السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Mahasiswa Prodi PIAUD STAIN SAR Kepri Telusuri Hadis Nabi dalam Naskah Melayu pada Studi Lapangan Kontekstual

  • 15 Juni 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 269
Kabar Prodi

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan studi lapangan bertema “Penelusuran Hadis-Hadis Nabi yang Ditulis dalam Naskah Melayu Kepulauan Riau” pada Sabtu, 15 Juni 2025. Kegiatan ini bertempat di Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah, Kota Tanjungpinang, dan merupakan bagian dari pelaksanaan perkuliahan Mata Kuliah Studi Qur’an dan Hadis yang diampu oleh Mhd. Abror, M.Ag.

Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa Semester II-A Prodi PIAUD dan bertujuan memberikan pengalaman pembelajaran kontekstual kepada mahasiswa dalam menelaah jejak-jejak hadis dalam khazanah naskah Melayu yang berkembang di Kepulauan Riau. Kegiatan ini juga merupakan implementasi dari kebijakan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) dan pendekatan Outcome-Based Education (OBE) yang telah diterapkan di lingkungan Prodi PIAUD STAIN SAR Kepri.

Dalam keterangannya, Mhd. Abror, M.Ag., selaku dosen pengampu mata kuliah menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian penting dari strategi pembelajaran berbasis pengalaman nyata.

“Kegiatan studi lapangan ini menjadi bagian penting dalam pembelajaran kontekstual Mata Kuliah Studi Qur’an dan Hadis. Penelusuran hadis Nabi dalam naskah-naskah Melayu Kepulauan Riau memperkaya pemahaman mahasiswa tentang warisan intelektual Islam lokal. Ini sejalan dengan penerapan MBKM dan pendekatan OBE yang kami integrasikan di Prodi PIAUD STAIN Kepri. Terima kasih kepada pihak museum atas kerja sama yang luar biasa,” ujarnya.


Pihak Museum Sultan Sulaiman Badrul Alamsyah melalui pramumuseum menyampaikan apresiasi atas kunjungan akademik dari Prodi PIAUD.

“Kegiatan ini sangat bermanfaat dalam mengangkat kekayaan naskah-naskah Melayu yang memuat nilai-nilai Islam, termasuk hadis-hadis Nabi. Kami merasa dihargai dengan penyerahan sertifikat sebagai bentuk apresiasi, dan berharap kerja sama ini dapat terus berlanjut,” ungkap perwakilan museum.

Perwakilan mahasiswa juga menyampaikan antusiasme mereka terhadap kegiatan tersebut.

“Studi lapangan ini membuka wawasan baru bagi kami tentang pentingnya pelestarian manuskrip Melayu sebagai sumber kajian hadis. Melihat langsung bukti historis membuat pembelajaran terasa nyata dan bermakna. Kami sangat berterima kasih kepada dosen pembimbing dan pihak museum atas kesempatan yang berharga ini," tutur salah satu mahasiswa.


Kegiatan ini ditutup dengan penyerahan sertifikat penghargaan kepada pihak museum sebagai bentuk apresiasi dari Prodi PIAUD STAIN SAR Kepri atas dukungan selama kunjungan berlangsung.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan mampu menerapkan teori-teori studi hadis secara aplikatif melalui interaksi langsung dengan manuskrip Melayu yang memuat hadis Nabi. Selain itu, kegiatan ini juga mendorong pemahaman mahasiswa terhadap dinamika transmisi, penulisan, dan pelestarian hadis dalam budaya lokal Nusantara serta memperkuat kompetensi akademik mereka dalam menelaah keotentikan dan makna hadis sesuai dengan capaian pembelajaran berbasis OBE. (MA/LF/Gby)