السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mahasiswa KPI STAIN SAR Kepri Wujudkan Jurnalisme Humanis, Jadi Penyalur Aspirasi Masyarakat Kota Batam

  • 02 Oktober 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 94
Kegiatan Mahasiswa

Batam, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau yang tengah melaksanakan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) di Tribun Batam menunjukkan implementasi nyata ilmu jurnalistik yang telah mereka pelajari.

Tidak hanya terbatas pada praktik penulisan berita, para mahasiswa ini hadir langsung di tengah masyarakat untuk menyuarakan berbagai persoalan publik. Sejumlah isu yang mereka liput bersama masyarakat mencakup aspirasi petugas kebersihan, persoalan buruh, hingga keluhan ibu rumah tangga terkait kebijakan program MBG. Kehadiran mahasiswa PPL KPI memberi ruang baru bagi suara rakyat agar dapat tersampaikan lebih luas melalui karya jurnalistik yang kritis dan berimbang.

Salah satu testimoni datang dari Doddy Iskandar, petugas kebersihan asal Sumatera Selatan, yang merasa terbantu dengan adanya pemberitaan mahasiswa PPL.

“Saya sebetulnya baru tahu mereka ini mahasiswa PPL. Saya kira sudah lama bekerja di Tribun. Saya sangat berterima kasih karena sudah menjadi penyalur suara hati kami,” ungkapnya Kamis, (2/10/2025).

Hal serupa disampaikan Mulyani, seorang pengelola kantin SMP Negeri 028 Batam. Ia mengapresiasi semangat mahasiswa PPL KPI dalam menyuarakan persoalan masyarakat.

“Kalau semua mahasiswa, semua wartawan seperti kalian ini, saya mau anak saya juga seperti kalian, berakhlak dan berbudi luhur. Bahkan saya berniat mendaftarkan putri saya ke STAIN SAR Kepri,” ujarnya.


Sementara itu, mahasiswa PPL KPI, Muhammad Yusril, menuturkan bahwa pengalaman meliput di lapangan telah membuka wawasan baru bagi mereka tentang peran jurnalistik.

“Banyak persoalan yang butuh disuarakan dan ini membuka mata kami. Di sini kami merasa peran jurnalistik bukan hanya soal menulis, tapi juga menjadi jembatan aspirasi masyarakat,” jelasnya.

Melalui liputan langsung, mahasiswa tidak hanya belajar teknik menggali fakta dan menyampaikan informasi yang akurat, tetapi juga mengasah kepekaan sosial dengan mendengarkan keluh kesah masyarakat. Praktik ini membuktikan bahwa PPL bukan sekadar rutinitas akademik, melainkan sarana pengabdian nyata yang memberi manfaat bagi publik.

Masyarakat pun menyambut positif langkah mahasiswa KPI STAIN SAR Kepri ini karena merasa terbantu dengan adanya pihak yang mau mendengar dan menyalurkan aspirasi mereka. Ke depan, mahasiswa diharapkan mampu terus menjadi tombak suara masyarakat Kota Batam dengan karya jurnalistik yang kritis, beretika, dan membawa nilai kebermanfaatan. (LF/Rafli)