السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau yang tengah menjalani Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di RRI Tanjungpinang kembali menunjukkan kreativitas dan kemampuan komunikasinya. Melalui program Programa 4 RRI Tanjungpinang, mereka tampil dalam sesi tandem siaran dengan mengangkat tema “Cita Rasa Melayu”, pada Kamis (9/10/2025).
Dalam
program siaran tersebut, para mahasiswa berdialog ringan namun berbobot
mengenai beragam kuliner khas Melayu seperti nasi lemak, laksa, pekdos, kerupuk
atom, masak asam pedas, hingga lendot, yang menjadi representasi kekayaan rasa
dan budaya masyarakat Kepulauan Riau. Dengan gaya penyampaian yang komunikatif
dan informatif, mahasiswa tidak hanya mengenalkan bahan dan proses pembuatan
kuliner tersebut, tetapi juga mengungkap nilai budaya dan filosofi yang
terkandung di dalamnya.
Pembahasan tersebut menyoroti bahwa makanan Melayu bukan sekadar soal cita rasa, melainkan juga sarana memperkuat nilai-nilai sosial dan spiritual masyarakat. Dalam setiap hidangan, tersimpan makna tentang kebersamaan, kekeluargaan, dan kehangatan hubungan sosial yang menjadi ciri khas kehidupan masyarakat Melayu.


Secara
umum, kuliner Melayu dikenal dengan perpaduan rasa manis, asam, pedas, dan
lemak yang khas di setiap daerah. Namun demikian, beberapa jenis makanan
tradisional mulai jarang ditemukan karena semakin sedikitnya generasi muda yang
mampu mengolahnya menggunakan resep dan bumbu asli Melayu. Melalui siaran ini,
mahasiswa turut mendorong kesadaran kolektif untuk melestarikan kuliner
tradisional sebagai bagian dari warisan budaya daerah.
Salah
satu mahasiswa PPL, Rosmawati, menyampaikan kesan dan manfaat dari pengalaman
tampil dalam program siaran tersebut.
“Lewat kegiatan ini, kami belajar bagaimana menyampaikan informasi secara mengalir dan mudah dipahami. Karena sudah beberapa kali diajak tandem, kami mulai terbiasa dengan suasana siaran di radio,” ungkapnya.


Kegiatan
tandem siaran ini menjadi media pembelajaran praktis bagi mahasiswa KPI
dalam memahami dinamika penyiaran secara langsung di lapangan. Melalui
pengalaman tersebut, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan berbicara dan
berpikir kritis, tetapi juga belajar membangun kepercayaan diri, kerja sama
tim, dan adaptasi dengan ritme kerja dunia penyiaran profesional.
Selain
memperkaya pengalaman akademik, kegiatan ini juga merefleksikan peran aktif
mahasiswa STAIN SAR Kepri dalam mengangkat nilai budaya lokal melalui media
komunikasi modern. Dengan mengusung tema kuliner Melayu, mahasiswa KPI turut
berkontribusi dalam pelestarian budaya daerah serta memperkuat identitas
keislaman dan kemelayuan yang menjadi karakter kampus STAIN Sultan Abdurrahman
Kepulauan Riau. (LF/Mahda)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN