السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Dalam seminar sejarah yang digelar di STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. Anastasia Wiwik Swastiwi, M.A., akademisi dari Universitas Maritim Raja Ali Haji Tanjungpinang, mengulas secara mendalam mengenai perjanjian penting antara Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II dengan Pemerintah Kolonial Belanda. Ia menegaskan bahwa hasil kesepakatan tersebut merupakan fase penting dalam sejarah kepemimpinan dan politik daerah pada masa itu.
Menurut Dr. Anastasia, perjanjian yang dicapai antara Sultan Abdurrahman dan Belanda bukan semata-mata soal pengakuan kekuasaan, melainkan juga mencerminkan dinamika politik yang kompleks. Perjanjian tersebut menjadi tonggak penting dalam menyeimbangkan kepentingan lokal dan kolonial, serta memberikan ruang bagi Sultan untuk mempertahankan otoritas dan legitimasi kepemimpinannya.
"Kesepakatan ini merupakan hasil negosiasi yang strategis dan mencerminkan kematangan politik Sultan Abdurrahman dalam menghadapi tekanan kolonial," jelas Dr. Anastasia.
Lebih lanjut, Dr. Anastasia menyoroti fase penting kepemimpinan Sultan Abdurrahman yang terjadi saat kondisi politik sedang mengalami kekosongan kekuasaan di tangan Belanda. Ia menjelaskan bahwa dalam situasi tersebut, Sultan Abdurrahman mampu memanfaatkan momentum untuk memperkuat posisi dan stabilitas pemerintahan lokal.
"Kepemimpinan Sultan pada masa kekosongan kekuasaan Belanda ini menunjukkan ketangguhan dan kecerdasan politiknya dalam menjaga kesinambungan pemerintahan sekaligus memperkuat struktur sosial dan politik di Kepulauan Riau," tambahnya.
Dr. Anastasia menegaskan bahwa perlawanan Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II tidak hanya memiliki makna politik, tetap juga simbolik, sebagai representasi perjuangan mempertahankan jati diri dan kedaulatan melayu.
.jpeg)
Harapan digelar kegiatan ini dapat menjadi pijakan bagi akademisi dan masyarakat dalam memahami dinamika politik lokal, sekaligus memperkuat kesadaran akan pentingnya sejarah sebagai bagian dari identitas budaya dan nasional. (Gby/Tegar)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN