السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Senat Mahasiswa STAIN Kepri Sukses Gelar Seminar Pemberdayaan Perempuan

  • 27 Mei 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 118
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Senat Mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau sukses menyelenggarakan seminar bertajuk “Menghapus Batas: Perempuan Melawan Kekerasan dan Diskriminasi” pada Selasa, 27 Mei 2025. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Razali Jaya STAIN Sultan Abdurrahman dan dihadiri oleh berbagai tokoh serta organisasi mahasiswa dari dalam maupun luar kampus.

Seminar ini dibuka secara resmi oleh Dr. H. Imam Subekti, S.Ag., M.Pd.I., selaku Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik, dan Keuangan (AUAK), yang mewakili Ketua STAIN Kepri yang tengah menjalankan tugas sebagai petugas haji. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya membangun relasi sosial yang sehat berdasarkan nilai moral, kesantunan, dan ajaran Islam. Ia mengutip QS. Al-Hujurat: 13, dengan menegaskan bahwa kemuliaan seseorang ditentukan oleh ketakwaan, bukan rupa, harta, atau keturunan. Ia juga menyoroti maraknya kasus perundungan terhadap perempuan, terutama yang berbasis fisik, serta pentingnya edukasi publik melalui forum semacam ini.

Ketua panitia, Faradilla Aisyahfitri, menyampaikan bahwa seminar ini merupakan bentuk respons terhadap minimnya ruang aman dan dukungan bagi korban kekerasan, khususnya di lingkungan perguruan tinggi. Ia menegaskan bahwa korban kekerasan tidak boleh dipandang sebagai aib dan memiliki hak untuk dilindungi.

Sementara itu, Ketua Senat Mahasiswa Taufik Akbar menambahkan bahwa seminar ini menjadi langkah penting dalam menjaga nilai-nilai peradaban. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat kampus untuk menjaga etika sosial, seraya menegaskan peran sentral perempuan dalam kehidupan.

Kegiatan ini turut dihadiri oleh Plh. Ketua STAIN Sultan Abdurrahman Kepri , Dr. Drs. Almahfuz, M.Si., pembina Senat Mahasiswa, pimpinan DEMA dan Senat Mahasiswa STAIN Sultan Abdurrahman, serta perwakilan organisasi mahasiswa dari kawasan Tanjungpinang-Bintan seperti HMI, PMII, GMNI, KAMMI, dan delegasi mahasiswa dari Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH).

Rangkaian seminar meliputi pemaparan materi oleh narasumber terkait bentuk kekerasan dan diskriminasi terhadap perempuan, sesi diskusi terbuka, hingga tanya jawab interaktif yang disambut antusias oleh para peserta. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan edukasi yang memperluas wawasan mahasiswa dalam menciptakan lingkungan yang aman, adil, dan setara.

Melalui seminar ini, panitia berharap dapat menumbuhkan kesadaran dan keberanian, khususnya di kalangan perempuan, untuk melawan segala bentuk kekerasan dan diskriminasi. Seminar ini juga diharapkan menjadi tonggak solidaritas dan gerakan kolektif dalam memperjuangkan keadilan gender menuju Indonesia Emas 2045.(Gby/LF/Rizka)