السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

STAIN Kepri Dukung PRIMA Magang PTKI: Sinergi Pendidikan dan Industri Menuju Indonesia Emas 2045

  • 21 Juni 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 272
Berita Utama

Jakarta, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menyatakan komitmen kuatnya dalam mendukung peluncuran program unggulan PRIMA Magang PTKI (Professional Readiness Through Internship and Mentorship for Academics) yang secara resmi diluncurkan oleh Kementerian Agama Republik Indonesia, pada Jumat 20 Juni 2025, di Auditorium H.M. Rasjidi, Gedung Kemenag RI, Menteng, Jakarta Pusat.

Program yang diinisiasi oleh Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) ini mengusung tema “Membangun Generasi PRIMA, Kolaborasi Berkualitas, Menuju Indonesia Emas”, sebagai langkah strategis dalam menyiapkan mahasiswa PTKI agar memiliki kompetensi profesional yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja.

Acara peluncuran dibuka oleh Dirjen Pendidikan Islam, Prof. Dr. H. Suyitno, M.Ag., yang menegaskan perlunya PTKI merespons tantangan global dengan menyiapkan lulusan adaptif dan kompeten. “Lulusan PTKI harus memiliki kompetensi unggul, adaptif, dan mampu bersaing secara global,” tegasnya.

Puncak acara ditandai dengan pidato inspiratif dan seremoni peluncuran oleh Menteri Agama RI, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. Dalam sambutannya, ia menyatakan, “Program PRIMA bukan sekadar magang biasa, tapi gerakan besar untuk menciptakan ekosistem pembelajaran kerja nyata, yang menghubungkan kampus dan industri dengan semangat kolaboratif menuju Indonesia Emas 2045,” terangnya.


Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Dr. H. Muhammad Faisal, M.Ag., menyampaikan dukungannya penuh atas peluncuran PRIMA Magang PTKI. Ia menilai bahwa program ini sangat relevan dengan visi STAIN Kepri, yaitu “unggul, keislaman dan kemelayuan”, yang menggabungkan nilai-nilai lokal dengan kebutuhan global.

“Program PRIMA ini sangat sejalan dengan arah pengembangan kampus kami. Kami ingin mencetak lulusan yang tidak hanya memiliki fondasi keislaman yang kuat dan berakar pada budaya Melayu, tetapi juga mampu bersaing secara profesional di dunia kerja,” ujar Dr. Faisal.

Sebagai bentuk konkret komitmen, penandatanganan komitmen bersama antara Kementerian Agama dan mitra industri dilakukan oleh Prof. Dr. Phil. Sahiron, M.A. (Direktur PTKI) dan Dwiyono Bayu Winantio (Direktur Bisnis BTPN Syariah). Prosesi ini disaksikan oleh berbagai pimpinan PTKI dan tokoh-tokoh profesional seperti dari GNIK, Zurich Indonesia, Apindo, dan INKINDO.

Program ini diperkaya dengan sesi pemaparan oleh Nurhadi, S.T., M.M., CEC, dan Arry Hutomo, yang membahas keterampilan kerja, pentingnya peran mentoring, serta strategi membangun jejaring profesional yang berkelanjutan. Diskusi kolaboratif yang menyusul pun membuka ruang sinergi antara dunia kampus dan dunia kerja.

Program PRIMA Magang PTKI bukan sekadar acara peluncuran, melainkan menjadi tonggak perubahan dalam dunia pendidikan tinggi keagamaan. Dengan melibatkan kampus, mahasiswa, dan mitra industri, program ini diarahkan untuk menghasilkan lulusan yang siap berkontribusi dalam pembangunan bangsa.


Melalui partisipasi aktifnya, STAIN Sultan Abdurrahman Kepri menunjukkan keseriusan dalam membentuk mahasiswa sebagai SDM unggul yang mengintegrasikan nilai keislaman, kemelayuan, dan profesionalitas, demi menyongsong Indonesia Emas 2045.(Gby/LF)