السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali melaksanakan Ujian Evaluasi Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi mahasiswa angkatan 2024/2025. Kegiatan ini merupakan tahap akhir dari serangkaian evaluasi BTQ yang difokuskan pada pengukuran kemampuan mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an. Pelaksanaan ujian berlangsung pada Rabu, 18 Juni 2025, bertempat di Laboratorium Keagamaan Terpadu STAIN Kepri, dan diikuti oleh 275 mahasiswa semester II.
Penanggung
jawab Laboratorium Keagamaan Terpadu, Saepuddin, M.Ag., menjelaskan bahwa
evaluasi ini merupakan upaya sistematis untuk memastikan setiap mahasiswa STAIN
Kepri memiliki kompetensi dasar dalam membaca Al-Qur’an.
“Ini
adalah tahapan evaluasi akhir. Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus akan
mendapatkan sertifikat BTQ, yang juga menjadi syarat untuk mengikuti ujian
komprehensif menjelang kelulusan,” ungkapnya.
Lebih
lanjut, Saepuddin menegaskan bahwa kegiatan ini dilakukan secara bertahap,
mengingat latar belakang kemampuan mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an cukup
beragam.
“Sebagian mahasiswa yang sebelumnya belum mencapai standar bacaan Al-Qur’an, kami bina kembali secara intensif hingga layak diuji ulang pada tahap akhir ini,” tambahnya.


Laboratorium
Kompetensi Keagamaan Terpadu STAIN Kepri telah menetapkan standar kelulusan dan
tingkatan kemampuan yang terukur, yang nantinya akan dicantumkan dalam
sertifikat. Dengan demikian, lulusan STAIN Kepri diharapkan tidak hanya
menguasai kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kecakapan dasar keagamaan,
khususnya dalam membaca Al-Qur’an.
Saepuddin
juga menyoroti pentingnya dukungan kelembagaan terhadap pelaksanaan program
ini. Pembelajaran membaca Al-Qur’an tidak dimasukkan dalam mata kuliah
tersendiri di kurikulum. Oleh karena itu, pembinaan BTQ dialihkan ke
laboratorium keagamaan sebagai bentuk penguatan karakter keislaman mahasiswa.
“Kegiatan ini butuh dukungan dari semua pihak, baik program studi maupun unsur pimpinan sebagai bentuk tanggung jawab institusional,” tegasnya.


Ke
depan, Laboratorium Keagamaan Terpadu STAIN Kepri tengah merancang sejumlah
pengembangan program, antara lain pelatihan menulis Al-Qur’an, workshop imam
dan khatib, serta pelatihan dakwah untuk menyiapkan calon muballigh dari
kalangan mahasiswa. Namun, untuk semester ini, fokus utama masih pada pembinaan
dan evaluasi kemampuan membaca Al-Qur’an.
Melalui
kegiatan ini, STAIN Kepri terus menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan
yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam penguasaan
nilai-nilai dasar keislaman, sebagai bagian dari integritas lembaga pendidikan
tinggi Islam yang profesional dan berkarakter. (LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN