السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Batam, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau yang tengah melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Tribun Batam menunjukkan implementasi nyata ilmu jurnalistik yang telah mereka pelajari.
Tidak
hanya terbatas pada praktik penulisan berita, para mahasiswa ini hadir langsung
di tengah masyarakat untuk menyuarakan berbagai persoalan publik. Sejumlah isu
yang mereka liput bersama masyarakat mencakup aspirasi petugas kebersihan,
persoalan buruh, hingga keluhan ibu rumah tangga terkait kebijakan program MBG.
Kehadiran mahasiswa PPL KPI memberi ruang baru bagi suara rakyat agar dapat
tersampaikan lebih luas melalui karya jurnalistik yang kritis dan berimbang.
Salah
satu testimoni datang dari Doddy Iskandar, petugas kebersihan asal Sumatera
Selatan, yang merasa terbantu dengan adanya pemberitaan mahasiswa PPL.
“Saya
sebetulnya baru tahu mereka ini mahasiswa PPL. Saya kira sudah lama bekerja di
Tribun. Saya sangat berterima kasih karena sudah menjadi penyalur suara hati
kami,” ungkapnya Kamis, (2/10/2025).
Hal
serupa disampaikan Mulyani, seorang pengelola kantin SMP Negeri 028 Batam. Ia
mengapresiasi semangat mahasiswa PPL KPI dalam menyuarakan persoalan
masyarakat.
“Kalau semua mahasiswa, semua wartawan seperti kalian ini, saya mau anak saya juga seperti kalian, berakhlak dan berbudi luhur. Bahkan saya berniat mendaftarkan putri saya ke STAIN SAR Kepri,” ujarnya.


Sementara
itu, mahasiswa PPL KPI, Muhammad Yusril, menuturkan bahwa pengalaman meliput di
lapangan telah membuka wawasan baru bagi mereka tentang peran jurnalistik.
“Banyak
persoalan yang butuh disuarakan dan ini membuka mata kami. Di sini kami merasa
peran jurnalistik bukan hanya soal menulis, tapi juga menjadi jembatan aspirasi
masyarakat,” jelasnya.
Melalui
liputan langsung, mahasiswa tidak hanya belajar teknik menggali fakta dan
menyampaikan informasi yang akurat, tetapi juga mengasah kepekaan sosial dengan
mendengarkan keluh kesah masyarakat. Praktik ini membuktikan bahwa PPL bukan
sekadar rutinitas akademik, melainkan sarana pengabdian nyata yang memberi
manfaat bagi publik.
Masyarakat pun menyambut positif langkah mahasiswa KPI STAIN SAR Kepri ini karena merasa terbantu dengan adanya pihak yang mau mendengar dan menyalurkan aspirasi mereka. Ke depan, mahasiswa diharapkan mampu terus menjadi tombak suara masyarakat Kota Batam dengan karya jurnalistik yang kritis, beretika, dan membawa nilai kebermanfaatan. (LF/Rafli)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN