السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

STAIN Kepri dan DLH Kabupaten Bintan Bersinergi dalam Evaluasi IPAL dan Pengurangan Sampah Plastik

  • 21 Februari 2025
  • Oleh: Humas STAIN Kepri
  • 416
Berita Utama

Bintan, Kampus Bersendikan Wahyu Berteraskan IlmuSekolah Tinggi Agama Islam Negeri (STAIN) Sultan Abdurrahman Kepulauan Riau menerima kunjungan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Bintan dalam rangka pemantauan progres pengelolaan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) serta penjajakan kerja sama dalam upaya pengurangan sampah plastik di lingkungan perguruan tinggi di Bintan, khususnya di STAIN Kepri.

Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 21 Februari 2025 ini bertujuan untuk meninjau serta mengevaluasi kepatuhan STAIN Kepri terhadap Persetujuan Teknis Pemenuhan Baku Mutu Air Limbah, sekaligus mengkaji langkah-langkah strategis dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan kampus yang berkelanjutan.

Tim dari DLH Kabupaten Bintan yang hadir dalam kegiatan ini terdiri dari Roland Syarif Nasution, S.Si. (Fungsional Pengawas Lingkungan Hidup), R. Wiendra Zuhriani, S.T. (Fungsional Pengendali Dampak Lingkungan Muda), serta Aditya Fajrin, S.T. (Analis Lingkungan Hidup). Kehadiran mereka disambut langsung oleh Wakil Ketua 2 STAIN Kepri, Dr. Almahfuz, M.Si., yang didampingi oleh Kasubag TU PRT STAIN Kepri, Martanto, S.Sos., M.Si., serta tim teknis pengelolaan lingkungan kampus.

Dalam keterangannya, Dr. Almahfuz, M.Si., menegaskan bahwa STAIN Kepri berkomitmen dalam menerapkan sistem pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan standar regulasi serta terus berupaya menciptakan ekosistem akademik yang ramah lingkungan.


"Pengelolaan air limbah yang baik merupakan tanggung jawab institusi dalam menjaga keseimbangan ekosistem. Selain itu, kami juga berupaya mengurangi penggunaan sampah plastik sebagai langkah konkret dalam mewujudkan kampus hijau," ungkap Dr. Almahfuz.

Sementara itu, Roland Syarif Nasution, S.Si., selaku perwakilan dari DLH Kabupaten Bintan, menjelaskan bahwa pemantauan ini bertujuan untuk memastikan kepatuhan perguruan tinggi terhadap kebijakan lingkungan serta meningkatkan efektivitas sistem pengolahan limbah yang telah diterapkan. Selain itu, DLH juga mendorong kampus-kampus di Bintan untuk lebih aktif dalam upaya pengurangan sampah plastik, baik melalui kebijakan internal maupun program edukasi bagi mahasiswa.

"Kami mengapresiasi langkah STAIN Kepri dalam menjaga kelestarian lingkungan. Harapannya, kerja sama ini dapat menghasilkan program konkret yang tidak hanya berorientasi pada pemenuhan regulasi, tetapi juga membangun kesadaran lingkungan di kalangan warga kampus," jelasnya.

Dengan adanya kunjungan ini, STAIN Kepri dan DLH Kabupaten Bintan berkomitmen untuk memperkuat sinergi dalam mewujudkan pengelolaan lingkungan kampus yang lebih efektif serta mendorong implementasi kebijakan pengurangan sampah plastik di lingkungan perguruan tinggi. Langkah ini sejalan dengan komitmen STAIN Kepri dalam mendukung prinsip kampus hijau dan ramah lingkungan, guna menciptakan ekosistem akademik yang lebih sehat, bersih, dan berkelanjutan. (LF/Gby)