السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Munas BEM SI XVIII, Mahasiswa STAIN SAR Kepri Emban Amanah Strategis Isu Kemaritiman Nasional

  • 29 Juni 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 132
Kegiatan Mahasiswa

Bogor, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali mengukir prestasi di tingkat nasional dalam bidang organisasi kemahasiswaan. Adalah M. Khairil Ramadan, mahasiswa STAIN SAR Kepri, yang terpilih sebagai Koordinator Isu Pusat Bidang Kemaritiman dalam Musyawarah Nasional (Munas) XVIII Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI) yang diselenggarakan pada 24–29 Juni 2024 di Institut Pertanian Bogor.

Kegiatan Munas BEM SI XVIII ini diikuti oleh lebih dari 250 delegasi dari berbagai perguruan tinggi se-Indonesia, serta dihadiri oleh sejumlah tokoh nasional, di antaranya Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, serta Menteri Pertanian. Agenda utama dalam forum ini mencakup pemilihan Koordinator Pusat, Koordinator Media, Koordinator Isu, dan Koordinator Wilayah BEM SI untuk masa bakti 2025–2026.

Dalam forum nasional tersebut, STAIN SAR Kepri yang sebelumnya tergabung dalam Koordinator Daerah (Korda) Kepulauan Riau, berhasil mendapatkan mandat di tingkat pusat dengan terpilihnya M. Khairil Ramadan sebagai Koordinator Isu Kemaritiman. Penetapan ini menjadi bentuk apresiasi atas kontribusi aktif mahasiswa STAIN Kepri dalam mendorong isu-isu strategis di sektor kelautan, kedaulatan maritim, dan kesejahteraan nelayan, khususnya di wilayah kepulauan.


Dalam pernyataannya, M. Khairil Ramadan menyampaikan komitmennya untuk memperjuangkan isu-isu strategis kemaritiman di tingkat nasional. Ia siap menyuarakan persoalan-persoalan penting terkait kedaulatan maritim, perlindungan nelayan tradisional, serta keadilan ekonomi di kawasan pesisir.

“Ini merupakan bagian dari tanggung jawab intelektual dan moral mahasiswa sebagai agen perubahan,” ungkapnya.

STAIN SAR Kepri memandang keterlibatan ini sebagai langkah strategis dalam memperluas jejaring dan pengaruh kelembagaan mahasiswa di kancah nasional, sekaligus mengintegrasikan nilai-nilai keislaman dan kemelayuan dalam pemikiran dan advokasi kebijakan publik. Harapannya, kepercayaan yang diamanahkan kepada perwakilan mahasiswa STAIN SAR Kepri ini mampu membawa gagasan-gagasan konstruktif dari daerah pesisir ke ruang-ruang kebijakan yang lebih luas demi Indonesia yang inklusif, berdaulat, dan berkeadilan. (LF/Gby)