السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

USGAK STAIN Kepri Perkuat Kolaborasi Pencegahan Kekerasan di Kampus melalui FGD TPPK Lintas Perguruan Tinggi

  • 26 Mei 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 133
Berita Utama

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Unit Studi Gender, Anak, dan Keluarga (USGAK) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau turut serta dalam kegiatan Focus Group Discussion (FGD) TPPK (Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan) Perguruan Tinggi yang diselenggarakan pada Senin, 26 Mei 2025. FGD ini dilaksanakan di Ruang Rapat Sekretaris Daerah, Lantai III, Gedung Daeng Celak, Pulau Dompak, Seri Darul Makmur.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan TPPK dari berbagai institusi pendidikan tinggi di Provinsi Kepulauan Riau, antara lain Universitas Maritim Raja Ali Haji, STISIPOL Raja Haji Tanjungpinang, STT Indonesia Tanjungpinang, STIE Pembangunan, IAI Miftahul Ulum Tanjungpinang, Politeknik Kesehatan Kemenkes Tanjungpinang, STIKES Hang Tuah Tanjungpinang, AKBID Anugerah Bintan, dan Politeknik Bintan Cakrawala.

FGD ini bertujuan untuk memperkuat sinergi lintas perguruan tinggi dalam upaya pencegahan dan penanggulangan kekerasan terhadap perempuan dan anak. Dalam forum tersebut disampaikan data mengenai masih tingginya angka kasus kekerasan, serta pentingnya keterlibatan dunia akademik dalam upaya pencegahan yang komprehensif dan berkelanjutan. PUSPAGA Provinsi Kepulauan Riau juga memaparkan sejumlah program yang telah dirancang sejalan dengan amanat Undang-Undang yang berlaku.

Kepala USGAK STAIN Kepri, Dr. Cut Purnama Sari, M.Pd, dalam tanggapannya menyampaikan bahwa pihaknya mendukung penuh inisiatif kolaboratif tersebut dan siap menjadi bagian aktif dalam program-program strategis yang melibatkan lembaga pendidikan tinggi.


“USGAK STAIN Kepri mendukung penuh program pencegahan kekerasan terhadap perempuan dan anak, serta siap mewadahi kolaborasi dengan PUSPAGA maupun instansi dan lembaga terkait lainnya. Kami membuka ruang untuk sinergi melalui berbagai kegiatan seperti sosialisasi pada masa Pengenalan Budaya Akademik dan Kemahasiswaan (PBAK), pembekalan Kuliah Kerja Nyata (KKN), serta program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat,” ujar Dr. Cut.

Ia juga menambahkan bahwa keterlibatan perguruan tinggi sangat penting dalam membangun kesadaran kritis dan sikap responsif di kalangan mahasiswa terhadap isu-isu kekerasan berbasis gender.

Melalui FGD ini, diharapkan seluruh perguruan tinggi di Provinsi Kepulauan Riau dapat bersinergi dalam mengimplementasikan kebijakan pencegahan kekerasan di lingkungan kampus, serta turut serta dalam memperluas edukasi dan perlindungan terhadap kelompok rentan di masyarakat. USGAK STAIN Kepri berharap agar seluruh program yang telah dirancang dapat direalisasikan secara berkelanjutan dan menjadi model kolaborasi antarperguruan tinggi dalam isu sosial yang mendesak ini. (NI/LF/Gby)