السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Ketua STAIN Kepri Siap Laksanakan Tugas Haji: Walimatul Safar Sarat Makna Spiritual dan Kebangsaan

  • 19 Mei 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 427
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Dalam suasana penuh khidmat, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menggelar acara walimatul safar sebagai bentuk penghormatan dan doa bersama menjelang keberangkatan Ketua STAIN Kepri, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag., untuk menunaikan ibadah haji. Kegiatan ini dilaksanakan pada Senin pagi, 19 Mei 2025, bertempat di lobi Gedung Rektorat STAIN Kepri.

Acara diawali dengan tausyiah yang disampaikan oleh Kepala Bagian Administrasi Umum, Akademik, dan Kemahasiswaan (AUAK), Dr. H. Imam Subekti, M.Pd.I. Dalam tausyiahnya, beliau menyampaikan rasa syukur atas keberangkatan Ketua STAIN Kepri sebagai salah satu petugas haji yang mendampingi Amirul Hajj, yakni Menteri Agama Republik Indonesia.

“Kami mendoakan semoga Allah SWT menerima semua amal ibadah beliau, memberikan kemudahan dalam menjalankan tugas kenegaraan, dan mengembalikannya ke tanah air dalam keadaan sehat serta memperoleh predikat haji yang mabrur,” ujar Dr. Imam.


Dalam ceramahnya, Dr. Imam juga mengangkat tiga aspek yang mendasari keberangkatan seseorang untuk berhaji, yaitu nasib (takdir dan keberuntungan), nasab (keturunan), dan kasab (usaha pribadi). Ia mengisahkan pengalaman spiritual masyarakat sederhana yang dapat berangkat haji karena ketulusan dan keistiqamahan mereka dalam beribadah, serta menjelaskan sistem kuota haji nasional yang dibagi berdasarkan jumlah penduduk dan wilayah administrasi.

Lebih lanjut, Dr. Imam memberikan motivasi kepada para dosen dan tenaga kependidikan agar mulai mempersiapkan diri secara spiritual dan finansial untuk menunaikan ibadah haji, misalnya dengan membuka tabungan haji sejak dini. Ia juga mengingatkan agar niat berhaji dilandasi oleh keikhlasan semata karena Allah SWT, serta pentingnya menjaga integritas sebagai petugas haji yang amanah dan profesional.

“Menjadi petugas haji bukan semata kehormatan, tapi juga amanah besar yang harus dijalankan dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab. Setiap laporan dan evaluasi dari Amirul Hajj bergantung pada pengamatan dan kinerja para petugas di lapangan, termasuk Ketua Kloter, Sektor, hingga Daker,” jelasnya.


Tausyiah juga menyinggung pentingnya menjaga kualitas pelayanan jamaah haji, termasuk perhatian terhadap konsumsi dan pemondokan. Dr. Imam mengimbau agar setiap petugas memiliki empati dan kepekaan terhadap kebutuhan jamaah, serta senantiasa menjaga nilai-nilai profesionalitas dan spiritualitas selama bertugas.

Acara walimatul safar ditutup dengan pembacaan doa bersama yang dipimpin oleh Dr. Imam dan diikuti oleh seluruh dosen dan tenaga kependidikan yang hadir. Suasana berlangsung haru dan penuh rasa syukur.

“Kami semua mendoakan semoga Bapak Ketua dapat menjalankan tugas dengan lancar, menjadi haji yang mabrur, dan kembali membawa keberkahan serta semangat baru bagi pengembangan STAIN Kepri,” pungkasnya.

Turut hadir dalam acara tersebut para wakil ketua, pimpinan unit, dosen, serta tenaga kependidikan STAIN Kepri. Kegiatan ini menjadi momen reflektif yang memperkuat ikatan spiritual dan kelembagaan di tengah dinamika pengembangan kampus ke arah yang lebih baik. (LF/Gby)