السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Kampanye “Mulai Aja Dulu”: Strategi EESA STAIN Kepri Tingkatkan Kemampuan Bahasa Inggris Mahasiswa

  • 19 Mei 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 414
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Dalam rangka meningkatkan kompetensi berbahasa Inggris di kalangan mahasiswa, English Education Student Association (EESA) atau Himpunan Mahasiswa Program Studi (HMPS) Tadris Bahasa Inggris (TBI) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menginisiasi kampanye bertajuk “Mulai Aja Dulu”. Kampanye ini bertujuan mendorong mahasiswa untuk membangun kebiasaan berlatih bahasa Inggris secara konsisten melalui aktivitas sederhana dalam kehidupan sehari-hari.

Menurut Tengku Maizura, salah satu perwakilan EESA, kemampuan berbahasa Inggris merupakan keterampilan penting yang tidak hanya relevan dalam dunia akademik, tetapi juga krusial dalam menghadapi tantangan global.

“Kemampuan berkomunikasi dalam bahasa Inggris membuka akses terhadap berbagai literatur internasional, memperluas peluang kerja, serta memungkinkan interaksi lintas budaya,” ungkapnya pada Senin, (19/5/2025).


Dalam kampanye tersebut, EESA membagikan sejumlah strategi praktis yang dapat diterapkan secara mandiri oleh mahasiswa. Di antaranya adalah melatih percakapan dalam bahasa Inggris di depan cermin atau dengan sesama rekan mahasiswa. Teknik ini dinilai efektif dalam meningkatkan kelancaran berbicara sekaligus membangun rasa percaya diri.

Selanjutnya, EESA mendorong mahasiswa untuk lebih aktif berdialog menggunakan bahasa Inggris dalam pergaulan sehari-hari. “Prinsip practice makes perfect menjadi kunci utama dalam mengasah keterampilan berbahasa. Semakin sering digunakan, kemampuan akan berkembang secara alami,” tambah Tengku.

Selain latihan lisan, EESA juga menyarankan mahasiswa untuk membiasakan diri membaca buku-buku berbahasa Inggris guna memperkaya kosakata, mengenali ragam ekspresi, dan memperbaiki struktur tata bahasa. Aktivitas mendengarkan lagu atau podcast, serta menonton film dan tayangan dalam bahasa Inggris juga dipandang efektif untuk meningkatkan kemampuan menyimak (listening skill) dan memahami penggunaan bahasa dalam konteks percakapan nyata.


“Meskipun pemahaman tidak langsung sempurna, namun dengan intensitas yang cukup, otak akan terbiasa menyerap ritme dan pola bahasa Inggris. Proses ini sangat mendukung peningkatan kompetensi dalam jangka panjang,” ujarnya.

Lebih lanjut, EESA menekankan pentingnya keberanian dan konsistensi dalam belajar. Mahasiswa tidak perlu menunggu hingga merasa mahir untuk memulai berbicara. “Kesalahan adalah bagian dari proses pembelajaran. Justru dari kesalahan itulah kita belajar untuk memperbaiki diri,” tutupnya.

Kampanye ini merupakan bagian dari kontribusi aktif EESA dalam membangun atmosfer akademik yang adaptif terhadap tantangan global, serta mendukung mahasiswa untuk menjadi insan akademik yang berdaya saing tinggi di kancah nasional dan internasional melalui penguasaan bahasa asing, khususnya bahasa Inggris. (LF/Gby)