السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Meningkatkan Kompetensi Keislaman, Prodi IAT STAIN Kepri Gelar Uji Pemahaman Kitab Tafsir

  • 19 Maret 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 575
Kabar Prodi

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan Ilmu – Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menyelenggarakan Uji Kompetensi Baca dan Pemahaman Kitab Tafsir pada Rabu, 19 Maret 2025. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Rapat Gedung Kuliah Terpadu STAIN Kepri dan dihadiri oleh Ketua STAIN Kepri, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag., Ketua Program Studi IAT, Dr. Muhammad Lazim, Lc., M.A., Kepala Laboratorium IAT, Islamiyah, M.Ag., serta para dosen home base Prodi IAT. Hadir pula Ust. Muhammad Haidar, Lc., Ketua Bahsul Masail NU Bintan, sebagai penguji dalam kegiatan ini.

Dalam sambutannya, Dr. Muhammad Faisal, M.Ag. menegaskan bahwa mahasiswa Prodi IAT tidak hanya dituntut memiliki keterampilan membaca Al-Qur’an dengan baik, tetapi juga harus mampu memahami kitab-kitab tafsir klasik sebagai bagian dari kompetensi akademik mereka.

"Pemahaman terhadap Al-Qur’an tidak cukup hanya melalui terjemahan, tetapi harus dikaji dari sumber aslinya melalui kitab-kitab tafsir klasik. Oleh karena itu, kompetensi membaca dan memahami kitab tafsir menjadi sangat penting bagi mahasiswa IAT agar memiliki pemahaman yang lebih mendalam," ujarnya.

Dr. Muhammad Lazim, Lc., M.A., selaku Ketua Program Studi IAT, memberikan apresiasi atas terselenggaranya kegiatan ini. Ia berharap bahwa uji kompetensi ini dapat menjadi tolok ukur dalam menilai sejauh mana mahasiswa memahami ajaran Islam secara lebih mendalam.

"Kami berharap mahasiswa Prodi IAT tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki keterampilan membaca dan menganalisis kitab-kitab tafsir klasik secara langsung. Ini merupakan bagian dari upaya mencetak lulusan yang tafaqquh fiddin, yakni mereka yang memiliki pemahaman mendalam terhadap Al-Qur’an dan siap berkontribusi dalam kajian Islam," ungkapnya.


Pada sesi uji kompetensi, Ust. Muhammad Haidar, Lc. menguji mahasiswa dalam membaca Tafsir Jalalain, yang mencakup aspek keterampilan membaca, pemberian harakat, ‘irab, serta pemahaman mendalam terhadap kaidah Nahwu dan Shorof. Mahasiswa diminta untuk menjawab pertanyaan berdasarkan kaidah-kaidah yang telah dipelajari serta referensi kitab rujukan.

"Alhamdulillah, sebagian besar mahasiswa menunjukkan kompetensi yang sangat baik. Mereka mampu membaca dengan fasih, memberikan harakat yang sesuai, serta memahami struktur bahasa Arab dalam kitab tafsir," ujar Ust. Haidar.

Grandis Rangga Putra, mahasiswa semester IV Prodi IAT, mengungkapkan bahwa kegiatan ini memberikan semangat baru baginya dalam mempelajari kitab kuning sebagai sarana memahami Al-Qur’an dan Hadis.

"Alhamdulillah, dengan adanya uji kompetensi ini, saya semakin termotivasi untuk memperdalam pemahaman terhadap kitab-kitab tafsir. Terima kasih kepada para dosen, ustadz, serta panitia yang telah menyelenggarakan acara ini. Semoga kegiatan ini terus berlanjut dan semakin banyak mahasiswa yang dapat mengambil manfaat dari warisan keilmuan para ulama terdahulu," ungkapnya.


Sementara itu, Syafira Rahmadhana, mahasiswa semester VI Prodi IAT, juga berbagi pengalamannya dalam mengikuti uji kompetensi ini.

"Sebelumnya, saya merasa kesulitan dalam membaca kitab gundul serta memahami Nahwu dan Shorof dengan baik. Namun, melalui pelatihan dan ujian ini, saya mulai menyadari betapa pentingnya ilmu tersebut dalam memahami kitab tafsir. Awalnya terasa sulit, tetapi dengan latihan dan bimbingan, saya mulai lebih memahami dan membaca kitab dengan lebih baik," jelasnya.

Ia juga berharap agar kegiatan seperti ini terus diadakan dan semakin dikembangkan, terutama bagi mahasiswa yang masih dalam tahap awal belajar Nahwu, Shorof, dan Baca Kitab.

"Semoga program ini terus berlanjut dengan dukungan yang lebih besar, sehingga semakin banyak mahasiswa yang dapat memperoleh manfaat dan keberkahan dari ilmu ini," tambahnya.

Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi program berkelanjutan dalam meningkatkan kompetensi mahasiswa dalam memahami sumber ajaran Islam secara lebih mendalam. Dengan adanya uji kompetensi ini, STAIN Kepri semakin meneguhkan komitmennya dalam mencetak lulusan yang unggul dalam kajian keislaman berbasis literatur klasik. (Miya/LF/Gby)