السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ketua STAIN Jadi Pembicara Utama pada The 4th Conference on Islamic Thought di UTHM Malaysia

  • 24 September 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 103
Berita Utama

Malaysia, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Ketua STAIN Kepri Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag menjadi pembicara dalam The 4th Conference on Islamic Thought yang diselenggarakan di Universiti Tun Hussein Onn Malaysia (UTHM). Acara ini mengangkat tema penting seputar pengembangan pemikiran Islam dan pendidikan tinggi dalam konteks kerja sama regional.

Dalam sesi presentasinya, Ketua STAIN Kepri menyampaikan tema “Allied Education: Opportunities and Strategies for the Future”, yang mengusung gagasan besar tentang sinergi pendidikan serumpun berbasis nilai kearifan lokal dan penguatan jejaring akademik internasional.

"Salah satu aspek terpenting dalam pengembangan pendidikan serumpun adalah mengangkat kearifan lokal, khususnya budaya kemelayuan, sebagai fondasi ide besar yang dapat memperkuat identitas dan daya saing pendidikan kita di masa depan," ujar Dr. Faisal. Beliau menambahkan, "Dengan memanfaatkan nilai-nilai lokal yang kaya ini, kita dapat membangun sistem pendidikan yang tidak hanya relevan secara akademik, tetapi juga memperkokoh jati diri bangsa."

Lebih lanjut, Dr. Faisal menawarkan peluang strategis berupa program double degree antara STAIN Kepri dan UTHM Malaysia untuk jenjang S2. Program ini dirancang agar alumni STAIN dapat melanjutkan pendidikan secara global dan mendapatkan gelar dari kedua institusi. "Peluang double degree ini membuka cakrawala baru bagi mahasiswa kami untuk berkembang secara akademik dan siap bersaing di kancah internasional," kata beliau.

Selain itu, dalam pemaparannya, Ketua STAIN Kepri menekankan pentingnya memahami Islam secara lebih luas. Tidak hanya sebagai ritual keagamaan, Islam juga harus dipahami sebagai ekoteologi yang menekankan tanggung jawab menjaga alam dan menciptakan perdamaian dunia. “Islam mengajarkan kita untuk menjaga keseimbangan alam dan menciptakan harmoni, yang menjadi kunci dalam menghadapi tantangan global seperti perubahan iklim dan konflik,” jelasnya.

Konsep unik lainnya yang turut disampaikan adalah pengembangan keilmuan “Lebah” yang tengah berkembang di STAIN Kepri. Ilmu ini dianggap strategis untuk membentuk pola pendidikan dan kepemimpinan masa depan yang inovatif dan berkelanjutan. “Keilmuan ‘Lebah’ kami kembangkan sebagai simbol kerja keras, kolaborasi, dan keberlanjutan, yang sangat relevan dengan tantangan pendidikan dan kepemimpinan di era modern,” tambah Dr. Faisal.

Konferensi ini dihadiri oleh berbagai tokoh akademik dan keagamaan terkemuka, antara lain Wakil Naib Canselor UTHM bidang Akademik dan Antarabangsa, Prof. Shabudin; Pengarah Lembaga Ahlussunnah Wal Jamaah Johor, Prof. Khairun Nizam; serta pensyarah Kolej Islam Brunei Darussalam, Dr. Mikdar. Selain itu, sejumlah dosen dan mahasiswa dari UTHM dan STAIN Kepri  juga turut hadir aktif berpartisipasi dalam diskusi.

Acara ini menjadi momentum penting dalam mempererat hubungan akademik dan keilmuan di kawasan Asia Tenggara, sekaligus membuka jalan bagi kolaborasi dan inovasi pendidikan berbasis nilai-nilai Islam dan budaya lokal. (Gby/LF)