السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
Tanjungpinang, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Dalam rangka menguatkan pemahaman keagamaan serta menjaga spirit ibadah pasca-Ramadan, Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menghadirkan program refleksi keagamaan bertajuk “Merawat Spirit Ramadan, Menjaga Jiwa yang Fitri” dalam sesi Sembang Komunitas yang disiarkan melalui Pro4 RRI Tanjungpinang, Rabu, 23 April 2025.
Kegiatan
ini menghadirkan dua narasumber dari dosen STAIN Kepri, yaitu Mhd. Abror,
M.Ag., dosen Program Studi Pendidikan Islam Anak Usia Dini (PIAUD), dan M.
Zaini, M.Kom.I., dosen Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam (KPI).
Keduanya mengangkat isu penting seputar keberlanjutan nilai-nilai Ramadan dalam
membentuk karakter Muslim yang tangguh dan relevan di tengah tantangan zaman.
Dalam penyampaiannya, Mhd. Abror, M.Ag., menekankan pentingnya menjaga semangat Ramadan yang mencakup keikhlasan dalam beribadah, kesabaran dalam menahan hawa nafsu, empati terhadap kaum dhuafa, serta kedisiplinan dalam menjalankan syariat Islam. Nilai-nilai tersebut, menurutnya, harus ditanamkan sebagai bentuk aktualisasi dari tujuan puasa sebagaimana tertuang dalam QS. Al-Baqarah ayat 183, yakni membentuk insan bertakwa.


“Makna
“fitri” sebagai kondisi kembalinya manusia pada fitrah spiritual, jiwa yang
bersih, dekat kepada Allah, dan tunduk pada nilai-nilai kebaikan. Jiwa yang
fitri adalah cerminan insan yang berhasil melewati proses spiritualisasi
Ramadan secara utuh,” terang Abror.
Namun
demikian, di tengah tantangan era digital dan gaya hidup konsumtif, ia
menyayangkan bahwa spirit Ramadan kerap kali hanya menjadi ritual sementara.
Oleh sebab itu, Mhd. Abror mengajak masyarakat untuk melakukan detoks
digital, memperbanyak aktivitas ibadah seperti tilawah dan dzikir, serta
memperkuat praktik-praktik sosial yang berbasis nilai-nilai keislaman.
Sebagai solusi praktis, ia mendorong penguatan ibadah sunnah secara konsisten, mempererat silaturahmi, dan menghidupkan semangat berbagi sebagai agen kebaikan di tengah masyarakat. Ia juga menekankan bahwa Idul Fitri seharusnya tidak dipahami sebatas momen seremonial, melainkan tonggak penting lahirnya jiwa yang lebih matang secara spiritual.

Menambahkan
hal tersebut, M. Zaini, M.Kom.I., menyampaikan bahwa media massa, termasuk
radio dan platform digital, memiliki peran strategis dalam menyebarluaskan
pesan-pesan keislaman yang mencerahkan dan membangun. Ia menegaskan perlunya
kolaborasi antara institusi pendidikan dan lembaga penyiaran dalam menanamkan
nilai-nilai religius yang kontekstual dan solutif.
Kegiatan
ini merupakan bagian dari komitmen STAIN Kepri dalam mendiseminasikan
nilai-nilai keislaman yang inklusif, membumi, serta adaptif terhadap dinamika
sosial-keagamaan kontemporer. Spirit Ramadan diharapkan tidak hanya hidup dalam
bulan suci, tetapi juga menjadi fondasi pembentukan karakter dan integritas
Muslim di sepanjang tahun. (LF/Gby)
Mahasiswi PAI STAIN SAR Kepri Raih Juara II Hifdzil 10 Juz pada MTQH Tingkat Kota Tanjungpinang 2026
Workshop Multimedia PBA STAIN SAR Kepri Dorong Inovasi Pembelajaran Bahasa Arab Berbasis Digital
Perpanjangan Pendaftaran Ulang SPAN