السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu — Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali menunjukkan kiprah aktifnya dalam kolaborasi lintas institusi melalui partisipasi salah satu dosennya, Muhammad Azmi, M.E, Dosen Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dalam kegiatan Talk Show: Inovasi Olahan Laut untuk Masa Depan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) pada Senin, 5 Mei 2025, bertempat di Auditorium UMRAH.
Acara
tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan akademisi dari dalam dan luar negeri,
termasuk delegasi dari Fakulti Perikanan dan Sains Malaysia yang terdiri atas
30 mahasiswa dan sejumlah dosen, salah satunya Profesor Madya Dr. Fazliyana
Binti Mohtar selaku Timbalan Pengarah. Selain itu, hadir pula para dosen dan
staf dari UMRAH, serta perwakilan dari lembaga-lembaga mitra, termasuk Ir.
Kartika Kusumastuti, CPMS (Kartika Sari), Fitria Ulfah (Dosen FIKP UMRAH), Siti
Kusmiati, S.Pi (Seven Clean Seas Indonesia), dan Muhammad Azmi, M.E, Dosen Prodi
HES STAIN Kepri sekaligus inisiator Rumah Rendah Karbon, yang turut menjadi
narasumber kunci dalam kegiatan tersebut.
Dalam
sesi pemaparan materi, Muhammad Azmi menyampaikan pandangannya mengenai
pentingnya memberdayakan pemuda sebagai pelopor inovasi kelautan masa depan. Ia
menegaskan bahwa pemberdayaan dapat dilakukan melalui berbagai strategi seperti
pelatihan kewirausahaan, peningkatan keterampilan teknis, serta penyediaan
ruang partisipatif bagi generasi muda untuk turut serta dalam pembangunan
sektor kelautan yang berkelanjutan.
“Belajar
dan terus belajar, mencoba dan terus mencoba adalah kunci untuk menjadi
wirausaha yang tangguh dan relevan dengan kebutuhan pasar, tentu dengan tetap
menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan,” jelasnya.
Azmi juga menyoroti potensi besar Kepulauan Riau dalam menghasilkan beragam produk olahan laut yang dapat dioptimalkan sebagai komoditas ekonomi strategis, khususnya untuk kesejahteraan masyarakat pesisir.


Partisipasi
STAIN Kepri dalam kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari sinergi antar
perguruan tinggi dalam mendorong peran akademisi dalam pengembangan inovasi
lokal berbasis potensi maritim. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan visi kampus
untuk aktif dalam inisiatif-inisiatif lintas sektor dan lintas negara yang
bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang religius dan berbasis
riset.
Pihak
Universiti Malaysia Terengganu (UMT) melalui Profesor Madya Dr. Fazliyana Binti
Mohtar mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan untuk belajar langsung
dari berbagai narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini.
“Kami
bersyukur bisa mendapat banyak inspirasi dari para inovator dan penggerak
kewirausahaan di Tanjungpinang. Ini akan menjadi bekal penting untuk terus
berinovasi dengan memanfaatkan potensi alam sekitar,” ujarnya.
UMT
juga berharap agar kerja sama ini tidak hanya bersifat satu arah. “Kami
menginginkan adanya kegiatan serupa yang dapat dilaksanakan di Malaysia
sehingga mahasiswa kami dapat memperoleh pembelajaran langsung dari pengalaman
para narasumber Indonesia,” tutupnya.
STAIN
Kepri meyakini bahwa kegiatan semacam ini adalah bagian dari komitmen akademik
untuk membentuk generasi muda yang adaptif, kolaboratif, dan memiliki
kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat
melalui inovasi berbasis nilai-nilai keislaman. (MA/LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN