidak hanya menegaskan keesaan Tuhan, tetapi juga kesatuan seluruh ciptaan.
Maka, kesadaran ekoteologis adalah refleksi dari tauhid itu sendiri,” ujarnya
dalam sesi presentasi.
Penelitian
ini bertujuan mengembangkan instrumen pengukuran kesadaran ekoteologis yang
valid dan reliabel dengan mengadaptasi pemikiran Fazlun Khalid, pendiri Islamic
Foundation for Ecology and Environmental Sciences (IFEES) di Inggris.
Instrumen tersebut mengintegrasikan nilai-nilai Tauhid, Fitrah, Mizan, dan
Khalifah dalam kerangka pengukuran literasi ekologi yang selama ini banyak
dipengaruhi oleh teori Barat seperti New Environmental Paradigm (NEP)
dan Environmental Attitude Inventory (EAI).
Dengan menggunakan pendekatan Research and Development (R&D) model MEASURE (Kalkbrenner, 2021), penelitian ini mengembangkan 40 butir pernyataan berskala Likert lima poin yang diuji kepada 150 mahasiswa PTKIN. Hasil validasi oleh tujuh pakar teologi Islam dan ekologi menunjukkan nilai Aiken’s V sebesar 0,9333, yang menandakan tingkat kesahihan sangat tinggi. Analisis reliabilitas menghasilkan Cronbach’s Alpha sebesar 0,717, dengan 12 faktor utama yang menjelaskan lebih dari 50% variansi data, menunjukkan bahwa kesadaran ekoteologis bersifat multidimensi.


Zulfah
menegaskan bahwa hasil riset ini dapat menjadi instrumen efektif dalam mengukur
integrasi nilai spiritual dan ekologis di lingkungan pendidikan Islam. Ia juga
merekomendasikan agar penelitian lanjutan memperluas konteks antaruniversitas
dan menggunakan analisis lanjutan seperti Confirmatory Factor Analysis (CFA)
atau Structural Equation Modeling (SEM) untuk memperkuat validitas
konstruk.
“Kesadaran
ekoteologis harus ditumbuhkan sejak dini, terutama di lingkungan akademik
Islam, karena menjaga bumi adalah bagian dari ibadah,” tegasnya menutup
presentasi dengan ajakan inspiratif, “Let’s be Earth’s Superheroes!”
Partisipasi
dosen STAIN SAR Kepri dalam AICIS+ 2025 ini menjadi bukti nyata kiprah kampus
dalam forum akademik internasional. Selain memperkuat reputasi kelembagaan,
keikutsertaan tersebut juga menegaskan komitmen STAIN SAR Kepri dalam
mengembangkan riset multidisipliner yang mengintegrasikan nilai Islam, ekologi,
dan kemanusiaan menuju masa depan yang berkeadilan dan berkelanjutan. (LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN