السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kolaborasi Peningkatan Mutu: P2M STAIN Kepri Terima Kunjungan Strategis LPMPP UMRAH

  • 26 Mei 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 243
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Pusat Penjaminan Mutu (P2M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menerima kunjungan kerja dari Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) pada Senin, 26 Mei 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dan berbagi praktik baik terkait implementasi Gugus Penjaminan Mutu (GPM) dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi.

Rombongan dari LPMPP UMRAH terdiri dari Hj. Iranita, S.E., M.Si. (Koordinator Pusat Pengembangan Standar Mutu), Inelda Yulita, S.Pd., M.Pd. (Koordinator Pusat Akreditasi dan Sertifikasi), serta Fitria Ulfah, S.P., M.M. (Koordinator Pusat Pengelolaan Mata Kuliah Wajib Kurikulum) dan anggota GPM. Rombongan diterima oleh Ketua Pusat Penjaminan Mutu dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) STAIN Kepri, Dr. M. Taufiq, M.S.I., beserta jajaran tim P2M.

Dalam pertemuan tersebut, Dr. Taufiq memaparkan bahwa P2M STAIN Kepri memiliki peran strategis tidak hanya dalam pengelolaan akreditasi, tetapi juga dalam menjalankan fungsi monitoring dan evaluasi (monev), penyusunan laporan kinerja, pengelolaan Sertifikasi Dosen (Serdos), pelaksanaan tracer study, dan layanan bimbingan karir. Ia menegaskan bahwa P2M menjadi penggerak utama dalam membudayakan sadar mutu di lingkungan kampus.

“Seluruh kegiatan program studi kami dorong untuk berbasis pada borang akreditasi dan kriteria SPMI. Audit mutu internal kami lakukan secara berkala satu kali dalam setahun sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas,” ungkap Dr. Taufiq.

Ia juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat, STAIN Kepri akan menghadapi proses reakreditasi untuk beberapa program studi, termasuk akreditasi Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berada di bawah LAMDIK. Hingga saat ini, STAIN Kepri masih menggunakan instrumen SPMI tahun 2019 sebagai acuan pelaksanaan sistem penjaminan mutu internal.


Dalam diskusi yang berlangsung, kedua pihak saling bertukar informasi mengenai tata kelola penjaminan mutu di institusi masing-masing. Salah satu hal menarik yang disampaikan oleh tim UMRAH adalah kebijakan mewajibkan mahasiswa untuk mengisi survei kepuasan sebelum dapat mengakses nilai akademik. Selain itu, tracer study di UMRAH dilaksanakan sebelum wisuda, berbeda dengan STAIN Kepri yang melakukannya setelah mahasiswa diwisuda.

Kunjungan ini juga menjadi momentum untuk membahas pendekatan dalam pembinaan alumni, pengembangan soft skills, dan penguatan sinergi antara program studi dan sistem akreditasi. P2M STAIN Kepri memanfaatkan forum ini untuk menjelaskan bahwa kegiatan bimbingan karir diarahkan pada layanan konseling dan pengembangan kapasitas diri mahasiswa menjelang kelulusan.

Selain itu, disampaikan pula bahwa sistem pembelajaran di STAIN Kepri telah mengakomodasi model daring (online), dan evaluasi mutu dosen dilakukan melalui sistem EDOM (Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa) secara digital.

P2M STAIN Kepri menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk kolaborasi lintas perguruan tinggi dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini, STAIN Kepri berharap dapat terus mengembangkan sistem penjaminan mutu yang adaptif dan inovatif, serta memperluas jaringan kerja sama kelembagaan dalam rangka mewujudkan pendidikan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing. (Hery/LF/Gby)