السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Perkuat Inovasi Pedagogis di Era Digital, Dosen TBI STAIN SAR Kepri Paparkan Riset Game-Based Learning di ELITE International Conference

  • 09 Oktober 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 266
Berita Utama

Malang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali menunjukkan eksistensi dan kontribusinya di kancah akademik nasional melalui partisipasi dosennya sebagai presenter pada The 13th ELITE International Conference yang diselenggarakan di Universitas Islam Negeri (UIN) Maulana Malik Ibrahim Malang pada 6–8 Oktober 2025.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Asosiasi ELITE (English Lecturers of Islamic Higher Education) ini merupakan forum ilmiah bergengsi bagi para dosen, peneliti, dan akademisi dari berbagai perguruan tinggi Islam di Indonesia untuk mendiskusikan inovasi dan hasil penelitian di bidang pendidikan Bahasa Inggris.

Dalam konferensi tersebut, Taqiyuddin, M.Pd., dosen Program Studi Tadris Bahasa Inggris STAIN SAR Kepri, tampil sebagai presenter dengan memaparkan hasil penelitiannya berjudul “Game-Based Learning to Teach Writing: Learning Designs for EFL Tertiary Students.”

Melalui paparannya, Taqiyuddin menjelaskan desain pembelajaran menulis berbasis permainan (game-based learning) yang dirancang untuk meningkatkan motivasi dan kemampuan menulis mahasiswa EFL (English as a Foreign Language). Pendekatan ini tidak hanya menumbuhkan minat belajar bahasa Inggris secara aktif dan kreatif, tetapi juga sejalan dengan prinsip pembelajaran abad ke-21 yang menekankan kolaborasi, komunikasi, dan berpikir kritis.


Menurutnya, penerapan game-based learning menjadi salah satu inovasi pedagogis yang relevan dalam menghadapi tantangan era digital di dunia pendidikan.

“Model ini memberi ruang bagi mahasiswa untuk belajar dengan cara yang menyenangkan, reflektif, dan kontekstual, sehingga mereka dapat mengekspresikan ide secara lebih bebas dalam bahasa Inggris,” ungkapnya.

Partisipasi STAIN SAR Kepri dalam konferensi internasional ini menjadi bagian dari komitmen kampus dalam memperkuat Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pada bidang penelitian dan pengembangan keilmuan. Melalui forum ilmiah seperti ELITE Conference, dosen-dosen STAIN SAR Kepri didorong untuk memperluas jejaring akademik, berbagi praktik baik dalam pembelajaran, serta memperkaya kontribusi lembaga dalam pengembangan pendidikan Bahasa Inggris berbasis nilai-nilai keislaman.

Selain menjadi ajang pertukaran gagasan ilmiah, keikutsertaan STAIN SAR Kepri juga mempertegas posisi kampus sebagai lembaga pendidikan tinggi Islam yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing di tingkat nasional. Dengan semangat Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu, partisipasi ini diharapkan menjadi inspirasi bagi sivitas akademika untuk terus menumbuhkan budaya riset dan publikasi ilmiah yang produktif. (LF/TQ)