السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Dosen STAIN Kepri Tegaskan Komitmen Spirit Ramadan dalam “Sembang Komunitas” RRI Tanjungpinang

  • 23 April 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 397
Kabar Prodi

Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Dalam rangka menguatkan pemahaman keagamaan serta menjaga spirit ibadah pasca-Ramadan, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menghadirkan program refleksi keagamaan bertajuk “Merawat Spirit Ramadan, Menjaga Jiwa yang Fitri” dalam sesi Sembang Komunitas yang disiarkan melalui Pro4 RRI Tanjungpinang, Rabu, 23 April 2025.

Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber dari dosen STAIN Kepri, yaitu Mhd. Abror, M.Ag., dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan M. Zaini, M.Kom.I., dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI). Keduanya mengangkat isu penting seputar keberlanjutan nilai-nilai Ramadan dalam membentuk karakter Muslim yang tangguh dan relevan di tengah tantangan zaman.

Dalam penyampaiannya, Mhd. Abror, M.Ag., menekankan pentingnya menjaga semangat Ramadan yang mencakup keikhlasan dalam beribadah, kesabaran dalam menahan hawa nafsu, empati terhadap kaum dhuafa, serta kedisiplinan dalam menjalankan syariat Islam. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus ditanamkan sebagai bentuk aktualisasi dari tujuan puasa sebagaimana tertuang dalam QS. Al-Baqarah ayat 183, yakni membentuk insan bertakwa.


“Makna “fitri” sebagai kondisi kembalinya manusia pada fitrah spiritual, jiwa yang bersih, dekat kepada Allah, dan tunduk pada nilai-nilai kebaikan. Jiwa yang fitri adalah cerminan insan yang berhasil melewati proses spiritualisasi Ramadan secara utuh,” terang Abror.

Namun demikian, di tengah tantangan era digital dan gaya hidup konsumtif, ia menyayangkan bahwa spirit Ramadan kerap kali hanya menjadi ritual sementara. Oleh sebab itu, Mhd. Abror mengajak masyarakat untuk melakukan detoks digital, memperbanyak aktivitas ibadah seperti tilawah dan dzikir, serta memperkuat praktik-praktik sosial yang berbasis nilai-nilai keislaman.

Sebagai solusi praktis, ia mendorong penguatan ibadah sunnah secara konsisten, mempererat silaturahmi, dan menghidupkan semangat berbagi sebagai agen kebaikan di tengah masyarakat. Ia juga menekankan bahwa Idul Fitri seharusnya tidak dipahami sebatas momen seremonial, melainkan tonggak penting lahirnya jiwa yang lebih matang secara spiritual.


Menambahkan hal tersebut, M. Zaini, M.Kom.I., menyampaikan bahwa media massa, termasuk radio dan platform digital, memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan pesan-pesan keislaman yang mencerahkan dan membangun. Ia menegaskan perlunya kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga penyiaran dalam menanamkan nilai-nilai religius yang kontekstual dan solutif.

Kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen STAIN Kepri dalam mendiseminasikan nilai-nilai keislaman yang inklusif, membumi, serta adaptif terhadap dinamika sosial-keagamaan kontemporer. Spirit Ramadan diharapkan tidak hanya hidup dalam bulan suci, tetapi juga menjadi fondasi pembentukan karakter dan integritas Muslim di sepanjang tahun. (LF/Gby)