السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Workshop Literasi Prodi IAT STAIN Kepri: Penguatan Kompetensi Penulisan Karya Ilmiah Mahasiswa

  • 19 Juni 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 177
Kabar Prodi

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menyelenggarakan kegiatan Workshop Literasi bertema “Bimbingan Teknis Literasi Informasi untuk Penyelesaian Karya Ilmiah”. Kegiatan ini dilaksanakan pada Kamis, 19 Juni 2025, bertempat di Ruang Rapat Dosen Gedung Kuliah Terpadu STAIN Kepri.

Workshop ini menghadirkan narasumber Dr. Eki Darmawan, S.Sos., M.I.P., dosen sekaligus Wakil Dekan II Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH). Dalam pemaparannya, Dr. Eki menyampaikan materi tentang strategi penulisan karya ilmiah yang efektif, mulai dari tahap perumusan masalah hingga publikasi hasil penelitian.

Ketua Program Studi IAT STAIN Kepri, Dr. Muhammad Lazim, Lc., M.A., dalam sambutannya mengungkapkan bahwa kegiatan ini dirancang untuk membekali mahasiswa dengan literasi akademik sebagai fondasi dalam penyusunan tugas akhir. Penulisan karya ilmiah bukan hanya keterampilan teknis, tetapi juga bagian dari proses pembentukan integritas dan kecakapan intelektual mahasiswa.

Plh Ketua STAIN Kepri, Dr. Almahfuz, M.Si., secara resmi membuka kegiatan tersebut. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya perencanaan yang matang dan disiplin waktu dalam penyelesaian karya ilmiah.

“Mahasiswa harus disiapkan sejak awal agar dapat menyelesaikan skripsi tepat waktu dengan kualitas yang terjaga. Literasi ilmiah menjadi kunci untuk membangun kapasitas akademik yang solid,” tegasnya.

Dr. Eki Darmawan, dalam sesi inti, menekankan bahwa karya ilmiah merupakan laporan sistematis dan objektif dari hasil kajian atau penelitian yang disusun sesuai kaidah akademik. Ia menjelaskan bahwa setiap karya ilmiah harus disusun berdasarkan kerangka metodologis yang jelas, menggunakan bahasa formal, serta memiliki struktur yang terdiri dari: judul, kajian pustaka, metode penelitian, hasil dan pembahasan, hingga kesimpulan dan rekomendasi.

Ia juga menyampaikan pentingnya literature review dalam karya ilmiah, yang tidak hanya menunjukkan penguasaan teori, tetapi juga berfungsi sebagai landasan untuk menemukan celah penelitian (research gap).

“Mahasiswa perlu membekali diri dengan kemampuan menelusuri dan menganalisis referensi ilmiah agar karya yang dihasilkan dapat berkontribusi secara nyata dalam pengembangan ilmu,” jelasnya.

Kegiatan ini tidak hanya diikuti dengan antusias oleh mahasiswa, tetapi juga menjadi ruang dialog antara narasumber dan peserta mengenai kendala yang kerap dihadapi dalam penulisan karya ilmiah. Dalam sesi akhir, narasumber mendorong mahasiswa untuk menjadikan hasil penelitian mereka sebagai kontribusi nyata bagi masyarakat, tidak hanya terbatas dalam ruang lingkup kampus. (LF/Gby)