السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Strategi Edukasi Finansial Berbasis Syariah: Prodi AKS STAIN Kepri Gelar Sekolah Pasar Modal Syariah

  • 15 Mei 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 234
Kabar Prodi

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Program Studi Akuntansi Syariah (AKS) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menyelenggarakan kegiatan Sekolah Pasar Modal Syariah pada Kamis, 15 Mei 2025, bertempat di Auditorium Razali Jaya. Kegiatan ini mengusung tema “Bersama Menuju Gemilang yang Sukses Berinvestasi Syariah” dan dihadiri oleh pimpinan STAIN Kepri, dosen, serta perwakilan mahasiswa dari seluruh program studi.

Acara ini dibuka secara resmi oleh Wakil Ketua I STAIN Kepri, Aris Bintania, M.Ag., yang dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini menjadi sarana strategis untuk memperluas wawasan mahasiswa tentang investasi yang aman, legal, dan berbasis syariah. Ia juga menekankan pentingnya edukasi pasar modal di lingkungan perguruan tinggi sebagai upaya membangun literasi keuangan yang komprehensif bagi generasi muda.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber utama yang memberikan kontribusi penting dalam memperkaya literasi keuangan peserta. Materi pertama bertajuk “Edukasi Publik Menjadi Investor Pasar Modal Indonesia” disampaikan oleh Reinhard S. Silitonga, Deputi Kepala Wilayah Kepulauan Riau dari PT Bursa Efek Indonesia (BEI). Dalam pemaparannya, Reinhard menyoroti berbagai tantangan finansial yang dihadapi generasi milenial dan Gen Z, terutama kecenderungan terhadap gaya hidup konsumtif dan rendahnya kesadaran terhadap pentingnya perencanaan keuangan jangka panjang.

Sebagai solusi atas permasalahan tersebut, Reinhard memperkenalkan prinsip dasar investasi melalui konsep 3P, yaitu Punya, Pilih, dan Pantau. Prinsip ini bertujuan untuk membangun pola pikir investor pemula agar mampu memulai investasi dengan tepat, memilih instrumen sesuai profil risiko, serta secara aktif memantau perkembangan pasar.


“Dengan pendekatan ini, generasi muda diharapkan dapat membangun kebiasaan finansial yang sehat dan berkontribusi dalam pertumbuhan pasar modal Indonesia secara berkelanjutan,” ungkap Reinhard.

Sesi berikutnya disampaikan oleh Sung Woo Young, Associate Director PT Korea Investment and Sekuritas Indonesia (KISI), yang memaparkan tentang sistem investasi syariah dan literasi pasar modal yang sesuai dengan prinsip Islam. Ia menjelaskan bahwa pasar modal syariah memiliki berbagai produk seperti saham syariah, sukuk, reksadana syariah, dan indeks saham syariah seperti JII dan IDX-MES BUMN 17.

“Penting bagi kita untuk memahami sistem Sharia Online Trading System (SOTS) yang telah disertifikasi oleh DSN-MUI, karena sistem ini memungkinkan transaksi saham syariah dilakukan secara aman, transparan, dan bebas dari unsur riba,” ujar Sung Woo Young dalam pemaparannya.


Ketua Prodi Akuntansi Syariah STAIN Kepri, Raja Hesti Hafriza, M.M., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan prodi dalam memperkuat kompetensi mahasiswa di bidang literasi keuangan dan ekonomi Islam.

“Dengan memahami konsep dasar dan mekanisme pasar modal syariah, mahasiswa tidak hanya memperoleh ilmu teoritis, tetapi juga keterampilan praktis untuk menjadi pelaku ekonomi yang kompeten dan berintegritas,” ujarnya.

Melalui Sekolah Pasar Modal Syariah ini, STAIN Kepri berharap dapat mencetak generasi muda yang sadar investasi, cakap secara finansial, dan mampu menjadi agen literasi keuangan syariah di masyarakat. Kegiatan ini juga menjadi awal dari potensi kolaborasi antara kampus dan industri pasar modal dalam rangka mendorong kemandirian ekonomi umat berbasis syariah. (LF/Gby)