السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Batam, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa semester VI Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan studi lapangan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dan Kuliah Pakar di Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA), Kota Batam, Kamis (8/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran Mata Kuliah Kajian Naskah Melayu yang dirancang untuk memperluas wawasan akademik dan literasi manuskrip klasik, khususnya terkait kebudayaan Melayu.
Kegiatan
yang berlangsung di Aula Mini UNRIKA ini turut dihadiri oleh sejumlah akademisi,
di antaranya Dr. Tri Tarwiyani, S.Fil., M.Phil., selaku Kaprodi Pendidikan
Sejarah FKIP UNRIKA; Hj. Fitri Yanti, S.Pd., M.Si., M.Pd., pembina Himpunan
Mahasiswa Pendidikan Sejarah; serta dua narasumber utama yaitu Raja Zulkarnain
dari Tim Ahli Cagar Budaya Kota Batam dan Dian Rahmawati, S.Th.I., M.A., dosen
STAIN Sultan Abdurrahman Kepri. Kegiatan ini diikuti oleh 23 mahasiswa IAT
serta mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UNRIKA.
Sebelum
kegiatan inti dimulai, para mahasiswa diajak mengunjungi laboratorium Prodi
Pendidikan Sejarah dan ruang baca untuk mengenal lebih dekat fasilitas akademik
yang dimiliki UNRIKA. Acara kemudian dibuka dengan sambutan dari Dr. Tri
Tarwiyani yang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi akademik ini. Disusul
oleh sambutan dari Dian Rahmawati, M.A., selaku dosen pengampu mata kuliah yang
menyampaikan pentingnya pembelajaran kontekstual dalam studi naskah klasik
Melayu.
Sesi
FGD dan kuliah pakar diawali oleh Raja Zulkarnain yang memaparkan materi
tentang “Panji Kesultanan Riau-Lingga” yang diyakini menyimpan simbol dan makna
historis mendalam. Ia mengungkap bahwa salah satu panji kerajaan tersebut
mengandung kutipan dari Surah As-Saff ayat 13 tentang kemenangan yang dekat dan
kabar gembira bagi kaum mukminin. Panji tersebut dihiasi dengan bintang lima
dan 19 titik yang melambangkan kalimat “Bismillāhirraḥmānirraḥīm.”
Sesi berikutnya diisi oleh Dian Rahmawati yang membahas bukunya berjudul “Manuskrip Al-Qur’an Pulau Penyengat: Sebagai Khazanah Mushaf Al-Qur’an di Kepulauan Riau.” Dalam paparannya, ia menjelaskan karakteristik iluminasi mushaf serta kondisi penyimpanan naskah Al-Qur’an klasik di Pulau Penyengat yang sebagian besar masih disimpan di dalam lemari dengan kondisi konservasi yang belum optimal.


Diskusi
berlangsung hangat dan interaktif, diakhiri dengan sesi tanya jawab antara
narasumber dan peserta. Tanggapan positif datang dari Kaprodi Pendidikan
Sejarah UNRIKA, Dr. Tri Tarwiyani yang menyatakan bahwa kegiatan ini sangat baik.
“Jika
bisa berlanjut, tentu akan lebih bagus. Kami sangat terbuka untuk menjalin
kerja sama lebih lanjut, baik secara luring maupun daring,” ujarnya penuh
antusias.
Salah
satu mahasiswa IAT STAIN Kepri, Lulu Khairunnisa, juga menyampaikan
apresiasinya. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan mengenai
sejarah kemelayuan dan naskah klasik.
“Kegiatan
seperti ini memberikan pengalaman yang sangat berharga untuk kami. Barang dan
uang bisa dicari, tetapi pengalaman seperti ini tidak ternilai,” ungkapnya.
Melalui
kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menguatkan pemahaman terhadap khazanah
intelektual Melayu dan mengembangkan jejaring akademik lintas institusi.
Harapannya, kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan sebagai upaya
memperkaya perspektif ilmiah, melestarikan warisan budaya, serta memperkuat
kerja sama antarperguruan tinggi dalam bidang kajian sejarah dan manuskrip
keislaman. (Nisa/LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN