السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

275 Mahasiswa STAIN Kepri Ikuti Evaluasi Akhir BTQ, Komitmen Penguatan Literasi Al-Qur’an di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam

  • 18 Juni 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 213
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali melaksanakan Ujian Evaluasi Baca Tulis Al-Qur’an (BTQ) bagi mahasiswa angkatan 2024/2025. Kegiatan ini merupakan tahap akhir dari serangkaian evaluasi BTQ yang difokuskan pada pengukuran kemampuan mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an. Pelaksanaan ujian berlangsung pada Rabu, 18 Juni 2025, bertempat di Laboratorium Keagamaan Terpadu STAIN Kepri, dan diikuti oleh 275 mahasiswa semester II.

Penanggung jawab Laboratorium Keagamaan Terpadu, Saepuddin, M.Ag., menjelaskan bahwa evaluasi ini merupakan upaya sistematis untuk memastikan setiap mahasiswa STAIN Kepri memiliki kompetensi dasar dalam membaca Al-Qur’an.

“Ini adalah tahapan evaluasi akhir. Mahasiswa yang telah dinyatakan lulus akan mendapatkan sertifikat BTQ, yang juga menjadi syarat untuk mengikuti ujian komprehensif menjelang kelulusan,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Saepuddin menegaskan bahwa kegiatan ini dilakukan secara bertahap, mengingat latar belakang kemampuan mahasiswa dalam membaca Al-Qur’an cukup beragam.

“Sebagian mahasiswa yang sebelumnya belum mencapai standar bacaan Al-Qur’an, kami bina kembali secara intensif hingga layak diuji ulang pada tahap akhir ini,” tambahnya.


Laboratorium Kompetensi Keagamaan Terpadu STAIN Kepri telah menetapkan standar kelulusan dan tingkatan kemampuan yang terukur, yang nantinya akan dicantumkan dalam sertifikat. Dengan demikian, lulusan STAIN Kepri diharapkan tidak hanya menguasai kompetensi akademik, tetapi juga memiliki kecakapan dasar keagamaan, khususnya dalam membaca Al-Qur’an.

Saepuddin juga menyoroti pentingnya dukungan kelembagaan terhadap pelaksanaan program ini. Pembelajaran membaca Al-Qur’an tidak dimasukkan dalam mata kuliah tersendiri di kurikulum. Oleh karena itu, pembinaan BTQ dialihkan ke laboratorium keagamaan sebagai bentuk penguatan karakter keislaman mahasiswa.

“Kegiatan ini butuh dukungan dari semua pihak, baik program studi maupun unsur pimpinan sebagai bentuk tanggung jawab institusional,” tegasnya.


Ke depan, Laboratorium Keagamaan Terpadu STAIN Kepri tengah merancang sejumlah pengembangan program, antara lain pelatihan menulis Al-Qur’an, workshop imam dan khatib, serta pelatihan dakwah untuk menyiapkan calon muballigh dari kalangan mahasiswa. Namun, untuk semester ini, fokus utama masih pada pembinaan dan evaluasi kemampuan membaca Al-Qur’an.

Melalui kegiatan ini, STAIN Kepri terus menegaskan komitmennya dalam mencetak lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kuat dalam penguasaan nilai-nilai dasar keislaman, sebagai bagian dari integritas lembaga pendidikan tinggi Islam yang profesional dan berkarakter. (LF/Gby)