السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — English Education Students Association (EESA) Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, menyelenggarakan seminar bertema “The Impact of Social Media on English Education” dengan subtema “Think Smart, Live Better with Technology” pada Rabu, 28 Mei 2025, bertempat di Auditorium Razali Jaya, Kampus STAIN Kepri.
Kegiatan
ini dihadiri oleh Ketua Prodi Tadris Bahasa Inggris, Taqiyuddin, M.Pd., para
dosen homebase, pengurus EESA, serta seluruh mahasiswa Prodi TBI. Seminar ini
bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan praktis mengenai optimalisasi
media sosial sebagai sarana pembelajaran bahasa Inggris yang efektif,
kontekstual, dan relevan dengan perkembangan teknologi digital saat ini.
Dalam
sambutannya, Taqiyuddin, M.Pd. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya
kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya literasi digital dalam pengembangan
kompetensi kebahasaan.
“Mahasiswa TBI tidak hanya dituntut menguasai teori linguistik dan pedagogik, tetapi juga harus mampu beradaptasi dan berinovasi dengan media pembelajaran berbasis teknologi,” ujarnya.


Seminar
menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dewi Murni, S.S., M.Hum., Ketua Prodi
Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), dan Taufik
Afdal, M.Si., dosen IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang. Keduanya membawakan materi
yang aplikatif dan inspiratif seputar penggunaan media sosial dalam
pembelajaran bahasa Inggris.
Dewi Murni memaparkan materi bertajuk “From Social Media Scrolling to English Fluency: One Learner’s Journey”, yang menggambarkan kisah transformasi belajar bahasa Inggris melalui platform digital. Ia menyampaikan bahwa media sosial dapat menjadi sarana edukatif yang efektif apabila digunakan secara sadar dan konsisten, melalui langkah-langkah seperti mengganti pengaturan bahasa ponsel, berinteraksi dalam bahasa Inggris melalui komentar, hingga menulis jurnal dan membuat konten inspiratif dalam bahasa Inggris.


Sementara
itu, Taufik Afdal membawakan materi berjudul “Social Media for Language
Learning”, yang menyajikan strategi praktis memanfaatkan TikTok, Instagram,
YouTube, dan Facebook sebagai media pembelajaran. Ia menggarisbawahi bahwa
platform-platform tersebut memungkinkan terjadinya interaksi lintas budaya dan
bahasa yang memperkaya pemahaman kontekstual, serta meningkatkan keterampilan
berbicara, menulis, dan mendengar dalam bahasa Inggris secara natural.
Kegiatan
ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa TBI STAIN Kepri untuk lebih aktif dan
kreatif dalam menjadikan media sosial sebagai ekosistem pembelajaran yang
menyenangkan, produktif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi global.
Selain itu, seminar ini menjadi bagian dari upaya Prodi TBI dalam menciptakan
lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan
inovatif dalam menghadapi tantangan era digital. (LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN