السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Studi Lapangan dan FGD Manuskrip Melayu: Mahasiswa Prodi IAT STAIN Kepri Perluas Literasi Sejarah dan Budaya di UNRIKA

  • 08 Mei 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 191
Kabar Prodi

Batam, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Mahasiswa semester VI Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melaksanakan kegiatan studi lapangan dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) dan Kuliah Pakar di Universitas Riau Kepulauan (UNRIKA), Kota Batam, Kamis (8/5/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari implementasi pembelajaran Mata Kuliah Kajian Naskah Melayu yang dirancang untuk memperluas wawasan akademik dan literasi manuskrip klasik, khususnya terkait kebudayaan Melayu.

Kegiatan yang berlangsung di Aula Mini UNRIKA ini turut dihadiri oleh sejumlah akademisi, di antaranya Dr. Tri Tarwiyani, S.Fil., M.Phil., selaku Kaprodi Pendidikan Sejarah FKIP UNRIKA; Hj. Fitri Yanti, S.Pd., M.Si., M.Pd., pembina Himpunan Mahasiswa Pendidikan Sejarah; serta dua narasumber utama yaitu Raja Zulkarnain dari Tim Ahli Cagar Budaya Kota Batam dan Dian Rahmawati, S.Th.I., M.A., dosen STAIN Sultan Abdurrahman Kepri. Kegiatan ini diikuti oleh 23 mahasiswa IAT serta mahasiswa Prodi Pendidikan Sejarah UNRIKA.

Sebelum kegiatan inti dimulai, para mahasiswa diajak mengunjungi laboratorium Prodi Pendidikan Sejarah dan ruang baca untuk mengenal lebih dekat fasilitas akademik yang dimiliki UNRIKA. Acara kemudian dibuka dengan sambutan dari Dr. Tri Tarwiyani yang menyampaikan apresiasi atas kolaborasi akademik ini. Disusul oleh sambutan dari Dian Rahmawati, M.A., selaku dosen pengampu mata kuliah yang menyampaikan pentingnya pembelajaran kontekstual dalam studi naskah klasik Melayu.

Sesi FGD dan kuliah pakar diawali oleh Raja Zulkarnain yang memaparkan materi tentang “Panji Kesultanan Riau-Lingga” yang diyakini menyimpan simbol dan makna historis mendalam. Ia mengungkap bahwa salah satu panji kerajaan tersebut mengandung kutipan dari Surah As-Saff ayat 13 tentang kemenangan yang dekat dan kabar gembira bagi kaum mukminin. Panji tersebut dihiasi dengan bintang lima dan 19 titik yang melambangkan kalimat “Bismillāhirraḥmānirraḥīm.”

Sesi berikutnya diisi oleh Dian Rahmawati yang membahas bukunya berjudul “Manuskrip Al-Qur’an Pulau Penyengat: Sebagai Khazanah Mushaf Al-Qur’an di Kepulauan Riau.” Dalam paparannya, ia menjelaskan karakteristik iluminasi mushaf serta kondisi penyimpanan naskah Al-Qur’an klasik di Pulau Penyengat yang sebagian besar masih disimpan di dalam lemari dengan kondisi konservasi yang belum optimal.


Diskusi berlangsung hangat dan interaktif, diakhiri dengan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta. Tanggapan positif datang dari Kaprodi Pendidikan Sejarah UNRIKA, Dr. Tri Tarwiyani yang menyatakan bahwa kegiatan ini sangat baik.

“Jika bisa berlanjut, tentu akan lebih bagus. Kami sangat terbuka untuk menjalin kerja sama lebih lanjut, baik secara luring maupun daring,” ujarnya penuh antusias.

Salah satu mahasiswa IAT STAIN Kepri, Lulu Khairunnisa, juga menyampaikan apresiasinya. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat dan menambah wawasan mengenai sejarah kemelayuan dan naskah klasik.

“Kegiatan seperti ini memberikan pengalaman yang sangat berharga untuk kami. Barang dan uang bisa dicari, tetapi pengalaman seperti ini tidak ternilai,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan dapat menguatkan pemahaman terhadap khazanah intelektual Melayu dan mengembangkan jejaring akademik lintas institusi. Harapannya, kegiatan serupa dapat terus diselenggarakan sebagai upaya memperkaya perspektif ilmiah, melestarikan warisan budaya, serta memperkuat kerja sama antarperguruan tinggi dalam bidang kajian sejarah dan manuskrip keislaman. (Nisa/LF/Gby)