السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mahasiswa PPL STAIN SAR Kepri Ikut Serta dalam Penguatan Literasi dan Kreativitas Murid SMPN 17 Bintan

  • 18 September 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 185
Kegiatan Mahasiswa

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau berpartisipasi aktif dalam kegiatan literasi bertajuk “Meningkatkan Literasi dan Kreativitas Murid melalui Berpidato, Mendongeng, Syair, Gurindam, Menulis Aksara Melayu, dan Menulis Cerpen”. Agenda ini berlangsung pada Kamis (18/9/2025) di SMP Negeri 17 Bintan dengan melibatkan guru, siswa-siswi, serta mahasiswa PPL STAIN SAR Kepri.

Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan literasi siswa yang mencakup keterampilan membaca, menulis, dan berbicara, sekaligus mengasah kreativitas serta imajinasi mereka melalui karya sastra dan seni. Lebih dari itu, program ini juga dimaksudkan sebagai upaya melestarikan budaya lokal, khususnya aksara Melayu, syair, dan gurindam, yang menjadi bagian dari identitas kultural masyarakat Kepulauan Riau.

Dalam kesempatan tersebut, Zakia, S.Pd., salah satu guru SMPN 17 Bintan, menyampaikan apresiasi atas antusiasme siswa dan dukungan yang diberikan oleh mahasiswa PPL STAIN SAR Kepri. Menurutnya, kegiatan literasi ini merupakan implementasi nyata dari kebijakan Kantor Bahasa yang mendorong pembudayaan bahasa ibu di sekolah.


"Dimana bumi dipijak, di situ langit dijunjung" menjadi landasan utama, yang bermakna bahwa setiap murid diajak untuk senantiasa menghargai, menggunakan, dan mengamalkan bahasa serta budaya daerah tempat mereka berada.

“Melalui kegiatan seperti berpidato, mendongeng, menulis syair, gurindam, aksara Melayu, dan cerpen, para murid tidak hanya meningkatkan kemampuan literasi dan kreativitas, tetapi juga turut berkontribusi dalam melestarikan kekayaan bahasa ibu sebagai identitas budaya bangsa,” ungkapnya.


Bagi mahasiswa PPL STAIN SAR Kepri, kegiatan ini menjadi momentum penting untuk mengaktualisasikan pengetahuan yang telah mereka peroleh di bangku kuliah, khususnya melalui mata kuliah Kemelayuan Islam, Tamadun Melayu, hingga Baca Tulis Arab Melayu. Keterlibatan mereka sekaligus menjadi bentuk kontribusi nyata dalam mendukung program literasi sekolah dan pelestarian budaya lokal.

Melalui kegiatan ini, diharapkan literasi tidak hanya dipahami sebatas keterampilan bahasa, tetapi juga menjadi sarana penanaman nilai-nilai kearifan lokal agar generasi muda tumbuh menjadi pribadi yang berbudaya, kreatif, dan menghargai keberagaman. (LF/Qorijah)