السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau terus menunjukkan langkah strategis dalam memperluas layanan pendidikan tinggi Islam. Salah satunya melalui persiapan pembukaan Program Studi Magister (S2) Studi Islam yang digelar pada Selasa, 21 Oktober 2025, bertempat di Ruang Rapat Dosen Gedung Kuliah Terpadu STAIN SAR Kepri.
Kegiatan
tersebut dihadiri oleh unsur pimpinan dan seluruh tim penyusun borang Prodi
Magister Studi Islam, yang secara kolektif membahas kesiapan akademik,
administratif, serta sarana dan prasarana dalam rangka memenuhi standar
pendirian program magister di lingkungan STAIN SAR Kepri.
Dalam
arahannya, Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menegaskan
bahwa pembukaan dan penambahan program studi magister merupakan langkah awal
menuju pembentukan Program Pascasarjana STAIN SAR Kepri. Ia menekankan
pentingnya kesiapan menyeluruh baik dari sisi sumber daya dosen, tenaga
kependidikan, maupun kelengkapan dokumen akademik.
“Kita
harus memastikan seluruh komponen pendukung, mulai dari dosen, staf, hingga
dokumen borang, tersusun dengan rapi dan sesuai ketentuan. Ini bukan sekadar
membuka program baru, tetapi juga membangun pondasi kuat bagi berdirinya
Program Pascasarjana STAIN SAR Kepri di masa mendatang,” ungkapnya.
Dalam rapat tersebut, Ketua juga memberikan arahan teknis mengenai pembagian tugas personel dalam penyusunan borang, penyiapan ruang program studi, laboratorium, perpustakaan, serta ruang belajar mandiri mahasiswa. Ia menegaskan pentingnya koordinasi lintas unit untuk memastikan seluruh aspek pendukung akreditasi dapat dipenuhi sesuai standar Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam.


Rapat
turut diisi dengan pemaparan dari tim Pusat Penjaminan Mutu (P2M) mengenai
empat komponen utama yang harus dipenuhi dalam borang usulan, yaitu ketersediaan
SDM dosen dan tenaga kependidikan, kelengkapan dokumen kurikulum dan sistem
pembelajaran, sarana-prasarana pendukung, serta arah pengembangan akademik
berbasis riset dan teknologi.
Dalam
konteks akademik, Dr. Faisal juga menyoroti pentingnya kekhasan (distingsi)
Prodi Magister Studi Islam, yang akan diarahkan pada integrasi kajian tafsir,
komunikasi Islam, dan pemikiran Islam kontemporer, sejalan dengan arah pengembangan kelembagaan STAIN
SAR Kepri untuk menjadi pusat studi Islam yang unggul dan relevan dengan
perkembangan zaman.
Selain
pembahasan substansi akademik, rapat ini juga menyoroti aspek teknis seperti penataan
ruang akreditasi, penyediaan ruang pimpinan prodi, dan peninjauan fasilitas
laboratorium tafsir serta ruang baca mahasiswa. Seluruh tim sepakat untuk
menuntaskan persiapan dalam waktu singkat agar proses peninjauan oleh asesor
dapat berjalan lancar.
Dengan dilaksanakannya rapat persiapan ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan kapasitas kelembagaan dan memperluas akses pendidikan tinggi Islam. Pembukaan Program Magister Studi Islam diharapkan menjadi tonggak awal berdirinya Program Pascasarjana STAIN SAR Kepri, yang akan melahirkan sarjana dan peneliti Islam yang berwawasan global, moderat, dan berintegritas. (LF/Irza)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN