السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Jakarta, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Menteri Agama Republik Indonesia, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, MA., meraih apresiasi publik tertinggi dalam kategori kinerja menteri berdasarkan hasil survei nasional Poltracking Indonesia. Hasil survei bertajuk “Evaluasi Satu Tahun Kinerja Pemerintahan Prabowo-Gibran” tersebut dirilis pada Minggu (19/10/2025) melalui kanal YouTube Poltracking TV.
Dalam
survei yang melibatkan 1.220 responden di seluruh Indonesia dengan margin of
error ±2,9% dan tingkat kepercayaan 95%, Menteri Agama menempati peringkat
pertama dengan tingkat kepuasan publik sebesar 65,7%, terdiri atas 10,8%
responden yang menyatakan sangat puas dan 54,9% puas terhadap kinerja
Kementerian Agama.
Direktur
Eksekutif Poltracking Indonesia, Hanta Yuda AR, menjelaskan bahwa capaian ini
menunjukkan kepercayaan publik terhadap kepemimpinan dan kinerja Kementerian
Agama dalam menjaga stabilitas keagamaan dan memperkuat moderasi beragama di
Indonesia.
“Sepuluh besar pejabat dengan apresiasi kinerja tertinggi versi publik, yang menempati posisi pertama adalah Menteri Agama,” ungkap Hanta Yuda dalam paparannya.

Posisi
berikutnya diisi oleh Menpora Erick Thohir (63,5%), Menteri Keuangan Purbaya
Yudhi Sadewa (61,2%), Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono (61%), dan Panglima
TNI Agus Subiyanto (60,2%). Hasil ini mencerminkan kombinasi antara
profesionalisme teknokratik dan keberhasilan komunikasi publik dari
masing-masing kementerian.
Selain
mengukur kinerja para menteri, survei Poltracking Indonesia juga menyoroti
keberhasilan pemerintahan dalam menangani isu-isu strategis nasional. Lima
capaian tertinggi yang mendapat apresiasi publik meliputi: menjaga kerukunan
antarumat beragama (86,7%), menjaga keagamaan (80,2%), memperkuat persatuan dan
kesatuan bangsa (77,1%), menyediakan pendidikan terjangkau (76,8%), dan layanan
kesehatan yang merata (76%).
“Keberhasilan terbesar pemerintahan saat ini adalah dalam menjaga harmoni dan kerukunan umat beragama, yang menjadi fondasi penting bagi stabilitas nasional,” tambah Hanta Yuda.
Namun demikian, Poltracking juga mencatat bahwa tantangan utama pemerintah masih terletak pada penciptaan lapangan kerja dan pengurangan angka pengangguran.

Menanggapi
hasil survei tersebut, Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H.
Muhammad Faisal, M.Ag., menyampaikan apresiasi atas capaian positif Kementerian
Agama. Ia menilai bahwa hasil ini menjadi cerminan nyata dari dedikasi Menteri
Agama dalam memperkuat peran agama sebagai sumber nilai moral dan integrasi
sosial bangsa.
“Keberhasilan
ini adalah wujud nyata dari kerja keras yang berakar pada nilai keislaman yang
moderat. Kementerian Agama di bawah kepemimpinan Prof. Nasaruddin Umar berhasil
menunjukkan bahwa moderasi beragama bukan hanya konsep, tetapi telah menjadi
gerakan yang nyata dalam menjaga harmoni bangsa,” ujar Dr. Faisal.
Lebih
lanjut, Ketua STAIN SAR Kepri menegaskan bahwa apresiasi publik terhadap
Kementerian Agama juga berdampak positif bagi lembaga pendidikan keagamaan. Ia
berharap semangat reformasi birokrasi dan profesionalisme yang ditunjukkan
Kemenag dapat menjadi inspirasi bagi PTKIN seluruh Indonesia dalam meningkatkan
kualitas pelayanan pendidikan dan pengelolaan kelembagaan.
“Capaian
ini menjadi motivasi bagi seluruh insan pendidikan Islam untuk terus bekerja
dengan dedikasi dan integritas. Kinerja yang baik bukan hanya hasil kerja
keras, tetapi juga kerja ikhlas dan kolaboratif,” pungkasnya. (Humas)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN