السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ketua Prodi Akuntansi Syariah STAIN Kepri Berikan Wawasan Kewirausahaan Digital dalam Pelatihan UMKM Se-Pulau Bintan

  • 13 Juni 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 158
Kabar Prodi

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Ketua Program Studi Akuntansi Syariah (AKS) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, Raja Hesti Hafriza, M.M., turut berperan sebagai narasumber dalam kegiatan Pelatihan Bagi Wirausaha Baru, bagian dari Program Pengembangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) yang diselenggarakan oleh Dinas Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (UKM) Provinsi Kepulauan Riau. Kegiatan ini berlangsung selama tiga hari, mulai Rabu hingga Jumat, 11–13 Juni 2025, bertempat di Awandari Resort Bintan, dan diikuti oleh lebih dari 150 mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi se-Pulau Bintan.

Pelatihan ini menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai sektor, baik akademisi maupun praktisi, di antaranya Kepala Dinas Koperasi UKM Kepri, Riki Rionaldi, S.STP., M.Si.; Owner D’Sayur, M. Sadmi Al-Qoyum; pelaku usaha Kardina; perwakilan Bank Mandiri dan BPJS; serta para pendamping UMKM dari berbagai wilayah.

Dalam sambutannya, Riki Rionaldi menyampaikan apresiasi atas antusiasme mahasiswa yang mengikuti kegiatan ini, seraya menegaskan pentingnya kontribusi generasi muda dalam membangun sektor ekonomi berbasis kewirausahaan. "Kami berkomitmen untuk terus membuka ruang kolaboratif antara pemerintah daerah, institusi pendidikan, dan dunia usaha dalam mendorong kemajuan UMKM yang berkelanjutan," tegasnya.


Pada kesempatan tersebut, Raja Hesti Hafriza, M.M., menyampaikan materi bertajuk “Menjadi Wirausaha Muda yang Tangguh dan Kreatif”. Materi ini menekankan pada penguatan karakter wirausaha yang resilien, inovatif, dan adaptif terhadap dinamika zaman, khususnya di era digital. Beliau menyoroti pentingnya keberanian untuk memulai, kemampuan mengelola risiko, serta strategi memanfaatkan teknologi dan media sosial untuk mendukung pengembangan usaha.

Beberapa pokok materi yang disampaikan dalam sesi ini mencakup pemahaman konsep dasar wirausaha muda, identifikasi tantangan dan peluang wirausahawan pemula, strategi membangun usaha sejak tahap awal, serta pentingnya pemetaan kebutuhan pasar dan penguatan branding produk. Pemanfaatan teknologi digital menjadi perhatian khusus, termasuk penggunaan platform seperti Canva, ChatGPT, dan TikTok Ads sebagai alat promosi dan edukasi.

“Peluang bukan untuk ditunggu, tetapi diciptakan melalui keberanian, kreativitas, dan kerja keras,” tegas Raja Hesti Hafriza.


Materi tersebut diperkuat dengan sesi berbagi pengalaman dari M. Sadmi Al-Qoyum yang mengisahkan proses jatuh bangun dalam membangun D’Sayur hingga sukses menembus pasar agroteknologi lokal. Kardina, pelaku UMKM, juga turut membagikan kisah keberhasilannya yang berawal dari pelatihan serupa hingga kini mampu mengelola usaha secara mandiri dan produktif.

Kegiatan ini tidak hanya menjadi forum edukatif, tetapi juga ruang interaktif yang mempertemukan mahasiswa dengan para pelaku usaha dan pemangku kepentingan. Mahasiswa memperoleh pengetahuan praktis terkait manajemen bisnis, literasi keuangan, strategi pemasaran digital, serta akses pembiayaan dan perlindungan sosial untuk pelaku UMKM.

Melalui partisipasi aktif dalam kegiatan ini, STAIN Kepri menegaskan peran dan komitmennya dalam memperkuat kompetensi kewirausahaan mahasiswa, serta mendorong kolaborasi strategis antara akademisi, pemerintah, dan pelaku usaha dalam membangun ekonomi kerakyatan berbasis nilai-nilai keislaman dan prinsip berkelanjutan. (RH/LF/Gby)