السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sebagai bentuk implementasi tridharma perguruan tinggi, mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau yang tergabung dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tahun 2025 melaksanakan kunjungan silaturahmi ke Pemerintah Desa Kelong, Kecamatan Bintan Pesisir, pada Sabtu, 6 Juli 2025. Kunjungan ini menjadi langkah awal dalam menyampaikan rancangan program pengabdian masyarakat yang akan dijalankan selama 40 hari ke depan di kawasan pesisir tersebut.
Perjalanan
menuju Desa Kelong ditempuh selama kurang lebih 30 menit melalui jalur laut
dengan menggunakan kapal pengangkut ikan dari dermaga Kelong Kijang. Setibanya
di lokasi, tim KKN STAIN SAR Kepri disambut hangat oleh perangkat desa. Hadir
dalam pertemuan tersebut Kepala Seksi Pemerintahan Desa Kelong, Sahari, yang
secara resmi menerima dan membuka dialog awal bersama mahasiswa.
Dalam
sambutannya, Sahari menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa KKN di
wilayah mereka. Ia berharap keberadaan mahasiswa dapat memberikan kontribusi
nyata bagi masyarakat, terutama dalam penguatan program desa dan pengembangan
sektor usaha mikro. Berdasarkan data yang disampaikan, jumlah penduduk Desa
Kelong mencapai sekitar 2.600 jiwa yang tersebar di 10 RT, 2 RW, dan 2 dusun.
Lebih
lanjut, beliau mengidentifikasi sejumlah tantangan yang dihadapi oleh desa,
antara lain belum optimalnya program pertanian hijau, terbatasnya akses
terhadap legalitas usaha seperti sertifikasi halal dan perizinan UMKM, serta
gangguan dari hewan liar seperti monyet dan babi hutan yang merusak lahan
pertanian warga.
“Kami dari pemerintah desa siap mendukung seluruh program mahasiswa sepanjang dilakukan secara terbuka dan melibatkan partisipasi aktif masyarakat,” ujar Sahari.


Menanggapi
hal tersebut, Ketua Tim KKN Desa Kelong, Rahmat Hidayat, menyampaikan bahwa
timnya siap berkolaborasi dengan warga dan aparat desa dalam melaksanakan
program kerja yang telah disusun. Ia menegaskan bahwa mahasiswa KKN hadir bukan
sebagai pengamat, tetapi sebagai mitra aktif masyarakat.
“Kami
siap menjalankan program dengan penuh semangat pengabdian. Harapan kami,
kehadiran mahasiswa STAIN SAR Kepri dapat memberikan dampak yang nyata dan
meninggalkan nilai kebermanfaatan jangka panjang,” ungkap Rahmat.
Kunjungan
awal ini menjadi fondasi penting bagi mahasiswa dalam membangun jejaring sosial
dengan masyarakat setempat. STAIN SAR Kepri melalui kegiatan KKN berkomitmen
untuk mendorong sinergi antara dunia akademik dan kebutuhan riil masyarakat,
khususnya dalam konteks pemberdayaan desa berbasis nilai keislaman, kearifan
lokal, dan prinsip keberlanjutan.
Dengan
semangat kebersamaan dan tekad pengabdian, mahasiswa STAIN SAR Kepri siap
menjadi bagian dari transformasi positif di Desa Kelong—menghidupkan kembali
program strategis desa, mendorong kebangkitan UMKM lokal, serta menguatkan
semangat kolektif menuju desa yang mandiri, inklusif, dan berdaya saing.
(LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN