السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

STAIN SAR Kepri dan Muhd Zuhaili Quran Centre Singapura Gelar Seminar Internasional, Bangun Tamadun Islam Melalui Quranisasi

  • 12 Agustus 2024
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 80
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sebagai tindak lanjut atas Nota Kesepahaman (MoU) antara Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dan Muhd Zuhaili Service & Quran Centre, Singapura, telah dilaksanakan kegiatan seminar internasional bertajuk “Membangun Tamadun Islam melalui Quranisasi”. Kegiatan ini diselenggarakan pada Senin, 12 Agustus 2024, bertempat di Auditorium Razali Jaya STAIN SAR Kepri.

Seminar ini bertujuan memperluas pengetahuan civitas academica mengenai karakteristik budaya dan keislaman antara Indonesia dan Singapura, sekaligus mempererat relasi intelektual antarnegara serumpun melalui pendekatan nilai-nilai Qur’ani. Kegiatan ini juga menjadi ruang strategis dalam menjembatani wawasan kebudayaan yang selaras dengan semangat membangun peradaban Islam berbasis integrasi ilmu dan nilai-nilai spiritualitas Al-Qur’an.

Hadir sebagai narasumber utama, Ust. Muhd Zuhaili dari Quran Centre Singapore, yang dikenal sebagai aktivis Quranisasi di Asia Tenggara, serta Ketua STAIN SAR Kepri, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., yang bertindak sebagai keynote speaker. Dalam pidatonya, Dr. Faisal menekankan bahwa proses membangun tamadun Islam tidak dapat dilepaskan dari peran sentral Al-Qur’an sebagai sumber inspirasi nilai, etika, dan arah pembangunan umat.

“Quranisasi adalah ikhtiar peradaban, bukan semata gerakan spiritual. Ketika Al-Qur’an hadir dalam kesadaran kolektif umat dan terimplementasi dalam praksis sosial, maka di sanalah tamadun Islam terbentuk dan berkembang,” tegasnya.


Sementara itu, Ust. Muhd Zuhaili dalam pemaparannya mengangkat pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai fondasi dalam membangun masyarakat yang berperadaban tinggi. Ia mengajak peserta untuk merefleksikan nilai-nilai Qur’ani dalam konteks sosial budaya masing-masing, sehingga kekayaan budaya dapat disatukan dalam visi keislaman yang inklusif dan progresif.

Para peserta seminar, yang terdiri dari mahasiswa, dosen, dan tamu undangan dari berbagai latar belakang, menyambut hangat kegiatan ini. Mereka memperoleh pemahaman baru mengenai kompleksitas budaya dan keislaman Indonesia-Singapura serta menyadari pentingnya pendekatan Qur’ani dalam membangun masyarakat madani yang harmonis dan beradab.

Kegiatan ini memperkuat komitmen STAIN SAR Kepri dalam membangun jejaring akademik internasional berbasis keislaman dan kebudayaan Melayu, serta menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang terbuka terhadap kolaborasi global dalam membangun peradaban Islam kontemporer. (Gby)