السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam rangka meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris di kalangan mahasiswa, English Education Student Association (EESA) atau Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Inggris (TBI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menginisiasi kampanye bertajuk “Mulai Aja Dulu”. Kampanye ini bertujuan mendorong mahasiswa untuk membangun kebiasaan berlatih bahasa Inggris secara konsisten melalui aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-hari.
Menurut
Tengku Maizura, salah satu perwakilan EESA, kemampuan berbahasa Inggris
merupakan keterampilan penting yang tidak hanya relevan dalam dunia akademik,
tetapi juga krusial dalam menghadapi tantangan global.
“Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris membuka akses terhadap berbagai literatur internasional, memperluas peluang kerja, serta memungkinkan interaksi lintas budaya,” ungkapnya pada Senin, (19/5/2025).


Dalam
kampanye tersebut, EESA membagikan sejumlah strategi praktis yang dapat
diterapkan secara mandiri oleh mahasiswa. Di antaranya adalah melatih
percakapan dalam bahasa Inggris di depan cermin atau dengan sesama rekan
mahasiswa. Teknik ini dinilai efektif dalam meningkatkan kelancaran berbicara
sekaligus membangun rasa percaya diri.
Selanjutnya,
EESA mendorong mahasiswa untuk lebih aktif berdialog menggunakan bahasa Inggris
dalam pergaulan sehari-hari. “Prinsip practice makes perfect menjadi
kunci utama dalam mengasah keterampilan berbahasa. Semakin sering digunakan,
kemampuan akan berkembang secara alami,” tambah Tengku.
Selain latihan lisan, EESA juga menyarankan mahasiswa untuk membiasakan diri membaca buku-buku berbahasa Inggris guna memperkaya kosakata, mengenali ragam ekspresi, dan memperbaiki struktur tata bahasa. Aktivitas mendengarkan lagu atau podcast, serta menonton film dan tayangan dalam bahasa Inggris juga dipandang efektif untuk meningkatkan kemampuan menyimak (listening skill) dan memahami penggunaan bahasa dalam konteks percakapan nyata.


“Meskipun
pemahaman tidak langsung sempurna, namun dengan intensitas yang cukup, otak
akan terbiasa menyerap ritme dan pola bahasa Inggris. Proses ini sangat
mendukung peningkatan kompetensi dalam jangka panjang,” ujarnya.
Lebih
lanjut, EESA menekankan pentingnya keberanian dan konsistensi dalam belajar.
Mahasiswa tidak perlu menunggu hingga merasa mahir untuk memulai berbicara.
“Kesalahan adalah bagian dari proses pembelajaran. Justru dari kesalahan itulah
kita belajar untuk memperbaiki diri,” tutupnya.
Kampanye
ini merupakan bagian dari kontribusi aktif EESA dalam membangun atmosfer
akademik yang adaptif terhadap tantangan global, serta mendukung mahasiswa
untuk menjadi insan akademik yang berdaya saing tinggi di kancah nasional dan
internasional melalui penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris.
(LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN