السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Visiting Lecturer STAIN Kepri di IIM Surakarta: Integrasi Kurikulum dan Filosofi Pendidikan dalam Praktik PAUD

  • 05 Mei 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 192
Kabar Prodi

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Komitmen Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau dalam menjalin sinergi akademik antarperguruan tinggi kembali diwujudkan melalui partisipasi dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), Issaura Dwi Selvi, M.Pd., sebagai dosen tamu dalam kuliah umum yang diselenggarakan oleh Fakultas Tarbiyah Institut Islam Mamba’ul ‘Ulum (IIM) Surakarta pada Senin, 5 Mei 2025.

Kegiatan yang berlangsung secara daring melalui platform Zoom Meeting ini mengangkat tema “Perencanaan Pembelajaran PAUD Berbasis Kurikulum Merdeka dan Montessori” sebagai bagian dari penguatan pemahaman mahasiswa terhadap praktik pendidikan anak usia dini yang inovatif dan kontekstual.

Dalam pemaparannya, Issaura menekankan pentingnya integrasi antara prinsip Kurikulum Merdeka dan filosofi pendidikan Montessori dalam mendesain pembelajaran yang berpihak pada anak.


Montessori bukan sekadar metode penggunaan alat peraga, melainkan mencerminkan filosofi pendidikan yang menempatkan anak sebagai subjek pembelajaran yang aktif dan merdeka,” tuturnya.

Ia juga menambahkan bahwa pendekatan tersebut sangat selaras dengan semangat Kurikulum Merdeka yang mendorong pembelajaran yang holistik dan berbasis kebutuhan perkembangan anak.

Kuliah tamu ini diikuti oleh seluruh mahasiswa PIAUD IIM Surakarta dan dibuka secara resmi oleh Dekan Fakultas Tarbiyah, Dr. H. Muhammad Ja’far Nashir, S.Ag., M.Ag., yang dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kolaborasi ini.

“Partisipasi dosen dari STAIN Kepri merupakan bentuk sinergi akademik yang memperkuat wawasan mahasiswa dalam menghadapi dinamika pendidikan anak usia dini di era transformasi kurikulum,” ujarnya.

Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka dalam sesi diskusi. Beberapa mahasiswa mengajukan pertanyaan terkait penerapan kegiatan Montessori untuk anak usia 3–4 tahun dan mekanisme penilaian yang relevan. Hal ini menunjukkan bahwa materi yang disampaikan tidak hanya informatif tetapi juga aplikatif bagi calon pendidik.


Dosen pengampu mata kuliah Perencanaan Pembelajaran PAUD di IIM Surakarta, Annafi’ Nurul ‘Ilmi Azizah, M.Pd., menyampaikan harapannya bahwa kegiatan ini dapat memperluas perspektif mahasiswa dalam merancang proses pembelajaran yang adaptif dan bermakna.

“Kegiatan ini sangat penting dalam membentuk pendidik PAUD yang tidak hanya cakap secara teori, tetapi juga memiliki sensitivitas terhadap kebutuhan belajar anak secara individual,” ungkapnya.

Melalui keterlibatan ini, STAIN Kepri terus berkontribusi dalam penguatan ekosistem pendidikan Islam yang kolaboratif, inklusif, dan relevan dengan perkembangan zaman. Kolaborasi lintas kampus seperti ini menjadi ruang strategis dalam memperluas jejaring keilmuan serta memperkaya praktik akademik dosen dan mahasiswa. (LF/Gby)