السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Unit Studi Gender, Anak, dan Keluarga (USGAK) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau turut serta dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) TPPK (Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan) Perguruan Tinggi yang diselenggarakan pada Senin, 26 Mei 2025. FGD ini dilaksanakan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Lantai III, Gedung Daeng Celak, Pulau Dompak, Seri Darul Makmur.
Kegiatan
ini dihadiri oleh perwakilan TPPK dari berbagai institusi pendidikan tinggi di
Provinsi Kepulauan Riau, antara lain Universitas Maritim Raja Ali Haji,
STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang, STT Indonesia Tanjungpinang, STIE
Pembangunan, IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang, Politeknik Kesehatan Kemenkes
Tanjungpinang, STIKES Hang Tuah Tanjungpinang, AKBID Anugerah Bintan, dan
Politeknik Bintan Cakrawala.
FGD
ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas perguruan tinggi dalam upaya
pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dalam
forum tersebut disampaikan data mengenai masih tingginya angka kasus kekerasan,
serta pentingnya keterlibatan dunia akademik dalam upaya pencegahan yang
komprehensif dan berkelanjutan. PUSPAGA Provinsi Kepulauan Riau juga memaparkan
sejumlah program yang telah dirancang sejalan dengan amanat Undang-Undang yang
berlaku.
Kepala USGAK STAIN Kepri, Dr. Cut Purnama Sari, M.Pd, dalam tanggapannya menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh inisiatif kolaboratif tersebut dan siap menjadi bagian aktif dalam program-program strategis yang melibatkan lembaga pendidikan tinggi.


“USGAK
STAIN Kepri mendukung penuh program pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan
anak, serta siap mewadahi kolaborasi dengan PUSPAGA maupun instansi dan lembaga
terkait lainnya. Kami membuka ruang untuk sinergi melalui berbagai kegiatan
seperti sosialisasi pada masa Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan
(PBAK), pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta program penelitian dan
pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dr. Cut.
Ia
juga menambahkan bahwa keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam
membangun kesadaran kritis dan sikap responsif di kalangan mahasiswa terhadap
isu-isu kekerasan berbasis gender.
Melalui
FGD ini, diharapkan seluruh perguruan tinggi di Provinsi Kepulauan Riau dapat
bersinergi dalam mengimplementasikan kebijakan pencegahan kekerasan di
lingkungan kampus, serta turut serta dalam memperluas edukasi dan perlindungan
terhadap kelompok rentan di masyarakat. USGAK STAIN Kepri berharap agar seluruh
program yang telah dirancang dapat direalisasikan secara berkelanjutan dan
menjadi model kolaborasi antarperguruan tinggi dalam isu sosial yang mendesak
ini. (NI/LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN