السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

STAIN Kepri Perkuat Kompetensi Mahasiswa Lewat Kolaborasi Strategis Bersama Staf Ahli Menteri Agama RI

  • 29 April 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 325
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan IlmuSekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Penguatan Peran dan Kompetensi Mahasiswa” yang bertempat di Auditorium Razali Jaya, Kampus STAIN Kepri, pada Selasa, 29 April 2025. Kegiatan ini menghadirkan Staf Ahli Menteri Agama Republik Indonesia Bidang Hubungan Antar Lembaga, H. Muhammad Ainul Yakin, S.Sy., M.AP., sebagai narasumber utama.

Dalam sambutannya, Wakil Ketua III STAIN Kepri, H. Rahmad Budi Harto, S.E., M.M., menekankan pentingnya kolaborasi dan dukungan dari Kementerian Agama dalam pengembangan institusi. Ia menyampaikan harapannya agar kehadiran H. Muhammad Ainul Yakin dapat menjadi katalisator dalam percepatan kemajuan STAIN Kepri.

"Saya berharap dukungan dari Pak Ainul Yakin dapat memperkuat ikhtiar kita dalam mengembangkan kampus, termasuk dalam penambahan kuota KIP-Kuliah dari 300 menjadi 500 penerima," ungkap Rahmad.

Sementara itu, Ketua STAIN Kepri, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag., menyampaikan perkembangan signifikan kampus sejak berdiri tahun 2017. Ia menyoroti peningkatan jumlah mahasiswa dari 120 menjadi lebih dari 2.000 orang dalam waktu tujuh tahun serta keberadaan lebih dari 20 organisasi kemahasiswaan aktif sebagai indikator hidupnya dinamika kampus.

“Mahasiswa bukan hanya berkembang dari sisi akademik, tetapi juga dalam aspek non-akademik seperti budaya, seni, dan organisasi. Pantun Melayu, misalnya, telah menjadi distingsi khas STAIN Kepri dalam membangun karakter dan jati diri kampus,” ujar Dr. Faisal.

Sebagai narasumber utama, H. Muhammad Ainul Yakin menyampaikan materi penguatan kepada mahasiswa dengan menekankan pentingnya peran mahasiswa daerah dalam membangun peradaban nasional. Ia juga menyampaikan kekagumannya terhadap kekayaan budaya Melayu dan pentingnya pelestarian nilai-nilai lokal sebagai bagian dari karakter keindonesiaan.

“STAIN Kepri harus menjadi garda terdepan dalam menjaga dan mengembangkan kearifan lokal budaya Melayu. Kampus ini berada di tanah tua peradaban Melayu yang memiliki kontribusi besar terhadap sejarah dan identitas bangsa,” tutur Ainul Yakin.

Dalam paparannya, beliau juga menggarisbawahi pentingnya pendidikan tinggi sebagai jalan utama menuju keberhasilan dan keterlibatan dalam pengambilan kebijakan strategis di tingkat nasional.


“Semua tokoh penting dan pengambil kebijakan besar di negeri ini lahir dari proses pendidikan yang panjang. Karena itu, jadikan pendidikan sebagai jalan utama mengangkat derajat, terutama bagi mahasiswa dari wilayah kepulauan,” tambahnya.

Beliau juga menyampaikan peluang-peluang beasiswa, baik dari Kementerian Agama maupun kementerian dan lembaga lain, seperti Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB)  Kemenag, yang dapat dimanfaatkan oleh mahasiswa STAIN Kepri untuk melanjutkan studi ke jenjang lebih tinggi.

Kegiatan ini ditutup dengan sesi diskusi interaktif antara mahasiswa dan narasumber, yang berlangsung antusias dan dinamis. Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi mahasiswa STAIN Kepri untuk memperkuat identitas, kompetensi, serta peran strategisnya dalam masyarakat dan bangsa. (LF/Gby)