السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Kepala Unit Studi Melayu Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Romi Aqmal, M.Si., menjadi salah satu narasumber dalam acara Talk Show “Membangun Karakter Bangsa dalam Era Digital” yang diselenggarakan dalam rangka kegiatan bela negara. Kegiatan ini berlangsung pada Kamis, 19 Juni 2025 bertempat di CK Hotel & Convention Tanjungpinang, dan turut menghadirkan dua narasumber lainnya: Kolonel Pnb. Rony Widodo, S.T., M.M., M.Han. (Komandan Pangkalan TNI AU Raja Haji Fisabilillah) dan Teguh Susanto, S.T. (Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Tanjungpinang).
Dalam
paparannya, Romi Aqmal menekankan pentingnya nasionalisme yang tumbuh dari
internalisasi nilai-nilai budaya lokal dan pendidikan karakter. Materi yang ia
sampaikan bertajuk “Nasionalisme Melalui Pendidikan Karakter dan
Internalisasi Nilai-Nilai Budaya di Era Digital” merupakan bentuk ajakan
kepada generasi muda untuk membumikan kembali nilai-nilai luhur bangsa,
terutama melalui pendekatan budaya Melayu yang kaya akan falsafah hidup.
Menurut
Romi, pendidikan karakter merupakan fondasi utama keberhasilan seseorang dalam
menghadapi dinamika kehidupan modern yang kompleks. Ia mengutip pendapat Daniel
Goleman bahwa 80% keberhasilan ditentukan oleh kecerdasan emosional (EQ), dan
hanya 20% oleh kecerdasan intelektual (IQ). Oleh karena itu, karakter menjadi
aspek yang tidak terpisahkan dari proses pendidikan, baik di lingkungan formal
maupun informal.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa nilai-nilai dalam Tunjuk Ajar Melayu seperti demokrasi, cinta tanah air, religiusitas, kedisiplinan, dan penghargaan terhadap prestasi menjadi fondasi penting dalam membentuk pribadi berkarakter kebangsaan.


“Nasionalisme
tidak hanya tentang simbol, tetapi juga bagaimana kita mewujudkan semangat
persatuan, kemandirian ekonomi, dan kemajuan ilmu pengetahuan dalam kehidupan
sehari-hari,” ungkapnya.
Romi
juga menyoroti pentingnya budaya Melayu dalam membentuk etos kerja dan sikap
hidup yang santun dan produktif. Ungkapan-ungkapan tradisional dalam budaya
Melayu, menurutnya, mengajarkan masyarakat untuk bekerja tanpa menyiksa,
berbicara dengan bijak, dan menjaga relasi sosial yang harmonis.
Kegiatan
ini menjadi bagian dari upaya memperkuat karakter mahasiswa dalam menghadapi
tantangan era digital, sekaligus memperkuat semangat bela negara melalui
pendekatan edukatif dan kultural. Di akhir paparannya, Romi mendorong agar
nilai-nilai lokal terus dikembangkan sebagai bagian integral dari pendidikan
karakter bangsa, sehingga generasi muda tidak hanya unggul secara akademik,
tetapi juga tangguh secara moral dan sosial. (LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN