السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Lewat Siaran di RRI, Mahasiswa KPI STAIN SAR Kepri Angkat Cita Rasa Melayu

  • 09 Oktober 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 98
Kegiatan Mahasiswa

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau yang tengah menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di RRI Tanjungpinang kembali menunjukkan kreativitas dan kemampuan komunikasinya. Melalui program Programa 4 RRI Tanjungpinang, mereka tampil dalam sesi tandem siaran dengan mengangkat tema “Cita Rasa Melayu”, pada Kamis (9/10/2025).

Dalam program siaran tersebut, para mahasiswa berdialog ringan namun berbobot mengenai beragam kuliner khas Melayu seperti nasi lemak, laksa, pekdos, kerupuk atom, masak asam pedas, hingga lendot, yang menjadi representasi kekayaan rasa dan budaya masyarakat Kepulauan Riau. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif dan informatif, mahasiswa tidak hanya mengenalkan bahan dan proses pembuatan kuliner tersebut, tetapi juga mengungkap nilai budaya dan filosofi yang terkandung di dalamnya.

Pembahasan tersebut menyoroti bahwa makanan Melayu bukan sekadar soal cita rasa, melainkan juga sarana memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual masyarakat. Dalam setiap hidangan, tersimpan makna tentang kebersamaan, kekeluargaan, dan kehangatan hubungan sosial yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Melayu.


Secara umum, kuliner Melayu dikenal dengan perpaduan rasa manis, asam, pedas, dan lemak yang khas di setiap daerah. Namun demikian, beberapa jenis makanan tradisional mulai jarang ditemukan karena semakin sedikitnya generasi muda yang mampu mengolahnya menggunakan resep dan bumbu asli Melayu. Melalui siaran ini, mahasiswa turut mendorong kesadaran kolektif untuk melestarikan kuliner tradisional sebagai bagian dari warisan budaya daerah.

Salah satu mahasiswa PPL, Rosmawati, menyampaikan kesan dan manfaat dari pengalaman tampil dalam program siaran tersebut.

“Lewat kegiatan ini, kami belajar bagaimana menyampaikan informasi secara mengalir dan mudah dipahami. Karena sudah beberapa kali diajak tandem, kami mulai terbiasa dengan suasana siaran di radio,” ungkapnya.


Kegiatan tandem siaran ini menjadi media pembelajaran praktis bagi mahasiswa KPI dalam memahami dinamika penyiaran secara langsung di lapangan. Melalui pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan berbicara dan berpikir kritis, tetapi juga belajar membangun kepercayaan diri, kerja sama tim, dan adaptasi dengan ritme kerja dunia penyiaran profesional.

Selain memperkaya pengalaman akademik, kegiatan ini juga merefleksikan peran aktif mahasiswa STAIN SAR Kepri dalam mengangkat nilai budaya lokal melalui media komunikasi modern. Dengan mengusung tema kuliner Melayu, mahasiswa KPI turut berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah serta memperkuat identitas keislaman dan kemelayuan yang menjadi karakter kampus STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau. (LF/Mahda)