السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam upaya memperkuat peran akademisi perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat berbasis kearifan lokal, Dosen Program Studi Hukum Ekonomi Syariah (HES) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, M. Azmi, M.E., menjadi narasumber dalam kegiatan Pelatihan Pemberdayaan Perempuan yang diselenggarakan di Balai Desa Sebong Lagoi, Kecamatan Teluk Sebong, Kabupaten Bintan, pada Selasa (28/10/2025).
Kegiatan
ini turut dihadiri oleh Plt. Camat Teluk Sebong, Nuraini, S.Sos., Penjabat
Kepala Desa Sebong Lagoi, Syamsul Kamal, perwakilan Dinas Pemberdayaan Desa,
Aji, Babinsa setempat, serta Ketua PKK Desa Sebong Lagoi, Yani Royani, beserta
para anggota PKK.
Dalam sambutannya, Plt. Camat Teluk Sebong, Nuraini, S.Sos., menyampaikan bahwa pelatihan membatik ini merupakan langkah strategis dalam meningkatkan ekonomi perempuan di Desa Sebong Lagoi. Ia menambahkan, meskipun Kabupaten Bintan telah memiliki beberapa sentra batik, namun Desa Sebong Lagoi memiliki keunikan dan potensi khas yang perlu dikembangkan sebagai identitas lokal.


Sementara
itu, Penjabat Kepala Desa Sebong Lagoi, Syamsul Kamal, menegaskan bahwa
pelatihan ini ditujukan untuk memberdayakan para ibu rumah tangga agar mampu
meningkatkan ekonomi keluarga melalui kegiatan produktif berbasis keterampilan
membatik.
“Kegiatan
ini diharapkan menjadi langkah awal bagi ibu-ibu dalam mengembangkan potensi
ekonomi dari rumah masing-masing,” ujarnya.
Sebagai narasumber, M. Azmi, M.E., dosen Prodi Hukum Ekonomi Syariah STAIN SAR Kepri, menyampaikan pentingnya pelatihan pemberdayaan perempuan sebagai bentuk penguatan kapasitas ekonomi kreatif dan pelestarian budaya lokal. Ia menekankan bahwa keterlibatan perempuan dalam kegiatan membatik tidak hanya berorientasi pada peningkatan pendapatan, tetapi juga pada upaya memperkaya ragam corak batik khas Kepulauan Riau.


Ketua
PKK Desa Sebong Lagoi, Yani Royani, turut memberikan apresiasi atas
terselenggaranya kegiatan ini. Ia menyatakan bahwa pelatihan ini sangat
bermanfaat bagi masyarakat, khususnya para ibu, dalam mengasah kreativitas dan
membuka peluang ekonomi baru.
“Jika
ibu-ibu tekun dan konsisten dalam membatik, hasilnya pasti akan berdampak
positif bagi perekonomian keluarga,” ungkapnya dengan penuh harap.
Melalui
kegiatan ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menunjukkan komitmennya
dalam mendukung pengabdian masyarakat berbasis pemberdayaan dan kearifan lokal.
Diharapkan, pelatihan ini dapat menjadi wadah kolaboratif antara lembaga
pendidikan tinggi dan pemerintah daerah dalam melestarikan warisan budaya
bangsa sekaligus memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui karya batik
khas Kepri. (LF/Azmi)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN