السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

STAIN Kepri Dorong Inovasi Pengabdian Melalui Sosialisasi Program Bantuan PTKI 2025

  • 02 Mei 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 227
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan IlmuSekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau melalui Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (P3M) menyelenggarakan sosialisasi Program Bantuan Pengabdian kepada Masyarakat pada Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Tahun Anggaran 2025, bertempat di Ruang Rapat Balai Titah pada Jumat, 2 Mei 2025.

Acara ini dihadiri oleh seluruh dosen STAIN Kepri dan dibuka secara resmi oleh Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Abd. Rahman, M.Sos. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai tindak lanjut atas terbitnya Keputusan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Nomor 1140 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Program Bantuan Pengabdian kepada Masyarakat pada PTKI.

Dalam sambutannya, Abd. Rahman, M.Sos., menegaskan bahwa program ini merupakan wujud komitmen Direktorat Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam (Diktis), Kementerian Agama Republik Indonesia dalam meningkatkan kualitas dan kolaborasi pengabdian di lingkungan PTKI.

“Program ini tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan semata, tetapi juga mendorong capaian akademik yang berkelanjutan seperti publikasi ilmiah, pengakuan kekayaan intelektual, dan penguatan kemitraan dengan masyarakat,” jelasnya.

Program Bantuan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun 2025 mencakup tujuh klaster utama yang dirancang untuk menjawab berbagai tantangan sosial secara komprehensif. Ketujuh klaster tersebut meliputi: pembinaan kapasitas pengabdian kepada masyarakat; pengabdian berbasis program studi; pengabdian yang ramah anak, gender, dan difabel; pengabdian berbasis dunia usaha dan industri; serta pengabdian yang berfokus pada isu lingkungan, energi terbarukan, dan kesehatan.


Selain itu, terdapat dua klaster strategis lainnya, yaitu pendampingan di daerah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T), serta pengabdian kolaborasi internasional yang bertujuan untuk memperluas jejaring dan dampak global dari kegiatan pengabdian dosen di lingkungan PTKI.

Setiap klaster dirancang dengan pendekatan metodologis partisipatif seperti Asset-Based Community Development (ABCD), Participatory Action Research (PAR), Community-Based Research, dan Service Learning, guna memastikan kesesuaian program dengan kebutuhan riil masyarakat.

Sosialisasi ini juga menekankan pentingnya kepemilikan akun Litapdimas oleh pengusul, keterlibatan mahasiswa sebagai mitra pelaksana, serta penyusunan proposal yang berbasis pada hasil riset terdahulu. Proposal yang diajukan harus menyertakan Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan dokumen pendukung, termasuk surat keterangan wilayah 3T atau MoU untuk pengabdian kolaboratif internasional.

Melalui kegiatan ini, STAIN Kepri berkomitmen untuk mendorong para dosen agar lebih aktif berpartisipasi dalam program pengabdian berbasis riset, yang berdampak langsung pada masyarakat dan mendukung pembangunan nasional yang inklusif, berkelanjutan, dan religius. (LF/Gby)