السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

HMPS PAI STAIN Kepri Inisiasi Pelatihan Pantun sebagai Strategi Pelestarian Tradisi Lisan dalam Bingkai Edukasi Budaya

  • 14 Juni 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 462
Kegiatan Mahasiswa

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam (PAI), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, melaksanakan kegiatan Pelatihan Pantun bertema “Pantun Sebagai Warisan, Pelatihan Sebagai Langkah Pelestarian” pada Sabtu, 14 Juni 2025, bertempat di Auditorium Razali Jaya, Gedung Rektorat STAIN Kepri. Kegiatan ini diikuti oleh delegasi berbagai organisasi kemahasiswaan (ormawa) dan bertujuan mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya menjaga eksistensi budaya lisan, khususnya pantun Melayu.

Kegiatan pelatihan menghadirkan narasumber utama Datok Yoan S. Nugraha, S.Pd., seorang pegiat budaya Melayu yang telah lama aktif dalam pelestarian pantun sebagai bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pelaksana Harian (Plh) Ketua STAIN Kepri, Dr. Almahfuz, M.Si., dan Ketua Program Studi PAI, Zulhamdan, M.Pd., yang memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif pelestarian budaya yang digagas oleh mahasiswa.

Dalam sambutannya, Ketua Umum HMPS PAI, Bahran Fahrozi, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program kerja strategis HMPS yang sejalan dengan nilai-nilai kelembagaan kampus dalam mengintegrasikan pendidikan, budaya, dan spiritualitas.

“Sebagai generasi penerus masyarakat Melayu, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga warisan budaya. Melalui pelatihan ini, kami ingin menumbuhkan kembali semangat berpantun sebagai bentuk komunikasi yang sarat nilai etika dan estetika,” ujarnya.


Ketua panitia, Siti Nasuha, dalam laporannya menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya sebagai ajang pelatihan keterampilan berpantun, tetapi juga sebagai media sosialisasi pentingnya pelestarian budaya lisan di tengah arus globalisasi. Ia mengapresiasi kerja sama seluruh panitia yang telah berkontribusi secara maksimal demi kesuksesan acara.

Plh. Ketua STAIN Kepri, Dr. Almahfuz, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan penghargaan atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu membangun kesadaran kolektif sivitas akademika dalam merawat identitas budaya.

“Pelatihan ini adalah bentuk nyata integrasi antara pendidikan dan pelestarian nilai-nilai kultural. Pantun bukan hanya bagian dari seni sastra, tetapi juga sarana dakwah dan pendidikan karakter. Saya mendorong mahasiswa untuk membiasakan berpantun dalam interaksi kampus, serta tetap menjaga budaya berpakaian kurung sebagai identitas lokal yang patut dibanggakan,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta, ditandai dengan diskusi interaktif dan praktik berpantun yang kreatif. Melalui pelatihan ini, HMPS PAI STAIN Kepri menegaskan komitmennya dalam membangun kesadaran kultural mahasiswa serta memperkuat posisi budaya lokal sebagai bagian integral dari sistem pendidikan yang berakar pada nilai, tradisi, dan kearifan lokal. (Rizka/LF/Gby)