السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Rendra Setyadiharja: Perlawanan Sultan Abdurrahman Tunjukkan Strategi Politik Simbolik

  • 21 Oktober 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 230
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Beteraskan Ilmu – Tokoh Lembaga Adat Melayu (LAM) Kota Tanjungpinang, Rendra Setyadiharja, M.IP., menyoroti sisi strategis perjuangan Sultan Abdurrahman Muazzam Syah II dalam menghadapi kolonial Belanda. Hal tersebut disampaikannya dalam Seminar Sejarah Sultan Abdurrahman yang digelar di STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Selasa (21/10).

Menurut Rendra, strategi perlawanan Sultan Abdurrahman tidak hanya dilakukan secara fisik, tetapi juga melalui pendekatan politik dan simbolik yang cerdas. Hal ini terlihat dari sikap beliau dalam menghadapi berbagai perjanjian yang ditekan oleh Belanda, serta kemampuannya membaca situasi geopolitik Melayu saat itu.

"Perlawanan Sultan Abdurrahman tidak melulu dalam bentuk peperangan terbuka, tetapi juga melalui manuver politik dan simbol-simbol kekuasaan yang menunjukkan perlawanan halus namun tegas terhadap dominasi Belanda," ujar Rendra.

Ia menjelaskan bahwa pendekatan Sultan Abdurrahman sangat khas dan berbeda dibanding tokoh-tokoh lain di masa yang sama. Strategi ini menjadi warisan penting dalam memahami cara-cara perlawanan yang mengedepankan kecerdasan diplomasi dan ketahanan budaya.

Lebih lanjut, Rendra menyebutkan bahwa perjuangan Sultan Abdurrahman juga mendapat dukungan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk kelompok intelektual dan kebudayaan lokal seperti Rudisyah Club. Kelompok ini dikenal aktif dalam mengangkat kembali nilai-nilai perjuangan tokoh-tokoh Melayu, termasuk sosok Sultan Abdurrahman.


"Dukungan dari komunitas seperti Rudisyah Club menunjukkan bahwa semangat Sultan Abdurrahman tetap hidup dalam kalangan generasi muda. Ini penting untuk menjaga kesinambungan nilai-nilai perjuangan yang relevan hingga kini," tambahnya. (Gby/Tegar/Rendra)