السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Penguatan Kompetensi Pedagogik, Prodi PAI STAIN SAR Kepri Gelar Bimtek Pemanfaatan Media Inovatif

  • 30 September 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 244
Kabar Prodi

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Program Studi Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menyelenggarakan kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Kompetensi Pedagogik bagi dosen dan mahasiswa. Kegiatan ini dilaksanakan pada Selasa (30/9/2025) bertempat di Auditorium Razali Jaya dengan mengusung tema “Pemanfaatan Media untuk Pembelajaran yang Lebih Bermakna”.

Acara dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua I STAIN SAR Kepri, Aris Bintania, M.Ag. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguatan kompetensi pedagogik dosen dan mahasiswa, khususnya melalui pemanfaatan media pembelajaran yang inovatif. Menurutnya, perkembangan teknologi menuntut adanya penyesuaian strategi dalam proses pembelajaran agar tetap relevan dengan kebutuhan zaman.

“Pemanfaatan media bukan hanya soal mengikuti perkembangan teknologi, tetapi juga bagaimana menjadikannya sarana untuk menyampaikan ilmu dengan cara yang efektif, bermakna, dan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman,” ujarnya.


Hadir sebagai narasumber, Khairun Nahdi, S.Pd.I., memberikan materi terkait strategi penggunaan media pembelajaran. Ia menegaskan bahwa media tidak sekadar menjadi alat bantu, tetapi juga berfungsi sebagai jembatan yang memudahkan mahasiswa memahami materi secara lebih kontekstual dan aplikatif. Pemanfaatan media yang tepat diyakini mampu meningkatkan keterlibatan mahasiswa, memperkuat pemahaman, serta menumbuhkan pengalaman belajar yang berkesan.

Kegiatan ini disambut antusias oleh para dosen dan mahasiswa Prodi PAI. Melalui sesi interaktif, peserta diajak untuk mengeksplorasi berbagai bentuk media, baik konvensional maupun digital, serta mendiskusikan implementasinya dalam proses pembelajaran di kelas.

Dengan terselenggaranya kegiatan Bimtek ini, Prodi PAI STAIN SAR Kepri berharap dapat memperkuat kompetensi pedagogik civitas academica, sehingga pembelajaran yang dihadirkan tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga inspiratif, aplikatif, dan bermakna. (LF/Gby)