السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Pendidikan Agama Islam (PAI), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, melaksanakan kegiatan Pelatihan Pantun bertema “Pantun Sebagai Warisan, Pelatihan Sebagai Langkah Pelestarian” pada Sabtu, 14 Juni 2025, bertempat di Auditorium Razali Jaya, Gedung Rektorat STAIN Kepri. Kegiatan ini diikuti oleh delegasi berbagai organisasi kemahasiswaan (ormawa) dan bertujuan mengedukasi generasi muda mengenai pentingnya menjaga eksistensi budaya lisan, khususnya pantun Melayu.
Kegiatan
pelatihan menghadirkan narasumber utama Datok Yoan S. Nugraha, S.Pd., seorang
pegiat budaya Melayu yang telah lama aktif dalam pelestarian pantun sebagai
bagian dari identitas budaya masyarakat pesisir. Turut hadir dalam kegiatan
tersebut Pelaksana Harian (Plh) Ketua STAIN Kepri, Dr. Almahfuz, M.Si., dan
Ketua Program Studi PAI, Zulhamdan, M.Pd., yang memberikan dukungan penuh
terhadap inisiatif pelestarian budaya yang digagas oleh mahasiswa.
Dalam
sambutannya, Ketua Umum HMPS PAI, Bahran Fahrozi, menyampaikan bahwa kegiatan
ini merupakan bagian dari program kerja strategis HMPS yang sejalan dengan
nilai-nilai kelembagaan kampus dalam mengintegrasikan pendidikan, budaya, dan
spiritualitas.
“Sebagai generasi penerus masyarakat Melayu, mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga warisan budaya. Melalui pelatihan ini, kami ingin menumbuhkan kembali semangat berpantun sebagai bentuk komunikasi yang sarat nilai etika dan estetika,” ujarnya.

Ketua
panitia, Siti Nasuha, dalam laporannya menegaskan bahwa kegiatan ini dirancang
tidak hanya sebagai ajang pelatihan keterampilan berpantun, tetapi juga sebagai
media sosialisasi pentingnya pelestarian budaya lisan di tengah arus
globalisasi. Ia mengapresiasi kerja sama seluruh panitia yang telah
berkontribusi secara maksimal demi kesuksesan acara.
Plh.
Ketua STAIN Kepri, Dr. Almahfuz, M.Si., dalam sambutannya menyampaikan
penghargaan atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai mampu membangun
kesadaran kolektif sivitas akademika dalam merawat identitas budaya.
“Pelatihan
ini adalah bentuk nyata integrasi antara pendidikan dan pelestarian nilai-nilai
kultural. Pantun bukan hanya bagian dari seni sastra, tetapi juga sarana dakwah
dan pendidikan karakter. Saya mendorong mahasiswa untuk membiasakan berpantun
dalam interaksi kampus, serta tetap menjaga budaya berpakaian kurung sebagai
identitas lokal yang patut dibanggakan,” tuturnya.
Kegiatan
berlangsung dengan antusiasme tinggi dari para peserta, ditandai dengan diskusi
interaktif dan praktik berpantun yang kreatif. Melalui pelatihan ini, HMPS PAI
STAIN Kepri menegaskan komitmennya dalam membangun kesadaran kultural mahasiswa
serta memperkuat posisi budaya lokal sebagai bagian integral dari sistem
pendidikan yang berakar pada nilai, tradisi, dan kearifan lokal. (Rizka/LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN