السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Prodi Magister MPI STAIN SAR Kepri Gelar Webinar “AI untuk Riset dan Publikasi” Bersama Pakar UNM, Dorong Literasi Digital Akademik

  • 20 Oktober 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 335
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menyelenggarakan Webinar Nasional bertajuk “Pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) untuk Riset dan Publikasi” pada Senin (20/10/2025). Kegiatan ini menghadirkan narasumber utama Dr. Andi Asrifan, M.Pd. dari Universitas Negeri Makassar (UNM), seorang pakar pendidikan dan peneliti produktif yang telah mempublikasikan lebih dari 75 artikel terindeks Scopus dalam kurun waktu 10 bulan.

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting tersebut diikuti oleh dosen dan mahasiswa Magister MPI STAIN SAR Kepri.

Dalam sambutannya, Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menyampaikan apresiasi dan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan ilmiah ini. Ia menekankan pentingnya kemampuan literasi digital dan pemanfaatan teknologi AI dalam mendukung produktivitas penelitian di lingkungan akademik.

“Kita patut berterima kasih kepada Dr. Andi Asrifan yang telah berkenan berbagi ilmu dan pengalaman luar biasa tentang bagaimana teknologi AI dapat membantu mempercepat proses penulisan, memperkuat pemikiran ilmiah, dan meningkatkan kualitas publikasi akademik. Ini menjadi bekal penting, terutama bagi mahasiswa pascasarjana yang tengah menulis tesis maupun bagi dosen dalam memenuhi kinerja tridarma dan akreditasi institusi,” ujar Dr. Faisal.


Sementara itu, Plt. Ketua Prodi Magister MPI, Dr. Fadhila Yonata, M.Pd., dalam pengantarnya menegaskan bahwa webinar ini merupakan bentuk implementasi program akademik yang berorientasi pada capacity building di bidang penelitian dan publikasi.

“Melalui kegiatan ini, kami ingin membuka ruang pembelajaran baru agar civitas academica STAIN SAR Kepri mampu beradaptasi dengan perkembangan riset digital. Kehadiran narasumber yang berpengalaman internasional diharapkan dapat menginspirasi para mahasiswa dan dosen untuk lebih produktif dalam menulis dan mempublikasikan karya ilmiah,” tuturnya.

Dalam sesi pemaparannya, Dr. Andi Asrifan, M.Pd. menjelaskan secara komprehensif berbagai aspek penerapan Artificial Intelligence dalam dunia penelitian. Ia menegaskan bahwa AI bukanlah ancaman bagi akademisi, melainkan mitra strategis dalam meningkatkan efisiensi dan kualitas riset.

“AI kini menjadi sahabat baru para peneliti. Teknologi ini dapat membantu dalam berbagai tahap penelitian; mulai dari pencarian literatur, analisis data, penyusunan artikel, hingga publikasi di jurnal ilmiah. Namun, penggunaannya harus tetap etis, bijak, dan tidak menggantikan peran intelektualitas manusia,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dr. Andi mencontohkan beberapa aplikasi berbasis AI yang bermanfaat bagi peneliti, seperti ChatGPT, Scite.AI, Elicit, dan Jenni AI, yang dapat digunakan untuk meringkas literatur, menyusun outline artikel, melakukan analisis data, hingga menemukan jurnal sasaran yang relevan. Ia juga mengingatkan pentingnya keterampilan dalam prompt engineering agar hasil kerja AI lebih akurat dan ilmiah.

Selain itu, ia menyoroti pentingnya pemahaman terhadap etika akademik dalam penggunaan AI.

“AI tidak boleh menjadi alat untuk menyalin atau menggantikan karya ilmiah manusia. Perannya adalah membantu peneliti berpikir lebih sistematis, bukan menggantikan proses berpikir itu sendiri. Karena itu, penguasaan etika dan critical thinking tetap menjadi kunci,” tegasnya.


Kegiatan yang berlangsung interaktif ini diakhiri dengan sesi tanya jawab antara peserta dan narasumber, membahas topik-topik seperti pemanfaatan machine learning dalam riset pendidikan, strategi publikasi di jurnal bereputasi, serta integrasi teknologi AI dalam metodologi penelitian kualitatif dan kuantitatif.

Melalui kegiatan ini, STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menegaskan komitmennya untuk terus berinovasi dalam penguatan riset berbasis teknologi digital. Integrasi antara human intelligence dan artificial intelligence diharapkan dapat memperkuat budaya akademik yang kreatif, produktif, dan berdaya saing global di lingkungan kampus Islam negeri Kepulauan Riau. (LF/Gby)