السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Optimalisasi Media Sosial dalam Pembelajaran Bahasa, EESA STAIN Kepri Gelar Seminar Literasi Digital Bahasa Inggris

  • 28 Mei 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 124
Kegiatan Mahasiswa

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan IlmuEnglish Education Students Association (EESA) Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI), Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau, menyelenggarakan seminar bertema “The Impact of Social Media on English Education” dengan subtema “Think Smart, Live Better with Technology” pada Rabu, 28 Mei 2025, bertempat di Auditorium Razali Jaya, Kampus STAIN Kepri.

Kegiatan ini dihadiri oleh Ketua Prodi Tadris Bahasa Inggris, Taqiyuddin, M.Pd., para dosen homebase, pengurus EESA, serta seluruh mahasiswa Prodi TBI. Seminar ini bertujuan membekali mahasiswa dengan wawasan praktis mengenai optimalisasi media sosial sebagai sarana pembelajaran bahasa Inggris yang efektif, kontekstual, dan relevan dengan perkembangan teknologi digital saat ini.

Dalam sambutannya, Taqiyuddin, M.Pd. menyampaikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan tersebut dan menekankan pentingnya literasi digital dalam pengembangan kompetensi kebahasaan.

“Mahasiswa TBI tidak hanya dituntut menguasai teori linguistik dan pedagogik, tetapi juga harus mampu beradaptasi dan berinovasi dengan media pembelajaran berbasis teknologi,” ujarnya.


Seminar menghadirkan dua narasumber utama, yaitu Dewi Murni, S.S., M.Hum., Ketua Prodi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH), dan Taufik Afdal, M.Si., dosen IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang. Keduanya membawakan materi yang aplikatif dan inspiratif seputar penggunaan media sosial dalam pembelajaran bahasa Inggris.

Dewi Murni memaparkan materi bertajuk “From Social Media Scrolling to English Fluency: One Learner’s Journey”, yang menggambarkan kisah transformasi belajar bahasa Inggris melalui platform digital. Ia menyampaikan bahwa media sosial dapat menjadi sarana edukatif yang efektif apabila digunakan secara sadar dan konsisten, melalui langkah-langkah seperti mengganti pengaturan bahasa ponsel, berinteraksi dalam bahasa Inggris melalui komentar, hingga menulis jurnal dan membuat konten inspiratif dalam bahasa Inggris.


Sementara itu, Taufik Afdal membawakan materi berjudul “Social Media for Language Learning”, yang menyajikan strategi praktis memanfaatkan TikTok, Instagram, YouTube, dan Facebook sebagai media pembelajaran. Ia menggarisbawahi bahwa platform-platform tersebut memungkinkan terjadinya interaksi lintas budaya dan bahasa yang memperkaya pemahaman kontekstual, serta meningkatkan keterampilan berbicara, menulis, dan mendengar dalam bahasa Inggris secara natural.

Kegiatan ini diharapkan mampu mendorong mahasiswa TBI STAIN Kepri untuk lebih aktif dan kreatif dalam menjadikan media sosial sebagai ekosistem pembelajaran yang menyenangkan, produktif, dan berorientasi pada pengembangan kompetensi global. Selain itu, seminar ini menjadi bagian dari upaya Prodi TBI dalam menciptakan lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga adaptif dan inovatif dalam menghadapi tantangan era digital. (LF/Gby)