السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

STAIN Kepri Teguhkan Peran Akademik dalam Rukyatul Hilal 1 Dzulhijjah 1446 H sebagai Integrasi Keilmuan dan Keislaman

  • 27 Mei 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 107
Berita Utama

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau turut berkontribusi aktif dalam kegiatan Pengamatan Hilal 1 Dzulhijjah 1446 H / 2025 M yang diselenggarakan oleh Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Kepulauan Riau pada Selasa, 27 Mei 2025 di Pantai Tanjung Setumuk, Dompak, Kota Tanjungpinang.

Kegiatan ini merupakan bagian dari agenda nasional Tim Hisab Rukyat Kementerian Agama Republik Indonesia, yang bertujuan untuk menentukan awal bulan Dzulhijjah 1446 H melalui rukyatul hilal (pengamatan bulan sabit pertama) secara langsung. Hasil pengamatan tersebut akan dilaporkan ke pusat sebagai dasar penetapan kalender Hijriah nasional, termasuk penentuan Hari Raya Idul Adha.

STAIN Kepri diwakili oleh Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik, dan Keuangan (AUAK), Dr. H. Imam Subekti, M.Pd.I., bersama beberapa dosen, yang tergabung dalam Tim Hisab Rukyat Provinsi Kepri. Dalam struktur keanggotaan, Dr. Imam Subekti tercatat sebagai salah satu anggota resmi, mewakili unsur perguruan tinggi keagamaan.

Kegiatan ini melibatkan sedikitnya 35 anggota tim dari lintas instansi, antara lain Kanwil Kemenag Kepri, Kemenag Kabupaten/Kota, Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Majelis Ulama Indonesia (MUI), Pengadilan Agama, organisasi keagamaan seperti NU dan Muhammadiyah, serta Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) dari berbagai kecamatan. Tokoh-tokoh penting yang hadir dalam kegiatan ini meliputi Dr. H. Zoztafia, S.Ag., M.Pd.I. selaku Kepala Kanwil Kemenag Kepri (Pengarah), Drs. H. Ahmad H., M.H.I. (Ketua Tim), dan Ahmad Kosasih, ST., M.Sc. dari Stasiun Meteorologi Tanjungpinang.


Dalam keterangannya, Dr. H. Imam Subekti menyampaikan bahwa keikutsertaan STAIN Kepri dalam kegiatan ini merupakan bagian dari kontribusi akademik kampus dalam proses penetapan waktu ibadah berdasarkan ilmu falak dan astronomi modern.

“Partisipasi ini tidak hanya mencerminkan komitmen keilmuan, tetapi juga menjadi bentuk nyata pengabdian kampus terhadap kebutuhan umat dalam hal penentuan waktu ibadah secara sahih dan terverifikasi,” ujarnya.

Lebih lanjut, beliau menegaskan pentingnya sinergi antara akademisi, pemerintah, dan lembaga keagamaan dalam menjaga akurasi ilmiah dan keterbukaan informasi dalam proses hisab dan rukyat. Hal ini menurutnya juga sejalan dengan semangat integrasi keilmuan dan keislaman yang menjadi pilar utama pengembangan pendidikan tinggi keagamaan di Indonesia.

Dengan partisipasi aktif dalam forum ilmiah dan keagamaan seperti ini, STAIN Kepri terus berupaya memperkuat peran strategisnya sebagai pusat keunggulan intelektual Islam yang turut mewarnai kebijakan keagamaan nasional dengan pendekatan akademik yang bertanggung jawab. (LF/Gby)