السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Implementasi Ilmu Kewirausahaan lewat Kebun Sekolah, Mahasiswa PPL STAIN SAR Kepri Asah Jiwa Entrepreneur Santri Ponpes Syaikh Zainuddin

  • 02 Oktober 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 88
Kegiatan Mahasiswa

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Pondok Pesantren Syaikh Zainuddin Nahdlatul Wathan Bintan melaksanakan kegiatan bertajuk “Mengasah Jiwa Entrepreneur dan Pengembangan Kreativitas Siswa Lewat Kebun Sekolah” pada Kamis (2/10/2025). Kegiatan ini dihadiri oleh Pimpinan Pondok Pesantren, Ustadz Saepuddin, M.Ag., para ustadz pondok, mahasiswa PPL STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, serta seluruh santri dan santriwati.

Kegiatan ini merupakan bagian dari praktik langsung mata pelajaran Entrepreneur yang berfokus pada edukasi kewirausahaan dan pengelolaan sumber daya alam secara berkelanjutan. Para santri tidak hanya melaksanakan kegiatan panen, tetapi juga melakukan penanaman bibit pohon baru dan pemberian pupuk sebagai bentuk pemeliharaan serta pengembangan kebun sekolah. Dengan keterlibatan aktif tersebut, para santri diharapkan mampu memahami secara nyata proses usaha mulai dari perawatan hingga panen, sekaligus mengasah keterampilan manajemen usaha sejak dini.

Selain sebagai sarana pembelajaran praktis, kegiatan ini juga menanamkan nilai tanggung jawab, kedisiplinan, dan kerja sama. Melalui interaksi langsung dengan alam, para santri memperoleh pengalaman aplikatif yang mendukung pembentukan karakter mandiri sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Pimpinan Pondok Pesantren, Ustadz Saepuddin, M.Ag., memberikan apresiasi atas semangat para santri dalam mengikuti kegiatan ini. Menurutnya, integrasi antara pembelajaran teori dan praktik lapangan merupakan langkah strategis untuk menyiapkan generasi muda yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik dan keagamaan, tetapi juga memiliki keterampilan hidup yang relevan dengan kebutuhan masyarakat.


Perwakilan mahasiswa PPL STAIN SAR Kepri turut menyampaikan bahwa keterlibatan mereka dalam kegiatan ini menjadi pengalaman berharga dalam mengaplikasikan ilmu yang diperoleh di bangku kuliah.

“Pendampingan terhadap santri dalam pengelolaan kebun sekolah merupakan bentuk kontribusi nyata mahasiswa dalam mendukung pendidikan kewirausahaan berbasis pesantren. Melalui kegiatan ini, kami juga belajar tentang kepemimpinan, kerja sama, serta tanggung jawab sosial,” ujarnya.

Lebih jauh, ia berharap kegiatan semacam ini dapat terus dikembangkan di masa mendatang. Dengan demikian, pengelolaan kebun sekolah bukan hanya memberi manfaat bagi pondok pesantren, tetapi juga menjadi wahana pembentukan jiwa entrepreneur santri yang berorientasi pada kemandirian, kepedulian lingkungan, serta kesiapan menjadi pemimpin yang berkontribusi positif bagi pembangunan masyarakat. (LF/Aqilah)