السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Lingga, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sebagai wujud implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam bidang penelitian, dosen peneliti Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau (STAIN SAR Kepri), Dr. M. Taufiq, M.E.I., dan Marta Saputra, S.E., melaksanakan studi lapangan di Kabupaten Lingga pada Rabu, 18 Juni 2025. Kegiatan ini merupakan bagian dari penelitian bertajuk “Peran Nazir dalam Pengelolaan Wakaf Produktif: Tantangan dan Peluang di Kabupaten Lingga (Studi Tanah Wakaf Surau Keling, Kampung Cina, Daik Lingga)” dengan fokus pada peran nazhir dalam pengelolaan tanah wakaf Surau Keling di Kampung Cina, Daik Lingga.
Penelitian
ini bertujuan untuk menggali praktik pengelolaan wakaf berbasis komunitas yang
adaptif terhadap konteks kepulauan, sekaligus mengidentifikasi peluang dan
kendala aktual yang dihadapi oleh para nazhir. Dalam kunjungan tersebut, tim
peneliti STAIN SAR Kepri juga melakukan audiensi bersama Badan Wakaf Indonesia
(BWI) Kabupaten Lingga dan Kantor Kementerian Agama setempat sebagai mitra
strategis dalam tata kelola wakaf daerah.
Ketua BWI Kabupaten Lingga, Asman Jaya, dalam pertemuan tersebut mengemukakan bahwa inisiatif pengembangan wakaf produktif di Lingga dilakukan secara kolaboratif, melibatkan unsur BWI, Kemenag, pemerintah daerah, dan masyarakat setempat. Salah satu inovasi yang menjadi perhatian adalah pendirian Gerai Syariah, sebuah model wakaf produktif di sektor kuliner yang mengintegrasikan nilai spiritual dan kemandirian ekonomi.


“Kami
melihat adanya peluang besar dari konsep inkubasi wakaf, yang kemudian
diwujudkan dalam bentuk Gerai Syariah. Selain berfungsi sebagai tempat makan,
gerai ini menjadi ruang partisipasi wakaf masyarakat, di mana hasilnya turut
mendukung pesantren dan kaum dhuafa,” ungkap Asman.
Kendati
demikian, Gerai Syariah juga menghadapi sejumlah tantangan, terutama terkait
ketersediaan sarana dan daya dukung infrastruktur. Hal ini berimplikasi pada
belum optimalnya jangkauan gerai terhadap masyarakat luas. Upaya promosi
melalui berbagai media terus dilakukan untuk meningkatkan kesadaran wakaf
partisipatif.
Dr. M.
Taufiq, yang merupakan alumni Program Doktor Universitas Islam Indonesia (UII)
Yogyakarta, menyatakan bahwa pendekatan kolaboratif dalam pengelolaan wakaf ini
sangat potensial untuk direplikasi di wilayah kepulauan lain di Indonesia.
“Model seperti Gerai Syariah ini memperlihatkan bagaimana wakaf dapat diberdayakan secara produktif, sekaligus memberdayakan masyarakat secara ekonomi dan spiritual,” tuturnya.


Sementara
itu, Marta Saputra menegaskan bahwa penguatan peran nazhir merupakan salah satu
kunci keberhasilan pengelolaan wakaf produktif. Oleh karena itu, penelitian
akan dilanjutkan melalui wawancara mendalam bersama para nazhir dan stakeholder
terkait guna mengkaji aspek manajerial, sosial, dan religius dalam praktik
pengelolaan wakaf.
“Kami
berharap penelitian ini dapat memperkaya khazanah keilmuan di bidang perwakafan
Islam serta menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan wakaf berbasis
lokalitas,” ungkap Marta.
Melalui
kegiatan ini, STAIN SAR Kepri terus berupaya untuk membangun jejaring keilmuan
dengan lembaga pengelola wakaf serta mendukung transformasi tata kelola wakaf
dari konsumtif menuju produktif. Hasil penelitian ini diharapkan dapat
berkontribusi pada peningkatan literasi wakaf nasional serta penguatan ekonomi
umat melalui pendekatan akademik yang kontekstual dan solutif. (LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN