السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Dalam rangka meningkatkan literasi masyarakat terhadap penentuan awal bulan Hijriyah, Laboratorium Ilmu Falak STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Rukyatul Hilal Virtual berbasis Software Stellarium, pada Selasa (9/09). Kegiatan ini ditujukan khusus bagi masyarakat Kota Tanjungpinang dan sekitarnya sebagai bentuk edukasi dalam memahami metode penanggalan Islam secara astronomis.
Kegiatan ini ditaja oleh Kepala Laboratorium Ilmu Falak STAIN Sultan Abdurrahman Kepri, dan menghadirkan narasumber utama Hj. Titik Hindon, S.H., yang menjabat sebagai Sekretaris Satgas Halal Kanwil Kemenag Kepri serta Ketua Tim Urais dan Binsyar Kanwil Kemenag Kepri.
Dalam pemaparannya, Hj. Titik Hindon menjelaskan bahwa ilmu falak memiliki peran penting dalam kehidupan umat Islam, terutama dalam menentukan waktu-waktu ibadah seperti awal bulan Ramadhan, Syawal, dan Dzulhijjah.
“Kata ‘falak’ berasal dari bahasa Arab yang berarti orbit atau lintasan. Dalam keilmuan, istilah ini merupakan padanan dari astronomi, yaitu ilmu yang mempelajari peredaran benda-benda langit,” ungkapnya.

Beliau juga memperkenalkan berbagai instrumen dalam ilmu falak yang digunakan untuk observasi dan perhitungan astronomi, antara lain: kalkulator, komputer, GPS, kompas, Rubu’ Mujayyab, busur 360 derajat, altimeter, klinometer, theodolite, segitiga siku, serta aplikasi digital seperti GPS Test, Suncalc, Mooncalc, Mizwandroid, dan Mizwala.
Salah satu sesi utama dalam pelatihan ini adalah penggunaan software Stellarium, sebuah perangkat lunak simulasi langit yang memungkinkan pengguna untuk melihat posisi hilal secara real-time berdasarkan lokasi geografis tertentu. Melalui simulasi ini, peserta diajak memahami bagaimana hilal dapat diidentifikasi dan dianalisis secara ilmiah.

Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari peserta yang terdiri atas pelajar, mahasiswa, penyuluh agama, dan masyarakat umum. Diharapkan melalui pelatihan ini, masyarakat semakin memahami pentingnya integrasi antara ilmu pengetahuan dan ajaran agama, khususnya dalam penentuan kalender Hijriyah yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah. (Gby/Arbi/Anisa)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN