السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Program Studi Magister Manajemen Pendidikan Islam (MPI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melanjutkan rangkaian kegiatan matrikulasi mahasiswa baru pada hari kedua, Jumat (29/8/2025). Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber, yakni Kaprodi S2 MPI UIN Jambi, Dr. Ahmad Ridwan, M.Pd.I., serta Sekretaris Prodi Magister MPI STAIN SAR Kepri, Dr. Ramandha Rudwi Hantoro, M.Pd.I. Kehadiran Kaprodi S2 MPI UIN Jambi menjadi bagian dari implementasi Program Kerja Sama (PKS) antara Prodi Magister MPI STAIN SAR Kepri dan Prodi Magister MPI UIN Jambi.
Dalam
sesi awal, Dr. Ramandha menyampaikan pengantar mengenai hakikat dan ruang
lingkup manajemen pendidikan Islam. Ia menjelaskan bahwa manajemen berasal dari
kata managere yang berarti mengatur, mengelola, dan mengendalikan.
Sedangkan pendidikan Islam dipahami sebagai proses pendidikan yang berlandaskan
Al-Qur’an dan Sunnah untuk membentuk insan beriman, berilmu, dan berakhlak
mulia.
Lebih
lanjut, Dr. Ramandha menguraikan tiga pilar utama pendidikan Islam, yakni
keluarga sebagai basis pertama penanaman nilai, masjid sebagai pusat pembinaan
umat, serta sekolah/madrasah sebagai lembaga formal dalam menyiapkan generasi
muslim yang beriman dan berilmu. Ia juga menegaskan bahwa prinsip-prinsip
pendidikan Islam bersandar pada Al-Qur’an, antara lain amar ma’ruf nahi munkar
(QS. Ali Imran: 104), keseimbangan dunia dan akhirat (QS. Al-Baqarah: 201; QS.
Al-Qashash: 77), serta pembentukan pribadi beriman dan berilmu (QS.
Al-Mujadilah: 11).


Selain itu, Dr. Ramandha menekankan dimensi manajemen pendidikan Islam yang mencakup kepemimpinan, hubungan masyarakat, kurikulum, sarana prasarana, keuangan, dan manajemen sumber daya manusia. Menurutnya, seluruh aspek ini harus dikelola dengan berlandaskan nilai-nilai Islam agar pendidikan dapat melahirkan lulusan unggul dan berkarakter.
Memasuki
sesi inti, Dr. Ahmad Ridwan, M.Pd.I. menyoroti arah penelitian dalam bidang
MPI. Ia menekankan bahwa penelitian di tingkat magister harus fokus, tidak
melebar, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi pengembangan pendidikan
Islam.
“Judul penelitian harus singkat, padat, maksimal 16 kata, menggunakan bahasa ilmiah baku, dan mencerminkan arah penelitian yang jelas,” tegasnya.
Dr. Ahmad Ridwan juga menjelaskan bahwa ruang lingkup riset MPI mencakup berbagai aspek, seperti kelembagaan, kepemimpinan, pengembangan sumber daya manusia, kurikulum, strategi pembelajaran, hingga pemanfaatan teknologi digital dalam manajemen pendidikan Islam. Menurutnya, pendekatan psikologi manajemen juga penting agar seorang pemimpin mampu menyentuh hati bawahan, sehingga tercipta sinergi dalam mencapai tujuan lembaga.


Lebih
jauh, ia mendorong integrasi penelitian MPI dengan kearifan lokal. Nilai budaya
daerah yang selaras dengan ajaran Islam dinilai mampu memperkaya khazanah
penelitian serta menghasilkan model manajemen pendidikan yang adaptif sekaligus
berakar pada budaya bangsa.
Dalam
penutupannya, Dr. Ahmad Ridwan menekankan pentingnya penggunaan metodologi yang
tepat, baik kualitatif, kuantitatif, maupun mixed method, dengan tetap
menjaga kejujuran akademik dan menghindari bias penelitian. Ia menegaskan bahwa
MPI harus senantiasa adaptif terhadap perkembangan zaman, namun tetap teguh
pada nilai-nilai Islam sebagai fondasi utama.
Melalui
sesi matrikulasi hari kedua ini, mahasiswa Magister MPI STAIN SAR Kepri
diharapkan mampu mengembangkan riset yang tidak hanya memperkuat dasar
teoritis, tetapi juga memberikan solusi nyata atas tantangan pendidikan Islam
di Indonesia. Dengan demikian, MPI dapat berkontribusi dalam memperkokoh peran
pendidikan Islam dalam pembangunan bangsa dan pembentukan karakter generasi
muslim yang unggul. (LF/Fadhil)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN