السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Integrasi Nilai Edukatif dan Kearifan Lokal, Dosen Prodi HES STAIN SAR Kepri Giatkan Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Batik

  • 28 Oktober 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 106
Kabar Prodi

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam upaya memperkuat peran akademisi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal, Dosen Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, M. Azmi, M.E., menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Perempuan yang diselenggarakan di Balai Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, pada Selasa (28/10/2025).

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plt. Camat Teluk Sebong, Nuraini, S.Sos., Penjabat Kepala Desa Sebong Lagoi, Syamsul Kamal, perwakilan Dinas Pemberdayaan Desa, Aji, Babinsa setempat, serta Ketua PKK Desa Sebong Lagoi, Yani Royani, beserta para anggota PKK.

Dalam sambutannya, Plt. Camat Teluk Sebong, Nuraini, S.Sos., menyampaikan bahwa pelatihan membatik ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan ekonomi perempuan di Desa Sebong Lagoi. Ia menambahkan, meskipun Kabupaten Bintan telah memiliki beberapa sentra batik, namun Desa Sebong Lagoi memiliki keunikan dan potensi khas yang perlu dikembangkan sebagai identitas lokal.


Sementara itu, Penjabat Kepala Desa Sebong Lagoi, Syamsul Kamal, menegaskan bahwa pelatihan ini ditujukan untuk memberdayakan para ibu rumah tangga agar mampu meningkatkan ekonomi keluarga melalui kegiatan produktif berbasis keterampilan membatik.

“Kegiatan ini diharapkan menjadi langkah awal bagi ibu-ibu dalam mengembangkan potensi ekonomi dari rumah masing-masing,” ujarnya.

Sebagai narasumber, M. Azmi, M.E., dosen Prodi Hukum Ekonomi Syariah STAIN SAR Kepri, menyampaikan pentingnya pelatihan pemberdayaan perempuan sebagai bentuk penguatan kapasitas ekonomi kreatif dan pelestarian budaya lokal. Ia menekankan bahwa keterlibatan perempuan dalam kegiatan membatik tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga pada upaya memperkaya ragam corak batik khas Kepulauan Riau.


Ketua PKK Desa Sebong Lagoi, Yani Royani, turut memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa pelatihan ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para ibu, dalam mengasah kreativitas dan membuka peluang ekonomi baru.

“Jika ibu-ibu tekun dan konsisten dalam membatik, hasilnya pasti akan berdampak positif bagi perekonomian keluarga,” ungkapnya dengan penuh harap.

Melalui kegiatan ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menunjukkan komitmennya dalam mendukung pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan dan kearifan lokal. Diharapkan, pelatihan ini dapat menjadi wadah kolaboratif antara lembaga pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya bangsa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui karya batik khas Kepri. (LF/Azmi)