السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Program Studi Akuntansi Syariah (AKS) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menyelenggarakan kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah pada Kamis, 15 Mei 2025, bertempat di Auditorium Razali Jaya. Kegiatan ini mengusung tema “Bersama Menuju Gemilang yang Sukses Berinvestasi Syariah” dan dihadiri oleh pimpinan STAIN Kepri, dosen, serta perwakilan mahasiswa dari seluruh program studi.
Acara
ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua I STAIN Kepri, Aris Bintania, M.Ag.,
yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana strategis
untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang investasi yang aman, legal, dan
berbasis syariah. Ia juga menekankan pentingnya edukasi pasar modal di lingkungan
perguruan tinggi sebagai upaya membangun literasi keuangan yang komprehensif
bagi generasi muda.


Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama yang memberikan kontribusi penting dalam memperkaya literasi keuangan peserta. Materi pertama bertajuk “Edukasi Publik Menjadi Investor Pasar Modal Indonesia” disampaikan oleh Reinhard S. Silitonga, Deputi Kepala Wilayah Kepulauan Riau dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam pemaparannya, Reinhard menyoroti berbagai tantangan finansial yang dihadapi generasi milenial dan Gen Z, terutama kecenderungan terhadap gaya hidup konsumtif dan rendahnya kesadaran terhadap pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang.
Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, Reinhard memperkenalkan prinsip dasar investasi melalui konsep 3P, yaitu Punya, Pilih, dan Pantau. Prinsip ini bertujuan untuk membangun pola pikir investor pemula agar mampu memulai investasi dengan tepat, memilih instrumen sesuai profil risiko, serta secara aktif memantau perkembangan pasar.


“Dengan pendekatan ini, generasi muda diharapkan dapat membangun kebiasaan finansial yang sehat dan berkontribusi dalam pertumbuhan pasar modal Indonesia secara berkelanjutan,” ungkap Reinhard.
Sesi
berikutnya disampaikan oleh Sung Woo Young, Associate Director PT Korea
Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), yang memaparkan tentang sistem
investasi syariah dan literasi pasar modal yang sesuai dengan prinsip Islam. Ia
menjelaskan bahwa pasar modal syariah memiliki berbagai produk seperti saham
syariah, sukuk, reksadana syariah, dan indeks saham syariah seperti JII dan
IDX-MES BUMN 17.
“Penting bagi kita untuk memahami sistem Sharia Online Trading System (SOTS) yang telah disertifikasi oleh DSN-MUI, karena sistem ini memungkinkan transaksi saham syariah dilakukan secara aman, transparan, dan bebas dari unsur riba,” ujar Sung Woo Young dalam pemaparannya.


Ketua
Prodi Akuntansi Syariah STAIN Kepri, Raja Hesti Hafriza, M.M., menyampaikan
bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan prodi dalam
memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang literasi keuangan dan ekonomi Islam.
“Dengan
memahami konsep dasar dan mekanisme pasar modal syariah, mahasiswa tidak hanya
memperoleh ilmu teoritis, tetapi juga keterampilan praktis untuk menjadi pelaku
ekonomi yang kompeten dan berintegritas,” ujarnya.
Melalui Sekolah Pasar Modal Syariah ini, STAIN Kepri berharap dapat mencetak generasi muda yang sadar investasi, cakap secara finansial, dan mampu menjadi agen literasi keuangan syariah di masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi awal dari potensi kolaborasi antara kampus dan industri pasar modal dalam rangka mendorong kemandirian ekonomi umat berbasis syariah. (LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN