السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali menunjukkan peran aktifnya dalam penguatan kapasitas dakwah di era digital. Hal ini dibuktikan melalui keterlibatan Dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI), Dr. Nova Dwiyanti, M.Kom.I, sebagai narasumber pada kegiatan Pembinaan Penyuluh Agama Islam yang diselenggarakan oleh Seksi Bimas Islam Kementerian Agama Kota Tanjungpinang, Rabu, 16 Juli 2025.
Dalam
sesi pelatihan bertajuk "Pembuatan Konten Kreatif Materi
Penyuluhan", Dr. Nova memaparkan pentingnya transformasi pendekatan
dakwah melalui konten digital yang inklusif, edukatif, dan transformatif. Ia
menekankan bahwa penyuluh agama Islam saat ini tidak hanya dituntut memahami
materi dakwah, tetapi juga harus menguasai strategi penyampaian yang relevan
dengan generasi digital.
“Penyuluh
agama hari ini adalah garda terdepan literasi spiritual dan sosial. Mereka
tidak hanya bicara di mimbar, tetapi juga harus mampu menebar pesan damai
melalui platform digital yang inklusif dan memberdayakan,” ungkap Dr. Nova
dalam paparannya.
Lebih lanjut, beliau menjelaskan elemen-elemen kunci dalam membangun konten kreatif—mulai dari ide yang kuat dan relevan, teknik storytelling, visual yang menarik, hingga copywriting yang memikat. Proses kreatif yang disampaikan mencakup tahapan riset, ideasi, produksi, pasca-produksi, hingga publikasi dan analisis.

“Konten
kreatif yang berdampak tidak hadir secara kebetulan. Ia lahir dari riset yang
matang, pesan yang kuat, dan keberpihakan terhadap keberagaman serta
aksesibilitas,” tegas Dr. Nova.
Dalam
pelatihan tersebut, peserta juga diajak untuk memahami pentingnya konten visual
yang inklusif—yakni konten yang mampu merepresentasikan keragaman masyarakat
secara adil dan dapat diakses oleh berbagai lapisan audiens. Praktik langsung
turut diberikan dalam bentuk latihan pembuatan konten digital mulai dari
penentuan tema, pengambilan video, hingga penggabungan materi secara kreatif.
Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkan kompetensi para penyuluh agama Islam dalam menyampaikan pesan dakwah yang selaras dengan nilai-nilai kebangsaan, moderasi beragama, dan perkembangan teknologi komunikasi. Kehadiran akademisi STAIN SAR Kepri dalam forum ini juga menegaskan kontribusi nyata kampus dalam menjembatani keilmuan dan praktik dakwah yang progresif di tengah masyarakat majemuk. (LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN