السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dosen STAIN Kepri Dorong Inovasi Maritim Berbasis Nilai Islam dalam Forum Internasional

  • 05 Mei 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 280
Berita Utama

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan IlmuSekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau kembali menunjukkan kiprah aktifnya dalam kolaborasi lintas institusi melalui partisipasi salah satu dosennya, Muhammad Azmi, M.E, Dosen Prodi Hukum Ekonomi Syariah (HES) dalam kegiatan Talk Show: Inovasi Olahan Laut untuk Masa Depan yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) pada Senin, 5 Mei 2025, bertempat di Auditorium UMRAH.

Acara tersebut dihadiri oleh berbagai kalangan akademisi dari dalam dan luar negeri, termasuk delegasi dari Fakulti Perikanan dan Sains Malaysia yang terdiri atas 30 mahasiswa dan sejumlah dosen, salah satunya Profesor Madya Dr. Fazliyana Binti Mohtar selaku Timbalan Pengarah. Selain itu, hadir pula para dosen dan staf dari UMRAH, serta perwakilan dari lembaga-lembaga mitra, termasuk Ir. Kartika Kusumastuti, CPMS (Kartika Sari), Fitria Ulfah (Dosen FIKP UMRAH), Siti Kusmiati, S.Pi (Seven Clean Seas Indonesia), dan Muhammad Azmi, M.E, Dosen Prodi HES STAIN Kepri sekaligus inisiator Rumah Rendah Karbon, yang turut menjadi narasumber kunci dalam kegiatan tersebut.

Dalam sesi pemaparan materi, Muhammad Azmi menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya memberdayakan pemuda sebagai pelopor inovasi kelautan masa depan. Ia menegaskan bahwa pemberdayaan dapat dilakukan melalui berbagai strategi seperti pelatihan kewirausahaan, peningkatan keterampilan teknis, serta penyediaan ruang partisipatif bagi generasi muda untuk turut serta dalam pembangunan sektor kelautan yang berkelanjutan.

“Belajar dan terus belajar, mencoba dan terus mencoba adalah kunci untuk menjadi wirausaha yang tangguh dan relevan dengan kebutuhan pasar, tentu dengan tetap menjunjung tinggi nilai-nilai keagamaan,” jelasnya.

Azmi juga menyoroti potensi besar Kepulauan Riau dalam menghasilkan beragam produk olahan laut yang dapat dioptimalkan sebagai komoditas ekonomi strategis, khususnya untuk kesejahteraan masyarakat pesisir.


Partisipasi STAIN Kepri dalam kegiatan ini menjadi bentuk nyata dari sinergi antar perguruan tinggi dalam mendorong peran akademisi dalam pengembangan inovasi lokal berbasis potensi maritim. Kegiatan ini sekaligus mencerminkan visi kampus untuk aktif dalam inisiatif-inisiatif lintas sektor dan lintas negara yang bertujuan untuk mewujudkan pembangunan berkelanjutan yang religius dan berbasis riset.

Pihak Universiti Malaysia Terengganu (UMT) melalui Profesor Madya Dr. Fazliyana Binti Mohtar mengungkapkan rasa terima kasih atas kesempatan untuk belajar langsung dari berbagai narasumber yang terlibat dalam kegiatan ini.

“Kami bersyukur bisa mendapat banyak inspirasi dari para inovator dan penggerak kewirausahaan di Tanjungpinang. Ini akan menjadi bekal penting untuk terus berinovasi dengan memanfaatkan potensi alam sekitar,” ujarnya.

UMT juga berharap agar kerja sama ini tidak hanya bersifat satu arah. “Kami menginginkan adanya kegiatan serupa yang dapat dilaksanakan di Malaysia sehingga mahasiswa kami dapat memperoleh pembelajaran langsung dari pengalaman para narasumber Indonesia,” tutupnya.

STAIN Kepri meyakini bahwa kegiatan semacam ini adalah bagian dari komitmen akademik untuk membentuk generasi muda yang adaptif, kolaboratif, dan memiliki kepedulian terhadap keberlanjutan lingkungan serta kesejahteraan masyarakat melalui inovasi berbasis nilai-nilai keislaman. (MA/LF/Gby)