السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau turut berkontribusi aktif dalam kegiatan Pengamatan Hilal 1 Dzulhijjah 1446 H / 2025 M yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa, 27 Mei 2025 di Pantai Tanjung Setumuk, Dompak, Kota Tanjungpinang.
Kegiatan
ini merupakan bagian dari agenda nasional Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama
Republik Indonesia, yang bertujuan untuk menentukan awal bulan Dzulhijjah 1446
H melalui rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit pertama) secara langsung.
Hasil pengamatan tersebut akan dilaporkan ke pusat sebagai dasar penetapan
kalender Hijriah nasional, termasuk penentuan Hari Raya Idul Adha.
STAIN
Kepri diwakili oleh Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik, dan Keuangan
(AUAK), Dr. H. Imam Subekti, M.Pd.I., bersama beberapa dosen, yang tergabung
dalam Tim Hisab Rukyat Provinsi Kepri. Dalam struktur keanggotaan, Dr. Imam
Subekti tercatat sebagai salah satu anggota resmi, mewakili unsur perguruan
tinggi keagamaan.
Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 35 anggota tim dari lintas instansi, antara lain Kanwil Kemenag Kepri, Kemenag Kabupaten/Kota, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengadilan Agama, organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah, serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dari berbagai kecamatan. Tokoh-tokoh penting yang hadir dalam kegiatan ini meliputi Dr. H. Zoztafia, S.Ag., M.Pd.I. selaku Kepala Kanwil Kemenag Kepri (Pengarah), Drs. H. Ahmad H., M.H.I. (Ketua Tim), dan Ahmad Kosasih, ST., M.Sc. dari Stasiun Meteorologi Tanjungpinang.


Dalam
keterangannya, Dr. H. Imam Subekti menyampaikan bahwa keikutsertaan STAIN Kepri
dalam kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi akademik kampus dalam
proses penetapan waktu ibadah berdasarkan ilmu falak dan astronomi modern.
“Partisipasi
ini tidak hanya mencerminkan komitmen keilmuan, tetapi juga menjadi bentuk
nyata pengabdian kampus terhadap kebutuhan umat dalam hal penentuan waktu
ibadah secara sahih dan terverifikasi,” ujarnya.
Lebih
lanjut, beliau menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan
lembaga keagamaan dalam menjaga akurasi ilmiah dan keterbukaan informasi dalam
proses hisab dan rukyat. Hal ini menurutnya juga sejalan dengan semangat
integrasi keilmuan dan keislaman yang menjadi pilar utama pengembangan
pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia.
Dengan
partisipasi aktif dalam forum ilmiah dan keagamaan seperti ini, STAIN Kepri
terus berupaya memperkuat peran strategisnya sebagai pusat keunggulan
intelektual Islam yang turut mewarnai kebijakan keagamaan nasional dengan
pendekatan akademik yang bertanggung jawab. (LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN