السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Pusat Penjaminan Mutu (P2M) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menerima kunjungan kerja dari Lembaga Penjaminan Mutu dan Pengembangan Pembelajaran (LPMPP) Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) pada Senin, 26 Mei 2025. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat kerja sama dan berbagi praktik baik terkait implementasi Gugus Penjaminan Mutu (GPM) dalam upaya peningkatan kualitas pendidikan tinggi.
Rombongan
dari LPMPP UMRAH terdiri dari Hj. Iranita, S.E., M.Si. (Koordinator Pusat
Pengembangan Standar Mutu), Inelda Yulita, S.Pd., M.Pd. (Koordinator Pusat
Akreditasi dan Sertifikasi), serta Fitria Ulfah, S.P., M.M. (Koordinator Pusat
Pengelolaan Mata Kuliah Wajib Kurikulum) dan anggota GPM. Rombongan diterima
oleh Ketua Pusat Penjaminan Mutu dan Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) STAIN
Kepri, Dr. M. Taufiq, M.S.I., beserta jajaran tim P2M.
Dalam
pertemuan tersebut, Dr. Taufiq memaparkan bahwa P2M STAIN Kepri memiliki peran
strategis tidak hanya dalam pengelolaan akreditasi, tetapi juga dalam
menjalankan fungsi monitoring dan evaluasi (monev), penyusunan laporan kinerja,
pengelolaan Sertifikasi Dosen (Serdos), pelaksanaan tracer study, dan layanan
bimbingan karir. Ia menegaskan bahwa P2M menjadi penggerak utama dalam
membudayakan sadar mutu di lingkungan kampus.
“Seluruh
kegiatan program studi kami dorong untuk berbasis pada borang akreditasi dan
kriteria SPMI. Audit mutu internal kami lakukan secara berkala satu kali dalam
setahun sebagai bentuk komitmen terhadap peningkatan kualitas,” ungkap Dr.
Taufiq.
Ia juga menambahkan bahwa dalam waktu dekat, STAIN Kepri akan menghadapi proses reakreditasi untuk beberapa program studi, termasuk akreditasi Prodi Pendidikan Agama Islam (PAI) yang berada di bawah LAMDIK. Hingga saat ini, STAIN Kepri masih menggunakan instrumen SPMI tahun 2019 sebagai acuan pelaksanaan sistem penjaminan mutu internal.


Dalam
diskusi yang berlangsung, kedua pihak saling bertukar informasi mengenai tata
kelola penjaminan mutu di institusi masing-masing. Salah satu hal menarik yang
disampaikan oleh tim UMRAH adalah kebijakan mewajibkan mahasiswa untuk mengisi
survei kepuasan sebelum dapat mengakses nilai akademik. Selain itu, tracer
study di UMRAH dilaksanakan sebelum wisuda, berbeda dengan STAIN Kepri yang
melakukannya setelah mahasiswa diwisuda.
Kunjungan
ini juga menjadi momentum untuk membahas pendekatan dalam pembinaan alumni,
pengembangan soft skills, dan penguatan sinergi antara program studi dan sistem
akreditasi. P2M STAIN Kepri memanfaatkan forum ini untuk menjelaskan bahwa
kegiatan bimbingan karir diarahkan pada layanan konseling dan pengembangan
kapasitas diri mahasiswa menjelang kelulusan.
Selain
itu, disampaikan pula bahwa sistem pembelajaran di STAIN Kepri telah
mengakomodasi model daring (online), dan evaluasi mutu dosen dilakukan melalui
sistem EDOM (Evaluasi Dosen oleh Mahasiswa) secara digital.
P2M STAIN
Kepri menyambut baik kunjungan ini sebagai bentuk kolaborasi lintas perguruan
tinggi dalam membangun budaya mutu yang berkelanjutan. Melalui kegiatan ini,
STAIN Kepri berharap dapat terus mengembangkan sistem penjaminan mutu yang
adaptif dan inovatif, serta memperluas jaringan kerja sama kelembagaan dalam
rangka mewujudkan pendidikan tinggi Islam yang unggul dan berdaya saing. (Hery/LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN